Penyakit kulit impetigo berbeda dengan penyakit cacar
Penyakit kulit impetigo disebabkan oleh bakteri, sedangkan cacar disebabkan oleh virus.

Penyakit kulit impetigo sering dianggap penyakit cacar karena kemiripan tanda yang muncul. Namun, sebenarnya dua penyakit kulit ini sangatlah berbeda. Mengatasi penyakit kulit impetigo ini pun tidak sulit untuk dilakukan.

Penyakit kulit impetigo merupakan infeksi kulit yang sering dijumpai khususnya pada bayi dan anak-anak. Infeksi kulit ini disebabkan oleh bakteri. Impetigo pada umumnya muncul pada daerah wajah, khususnya daerah lubang hidung, mulut, dan tangan juga kaki.

Ada dua jenis penyakit kulit impetigo, yaitu:

  • Penyakit kulit impetigo krustosa

    Impetigo krustosa merupakan jenis impetigo yang sering ditemui. Tanda dari infeksi ini adalah adanya luka yang tertutup dengan kerak berwarna kekuningan yang disebut krusta. Oleh karena itu jenis impetigo jenis ini disebut impetigo krustosa.
  • Penyakit kulit impetigo bulosa

    Impetigo jenis bulosa merupakan jenis impetigo dengan tanda yang berbeda dari jenis pertama. Tanda impetigo jenis ini adalah munculnya luka yang berbentuk lepuhan berisi cairan yang disebut bula. Oleh karena itu jenis ini disebut dengan impetigo bulosa.

Siapapun bisa menderita penyakit kulit impetigo. Akan tetapi beberapa faktor berikut membuat seseorang memiliki risiko lebih tinggi terkena impetigo.

  • Balita. Sebelum usia 5 tahun, sistem kekebalan tubuh anak belum berkembang sempurna. Aktivitas yang tinggi di luar ruangan membuat interaksi fisik dengan lingkungan lebih sering sehingga lebih mungkin terkena impetigo.
  • Penderita eksim dan infeksi kulit lainnya yang menyebabkan kulit kering sehingga terasa gatal yang berpotensi menjadi luka akibat garukan dan dapat terkena impetigo.
  • Memiliki luka terbuka pada kulit seperti pada penderita diabetes, luka bakar, luka gigitan serangga maupun ruam kulit juga berisiko menjadi impetigo.

Penyakit kulit impetigo berbeda dengan cacar

Impetigo bulosa merupakan penyakit kulit impetigo yang cukup sering dikira cacar. Padahal impetigo dan cacar api atau cacar ular merupakan dua infeksi kulit yang berbeda.

Jika impetigo disebabkan oleh bakteri streptokokus atau stafilokokus, penyakit cacar api sendiri disebabkan dengan virus varicella zoster. Dari luka yang ditimbulkan, cacar api akan membentuk luka hanya di salah satu sisi tubuh, kanan atau kiri. Namun pada impetigo, luka dapat timbul di mana saja di kedua sisi tubuh.

Penting mengetahui bahwa kedua penyakit ini berbeda karena penanganan atau terapi penyakit kulit akibat infeksi bakteri juga berbeda dengan infeksi virus.

Bagaimana cara mengatasi penyakit kulit impetigo?

Biasanya dokter akan meresepkan salep antibiotik pada penderita penyakit kulit impetigo. Namun, bisa saja antibiotik minum juga diberikan pada kasus yang lebih berat. Biasanya dalam 1-3 minggu impetigo akan sembuh.

Selain obat dari dokter, beberapa upaya perawatan di rumah dan pencegahan dapat dilakukan, seperti

  • Mandi teratur menggunakan sabun dan air bersih mengalir.
  • Bila ada luka pada kulit, tangani hingga tuntas.
  • Hindari menggaruk luka agar tidak menyebar ke bagian tubuh lain.
  • Gunakan handuk, alat mandi, dan pakaian yang berbeda untuk tiap anggota keluarga. Pada penderita penyakit kulit impetigo, pisahkan sementara penggunaan sprei.
  • Hindari kontak kulit dengan penderita impetigo.

Jika anak Anda memiliki luka pada kulit dengan ciri bintil-bintil atau seperti lepuhan, cek apakah itu penyakit kulit impetigo atau cacar. Jika masih ragu, bawalah anak ke dokter.

Pereira LB. Impetigo-review. Anais brasileiros de dermatologia. 2014 Apr;89(2):293-9.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/impetigo/symptoms-causes/syc-20352352
Diakses 9 Mei 2019

PERDOSKI. https://www.perdoski.id/article/1207-bintil-bintil-pada-kulit-anak-belum-tentu-cacar-bisa-jadi-impetigo
Diakses 9 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed