7 Penyakit Kulit Kepala yang Ganggu Penampilan dan Kenyamanan Anda

Penyakit kulit kepala dapat menghalangi aktivitas ataupun penampilan
Selain mengganggu kenyamanan, penyakit kulit kepala juga bisa merusak penampilan Anda.

Menyisir rambut terlihat sepele, tapi bisa menjadi kegiatan yang menyakitkan bagi penderita beberapa jenis penyakit kulit kepala. Penyebab rasa sakit ini bisa bermacam-macam, dari luka biasa hingga kondisi yang mengganggu kesehatan tubuh secara keseluruhan.

[[artikel-terkait]]

Berikut 7 jenis penyakit kulit kepala yang bisa menghalangi aktivitas maupun penampilan Anda:

1. Ketombe

Hampir setiap orang pernah diserang oleh kerak putih yang satu ini. Pada dasarnya, ketombe adalah kumpulan sel kulit mati pada kulit kepala yang bisa menyebabkan gatal serta mengganggu penampilan.

Ketombe bukan penyakit menular dan bisa diredakan hanya dengan menjaga kebersihan kulit kepala. Anda juga bisa menggunakan sampo antiketombe yang dijual bebas di pasaran. Namun, pilihlah sampo antiketombe yang mengandung coal tar, ketoconazole, asam salisilat, selenium sulfide, serta zinc pyrithione.

2. Dermatitis seboroik

Gejala penyakit kulit kepala ini mirip dengan ketombe, yakni menghasilkan kerak berwarna putih dan terasa gatal. Bedanya, kulit kepala Anda akan terlihat meradang dan memerah, serta berminyak.

Terkadang, penderita dermatitis seboroik juga akan memperlihatkan kulit kemerahan dan berminyak di sekitar alis, hidung, dan kuping. Akademi Dermatologi Amerika menyatakan bahwa penyakit kulit kepala ini banyak terjadi pada orang dengan tipe kulit berminyak, berjerawat, maupun pernah mengidap psoriasis.

3. Cradle cap

Bukan hanya orang dewasa yang bisa menderita penyakit kulit kepala, bayi pun bisa mengalaminya. Salah satunya adalah cradle cap. Penyakit ini mirip dengan dermatitis seboroik pada orang dewasa.

Cradle cap ditandai dengan munculnya sisik yang berminyak dan berwarna kekuningan di kulit kepala maupun dahi. Kondisi ini biasanya tidak menyebabkan nyeri atau gatal, sehingga bayi tetap bisa beraktivitas seperti biasa.

Penyakit kulit kebanyakan menyerang bayi berusia tiga minggu hingga 12 bulan. Pada umumnya, cradle capakan sembuh sendiri paling lambat enam bulan setelah bayi mengalaminya.

4. Tinea kapitis

Tinea kapitis adalah kurap yang menyerang bagian kepala. Penyakit kulit kepala ini disebabkan oleh infeksi jamur dengan gejala berupa bercak bulat berwarna dan bersisik di kulit kepala. Bahkan, penyakit ini bisa menyebabkan kerontokan rambut di area yang terinfeksi.

Kurap di kepala ini umumnya dialami oleh anak-anak berusia tiga hingga tujuh tahun. Namun orang dewasa juga bisa mengalaminya.

Penularan jamur penyebab tinea kapitis juga termasuk sangat gampang. Misalnya, gara-gara saling meminjamkan topi, ikat rambut, sisir, handuk, maupun pakaian dengan pengidap.

Untuk mengobati infeksi jamur pada kulit kepala ini, dibutuhkan bantuan dokter. Penderita biasanya harus meminum obat antijamur selama hingga 12 minggu. Durasi konsumsi ini tergantung pada tingkat keparahan kondisi infeksi.

Selama masa pengobatan, pastikan pasien tidak bertukar barang-barang pribadi dengan orang lain. Dengan ini, penyebaran infeksi pun bisa dicegah.

5. Psoriasis

Psoriasis merupakan penyakit kulit kepala dengan gejala kulit bersisik dan tampak berwarna perak. Bercak tersebut juga bisa terasa gatal.

Meski bisa muncul di berbagai bagian tubuh, gejala psoriasis umumnya timbul di kepala, lutut, dan punggung bagian bawah. Kondisi ini termasuk penyakit autoimun, sehingga belum ada pengobatannya secara khusus. Penanganan yang diberikan oleh dokter biasanya bertujuan untuk mengurangi gejala yang dialami oleh penderita.

6. Lichen planus

Lichen planus merupakan peradangan yang terjadi di kulit kepala. Gejalanya bisa berupa lesi berwarna keunguan yang terasa gatal, atau benjolan dengan permukaan yang penuh garis-garis putih.

Selain pada kulit kepala, bercak lichen planus juga bisa muncul di dalam mulut, kerongkongan, kuku, atau organ intim.Khusus untuk bercak di dalam mulut, umumnya akan terasa sakit atau panas seperti terbakar.

7. Skleroderma

Skleroderma adalah penyakit autoimun yang tergolong langka. Perubahan pada bentuk dan tekstur kulit pada skleroderma terjadi akibat produksi kolagen yang meningkat dalam tubuh penderita.

Penyakit ini menyebabkan timbulnya bercak-bercak pada kulit kepala yang terasa kaku dan keras. Di samping itu, kerontokan rambut juga bisa terjadi sebagai salah satu komplikasinya.

Beberapa penyakit kulit kepala bisa ditangani dengan perawatan di rumah maupun penanganan medis oleh dokter. Jangan tunggu sampai kondisi kulit kepala semakin parah untuk berkonsultasi ke dokter, apalagi jika Anda memiliki kulit sensitif.

Healthline. https://www.healthline.com/health/scalp-conditions#conditions-by-type
Diakses pada 23 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/scalp-problems#1
Diakses pada 23 Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/scleroderma#symptoms
Diakses pada 31 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed