Penyakit Kuku, Masalah Serius Atau Akibat Kebiasaan Kurang Bersih?

penyakit kuku dapat timbul akibat kebiasaan merawat kuku yang tidak baik
Penyakit kuku dapat timbul apa bila tidak dirawat dengan baik

Idealnya, kuku jari tangan dan kaki yang sehat terlihat halus dan warnanya konsisten. Terkadang, kondisi ini tidak ideal karena kebiasaan buruk seperti menggigit kuku atau penuaan. Beberapa penyakit kuku tidak berbahaya, namun ada kalanya terjadi karena masalah medis lainnya.

Kondisi tidak normal pada kuku bisa juga terjadi karena mengonsumsi obat tertentu atau mengalami cedera. Jika berlangsung lama dan tidak diketahui apa pemicunya, konsultasikan pada dokter.

Jenis penyakit kuku

Setiap orang bisa mengalami penyakit kuku, terlepas dari apa pemicunya. Beberapa jenis penyakit kuku yang kerap terjadi:

1. Leukonychia

Leukonychia adalah penyakit kuku yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik putih secara acak. Umumnya, leukonychia muncul karena trauma ringan dan tidak berbahaya. Selain itu, penyakit kuku ini juga bisa terjadi ketika seseorang kekurangan nutrisi.

2. Onycholysis

Penyakit kuku selanjutnya adalah onycholysis yaitu kondisi saat kuku terlepas dari bantalannya sehingga muncul perbedaan warna kontras lebih putih. Pemicunya bisa karena infeksi, trauma, psoriasis, penyakit tiroid, hingga penggunaan produk kimia pada kuku.

3. Terry’s nails

Ketika ujung kuku jari berwarna merah gelap, bisa jadi indikasi terjadinya penyakit kuku Terry’s nails. Pemicunya bisa karena penuaan, namun ada faktor lain seperti menderita penyakit diabetes, liver, atau gagal jantung kongestif.

4. Beau’s lines

Jika ada garis horizontal di bagian tengah kuku, bisa jadi penyakit kuku yang disebut Beau’s lines. Ini dapat terjadi ketika seseorang kekurangan nutrisi. Selain itu, ada beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan munculnya Beau’s lines seperti pneumonia, diabetes, kurang mineral seng, atau gondok.

5. Mee’s lines

Berbeda dengan Beau’s lines yang ditandai dengan satu garis horizontal, Mee’s lines ditandai dengan dua garis berwarna putih di tengah kuku. Ini adalah gejala seseorang mengalami keracunan arsenik. Saat diperiksa, dokter akan memeriksa rambut atau sampel jaringan untuk mengetahui apakah ada arsenik dalam tubuh pasien.

6. Bentuk kuku abnormal

Penyakit kuku yang berhubungan dengan bentuknya seperti lebih cembung (clubbing) atau cekung (spooning) biasanya terjadi dalam jangka waktu lama. Pada kondisi kuku cembung atau clubbing, pemicunya bisa jadi karena kurangnya kadar oksigen dalam darah atau menderita penyakit seperti gangguan pada liver, paru-paru, AIDS, atau peradangan usus.

Sementara pada kondisi kuku yang lebih cekung atau spooning, ini adalah gejala seseorang mengalami kekurangan zat besi, menderita penyakit jantung, hipotiroidisme, Raynaud’s disease, atau penyakit autoimun seperti lupus erythematosus.

7. Yellow nail syndrome

Sindrom kuku berwarna kuning atau yellow nail syndrome terjadi ketika kuku menjadi sangat tebal dan tidak tumbuh sebagaimana mestinya. Terkadang, tidak ada kutikula bahkan kuku terlepas dari bantalannya.

Yellow nail syndrome terjadi karena limfedema, penyakit pernapasan, atau rheumatoid arthritis. Kondisi penumpukan cairan di antara paru-paru dan rongga dada atau pleural effusions juga bisa memicu terjadinya sindrom ini.

8. Kuku terbelah

Kondisi kuku terbelah terjadi ketika kuku tumbuh ke arah tidak sesuai dengan bantalan kuku. Penyebabnya bisa terjadi karena kondisi tangan terus menerus basah, sering terpapar deterjen dan produk kimia untuk kuku, atau trauma seperti terlalu sering memukul-mukul kuku.

Kapan perlu ke dokter?

Beberapa perubahan atau indikasi penyakit kuku akibat kondisi medis tertentu sebaiknya tidak diabaikan. Beberapa gejala yang sebaiknya diperiksakan ke dokter di antaranya:

  • Warna kuku berubah
  • Bentuk kuku berubah menjadi bergelombang
  • Ketebalan kuku berubah (lebih tebal atau lebih tipis)
  • Kuku menjadi rapuh
  • Kerap ada perdarahan di sekitar kuku
  • Pembengkakan dan kemerahan di sekitar kuku
  • Rasa nyeri di sekitar kuku
  • Kuku terlepas dari kulit

Setelah mendapatkan diagnosis, dokter akan meresepkan sesuai penyakit kuku yang dialami. Jenis pengobatan bisa berupa antibiotik, antijamur, atau pemberian krim untuk dioleskan di kuku.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan kuku adalah:

  • Menjaga kuku tetap bersih
  • Selektif memilih bahan kimia yang diaplikasikan ke kuku
  • Tidak menggigit kuku
  • Tidak merokok
  • Memotong kuku ketika lembap setelah mandi
  • Jika sensitif, gunakan sarung tangan saat mencuci

Bagi orang yang memiliki masalah kuku rapuh, pastikan selalu menjaganya tetap pendek agar tidak mudah patah. Selain itu, penuhi nutrisi Anda serta gunakan lotion untuk memastikan kuku tetap lembap

Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/nails-fingernail-and-toenail-problems

Diakses 3 April 2020

WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/ss/slideshow-nails-and-health

Diakses 3 April 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/nail-abnormalities-2#nail-care

Diakses 3 April 2020

Artikel Terkait