Meski Tak Bahaya, Penyakit Kulit Ayam Bisa Ganggu Penampilan

Penyakit kulit ayam menyebabkan kondisi kulit yang mirip dengan kulit ayam tanpa bulu
Penyakit kulit ayam umum terjadi pada anak-anak maupun remaja.

Anda mungkin tidak awam dengan penyakit kulit ayam. Tetapi bukan tidak mungkin Anda pernah melihat gangguan kulit yang umum diderita oleh anak-anak hingga remaja ini, hanya saja belum mengetahui nama penyakitnya. Dalam dunia medis, penyakit ini dikenal dengan istilah keratosis pilaris.

Seperti namanya, penyakit kulit ayam menyebabkan kondisi kulit yang mirip dengan kulit ayam tanpa bulu. Beberapa di antaranya berwujud seperti kulit ketika merinding atau menggigil. Sementara sebagian yang lain tampak seperti jerawat-jerawat kecil.

[[artikel-terkait]]

Keratosis pilaris bukanlah penyakit berbahaya dan bisa sembuh seiring pertambahan usia penderita. Namun Anda bisa menangani gejalanya agar tidak mengganggu kegiatan Anda sehari-hari.

Apa saja gejala penyakit kulit ayam?

Keratosis pilaris disebabkan oleh terbentuknya keratin di pori-pori. Keratin sendiri merupakan protein yang memengaruhi pertumbuhan rambut. Keratin kemudian menyumbat lubang pori-pori, sehingga rambut tidak muncul ke permukaan kulit.

Sedangkan di bawah permukaan kulit tersebut, rambut terus tumbuh dan mendorong lapisan kulit sehingga menimbulkan gundukan di permukaan kulit. Terkadang, ujung rambut ini bisa terasa ketika Anda menyentuh benjolan.

Bagian tubuh manapun bisa terjangkit penyakit kulit jenis ini, kecuali telapak tangan dan telapak kaki. Pada anak-anak, keratosis pilaris dapat muncul di lengan bagian atas, paha bagian depan, dan pipi. Sementara pada remaja dan orang dewasa, gejala kulit ayam dapat terjadi pada lengan bagian atas, paha bagian depan, dan bokong.

Apa saja faktor risiko penyakit kulit ayam?

Penyebab terbentuknya penumpukan keratin di kulit belum diketahui. Namun para ahli menyimpulkan bahwa risikonya dapat dipengaruhi oleh beberapa kondisi-kondisi berikut:

  • Faktor usia. Penyakit kulit ayam lebih sering menyerang anak-anak maupun remaja.
  • Memiliki kulit yang kering.
  • Mengalami gangguan kulit, misalnya eksim (dermatitis atopik) atau kulit bersisik.
  • Pengaruh jenis kelamin. Keratosis pilaris lebih mungkin dialami oleh kaum hawa.
  • Memiliki kondisi alergi serbuk sari (hay fever).
  • Mengidap kanker kulit melanoma.
  • Mengalami obesitas.

Pada bayi, keratosis pilaris dapat terjadi saat bayi berusia satu hingga dua tahun. Sedangkan pada remaja, penyakit ini biasanya menyerangpada masa pubertas.

Meski begitu, penyakit ini biasanya sembuh sendiri ketika penderitanya memasukiusia 20 tahunandan sembuh total ketika penderita mencapai usia 30 tahunan.

Adakah obat untuk sembuhkan penyakit kulit ayam?

Hingga saat ini, belum ada obat khusus yang bisa menyembuhkan keratosis pilaris. Hanya saja, Anda bisa mengoleskan pelembap di kulit untuk mengurangi penampakan dan bintil-bintil yang muncul akibat penyakit ini.

Namun jika cara ini tidak berhasil, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang lebih saksama.Anda juga bisa melakukan langkah-langkah di bawah ini agar keratosis pilaris tidak semakin parah:

  • Tidak menggaruk bagian kulit yang menunjukkan gejala penyakit kulit ayam.
  • Jika ingin mandi air hangat, pastikan temperatur air tidak terlalu panas.
  • Jangan terlalu lama mandi atau berendam.
  • Gunakan sabun yang kaya akan pelembap.
  • Gunakan losion pelembap kulit selepas mandi.
  • Bila perlu, pasang alat pelembap ruangan (humidifier) dalam kamar tidur Anda.

Penyakit kulit ayam memang tidak membahayakan, namun penampakannya terkadang bisa mengganggu penampilan dan mengurangi percaya diri penderitanya. Untuk mengatasinya secara tepat, Anda perlu konsultasi dengan dokter. Semoga bermanfaat.

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/keratosis-pilaris#1
Diakses pada 22 Mei 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/keratosis-pilaris#pictures
Diakses pada 22 Mei 2019

American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/diseases/bumps-and-growths/keratosis-pilaris#symptoms
Diakses pada 22 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed