logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kulit & Kecantikan

14 Penyakit Kuku yang Perlu Diwaspadai (Plus yang Jadi Gejala Penyakit Serius)

open-summary

Sama seperti organ tubuh lainnya, kuku juga tidak luput dari penyakit. Penyakit kuku dapat terjadi pada setiap orang. Meski terkesan ringan, penyakit pada kuku tidak bisa dianggap sepele karena bisa menjadi tanda adanya penyakit serius yang Anda alami.


close-summary

3.1

(10)

2 Mar 2022

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

penyakit kuku dapat timbul akibat kebiasaan merawat kuku yang tidak baik

Sama seperti organ tubuh lainnya, kuku juga tidak luput dari penyakit

Table of Content

  • Macam-macam penyakit kuku tangan dan kaki
  • Kapan perlu ke dokter?
  • Cara menjaga kesehatan kuku

Kuku adalah salah satu organ tubuh yang dapat melindungi ujung jari tangan dan kaki. Kuku juga berfungsi membantu Anda mengambil benda, menggaruk kulit gatal, atau sekadar melepas simpul. Namun, kuku jari juga rentan mengalami penyakit tertentu. Yuk, simak artikel selengkapnya berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai berbagai penyakit kuku tangan dan kaki.

Advertisement

Macam-macam penyakit kuku tangan dan kaki

Sama seperti organ tubuh lainnya, kuku juga tidak luput dari penyakit. Penyakit kuku dapat terjadi pada setiap orang.

Meski terkesan ringan, penyakit pada kuku tangan dan kaki sebaiknya tidak dianggap sepele. Hal ini karena beberapa jenis penyakit kuku bisa menjadi tanda adanya penyakit serius.

Berikut ini adalah berbagai macam penyakit pada kuku yang patut Anda waspadai.

1. Cantengan

Salah satu penyakit kuku yang umum dialami oleh banyak orang adalah cantengan. Cantengan adalah kondisi ketika kuku tumbuh atau menusuk ke dalam dan berubah menjadi daging lembut.

Akibatnya, jari tangan atau kaki akan terasa nyeri, bengkak, kemerahan, bahkan mengalami infeksi. Umumnya, jempol kaki menjadi bagian kaki yang paling sering terinfeksi cantengan.

Adapun beberapa penyebab kuku cantengan, yakni:

  • Mengenakan sepatu yang sempit;
  • Memotong kuku terlalu pendek atau tidak menggunakan gunting kuku;
  • Memiliki lengkungan kuku kaki yang tidak normal
  • Terdapat luka pada jari kaki
  • Mengalami infeksi kuku
  • Mengalami kondisi medis tertentu

2. Infeksi jamur kuku

infeksi jamur merupakan salah satu penyakit kuku
Infeksi jamur kuku sering kali dialami banyak orang

Selain cantengan, infeksi jamur kuku juga menjadi penyakit pada kuku yang paling sering terjadi.

Kondisi ini dapat terjadi pada orang yang kerap menggunakan sepatu dalam kondisi lembap dan terlalu sempit, orang yang menderita diabetes dan gangguan pembuluh darah, dan orang yang sering berkeringat.

Penyakit kuku yang dikenal pula dengan onikomikosis ini ditandai dengan adanya bintik putih atau kuning di bawah ujung kuku atau kuku kaki Anda.

Ketika infeksi jamur semakin dalam, bisa terjadi perubahan warna di bawah kuku menjadi kuning, cokelat, atau putih, serta bentuk kuku menebal dan hancur di bagian tepinya. Alhasil, kondisi ini dapat mempengaruhi kuku-kuku lainnya.

Jika jamur kuku terasa menyakitkan, bahkan menyebabkan kuku menebal, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter kulit guna mendapatkan penanganan yang tepat.

3. Paronikia

Paronikia sebenarnya disebabkan oleh adanya peradangan pada kulit di sekitar jari tangan atau kuku kaki akibat bakteri Staphylococcus aureus, atau jamur karena infeksi kuku yang dialami sebelumya.

Gejala yang muncul mungkin termasuk rasa nyeri, kemerahan, pembengkakan di sekitar kutikula kuku, dan keluarnya cairan berwarna kuning dan hijau.

4. Leukonychia (garis putih pada kuku)

Penyakit kuku lainnya adalah leukonychia
Leukonychia ditandai dengan munculnya garis putih secara acak

Leukonychia adalah penyakit pada kuku yang ditandai dengan munculnya garis putih secara acak. Umumnya, leukonychia tidak berbahaya dan disebabkan oleh adanya trauma ringan.

Meski demikian, garis putih pada kuku terkadang dikaitkan dengan kondisi kesehatan yang buruk atau kekurangan nutrisi yang diakibatkan oleh penyakit menular, gangguan metabolik, atau konsumsi obat-obatan tertentu.

5. Sindrom kuku kuning

Sindrom kuku kuning (yellow nail syndrome) dapat  terjadi ketika kuku menjadi lebih tebal dan tubuh lebih lambat dari waktu biasanya. Terkadang, bisa jadi kuku kekurangan kutikula, bahkan kuku lepas dari bantalannya.

Sindrom kuku kuning dapat terjadi akibat limfedema, gangguan pernapasan (sinusitis dan bronkitis kronis), hingga rheumatoid arthritis. Kondisi penumpukan cairan di antara paru-paru dan rongga dada juga bisa memicu terjadinya sindrom ini.

6. Onycholysis

Penyakit kuku selanjutnya, yakni onycholysis. Onycholysis adalah kondisi ketika kuku kaki atau tangan terlepas dari bantalannya, kemudian membuat warnanya menjadi lebih putih.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi, trauma, serta penggunaan produk kimia pada kuku. Meski demikian, psoriasis dan gangguan tiroid juga dapat menjadi penyebab munculnya onycholysis.

7. Koilonychia

Koilonychia adalah kondisi ketika kuku melengkung keluar sehingga bentuknya menyerupai sendok. Koilonychia atau kuku sendok bisa jadi merupakan tanda bila tubuh Anda kekurangan zat besi.

Kekurangan zat besi ini dapat dipicu oleh kekurangan nutrisi, gangguan pencernaan, dan sensitif terhadap gluten (penyakit celiac).

Selain itu, gangguan jantung, lupus, hipotiroidisme, dan gangguan autoimun yang diakibatkan oleh peradangan juga menjadi penyebab kuku berbentuk sendok.

8. Kuku clubbing

Kuku clubbing jadi penyakit kuku berikutnya
Kuku menebal dan ujung jari membengkak jadi tanda kuku clubbing

Kuku clubbing adalah kondisi ketika jaringan di bawah kuku menebal, serta ujung jari membulat dan membengkak.

Penyakit pada kuku ini umumnya dapat terjadi akibat rendahnya kadar oksigen dalam darah yang berhubungan dengan penyakit, seperti:

9. Garis Mees

Garis Mees adalah kondisi yang ditandai dengan adanya garis putih melintang pada kuku. Penyakit kuku ini bisa menjadi tanda Anda mengalami keracunan arsenik.

Untuk memastikannya, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter mungkin akan mengambil sampel rambut atau jaringan kulit untuk mengecek arsenik dalam tubuh

10. Terry’s nails

Apabila ujung kuku jari Anda berwarna merah gelap, bisa jadi ini merupakan indikasi penyakit Terry’s nails. Hal tersebut dapat terjadi akibat faktor penuaan. Namun, ada faktor lain, seperti menderita penyakit diabetes, liver, atau gagal jantung kongestif.

11. Beau’s lines

Jika muncul garis horizontal di bagian tengah kuku, bisa jadi Anda mengalami penyakit kuku yang dikenal dengan Beau’s lines. Penyakit pada kuku ini dapat terjadi ketika Anda kekurangan nutrisi.

Selain itu, ada beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan munculnya Beau’s lines, seperti pneumonia, diabetes yang tidak terkendali, kekurangan zinc, atau penyakit yang menyebabkan demam tinggi (campak, gondongan, dan demam berdarah).

12. Kuku berlekuk (pitting nails)

Kuku berlekuk (pitting nails) mengacu pada kondisi kuku yang umum ditemui pada penderita psoriasis. Psoriasis adalah kondisi kulit yang menyebabkan kulit menjadi kering, memerah, dan iritasi. Tak hanya psoriasis, beberapa jenis penyakit sistemik juga memicu kuku berlekuk.

13. Perubahan warna pada kuku

Kuku yang semula berwarna bening ternyata bisa mengalami perubahan warna. Mengutip dari American Academy of Dermatology, penyakit pada kuku ini bisa menjadi tanda kondisi kesehatan tertentu yang Anda alami. Misalnya:

  • Kuku berwarna biru: tidak adanya oksigen dalam aliran darah.
  • Kuku berwarna putih: penyakit hati dan diabetes.
  • Kuku tampak pucat: anemia.
  • Kuku berwarna kuning: penyakit paru dan infeksi kuku.

14. Kuku terbelah

Kondisi kuku terbelah terjadi ketika kuku tumbuh ke arah tidak sesuai dengan bantalan kuku. Penyebabnya bisa jadi karena kondisi tangan terus menerus basah, kuku sering terpapar deterjen dan produk kimia tertentu, atau trauma pada kuku (terlalu sering memukul-mukul kuku).

Kapan perlu ke dokter?

Beberapa perubahan atau indikasi penyakit kuku akibat kondisi medis tertentu sebaiknya jangan Anda abaikan begitu saja. Ada beberapa tanda atau gejala penyakit kuku yang sebaiknya segera diperiksakan ke dokter, yakni:

  • Kuku berubah warna
  • Bentuk kuku berubah menjadi bergelombang
  • Ketebalan kuku berubah (lebih tebal atau lebih tipis)
  • Kuku menjadi rapuh
  • Sering ada perdarahan di sekitar kuku
  • Pembengkakan dan kemerahan di sekitar kuku
  • Rasa nyeri di sekitar kuku
  • Kuku terlepas dari kulit
  • Sebagian besar kuku rusak

Setelah mendapatkan diagnosis, dokter akan meresepkan sesuai penyakit kuku yang dialami. Jenis pengobatan yang direkomendasikan bisa berupa antibiotik, antijamur, atau pemberian krim untuk dioleskan di kuku.

Cara menjaga kesehatan kuku

Untuk mencegah penyakit kuku muncul lagi di kemudian hari, Anda perlu menjaga kesehatan kuku dengan baik. Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan kuku adalah sebagai berikut.

  • Menjaga kuku tetap bersih
  • Menggunting kuku dengan gunting kuku
  • Memotong kuku dalam kondisi lembap setelah mandi
  • Selektif memilih bahan kimia yang diaplikasikan ke kuku
  • Tidak menggigit kuku
  • Tidak merokok
  • Jika kulit atau kuku cukup sensitif, gunakan sarung tangan saat mencuci
  • Oleskan losion pada kuku untuk membuatnya tetap lembap.

Baca Juga

  • Mukormikosis, Penyakit Epidemi Jamur Hitam yang Hantui COVID-19 di India
  • Detoks Merkuri, Cara Menghilangkan Merkuri di Wajah Akibat Kosmetik Berbahaya
  • Contoh Kuku yang Tidak Sehat Ini Sebaiknya Anda Waspadai

Meski menjadi bagian tubuh terluar dan paling kecil, alangkah baiknya Anda selalu menjaga kebersihan dan kesehatan kuku. Selain mempercantik diri, kuku yang sehat juga dapat melindungi Anda dari risiko terkena penyakit kuku.

Jika Anda mengalami salah satu gejala atau tanda penyakit pada kuku di atas, segera periksakan diri ke dokter spesialis kulit guna mendapatkan penanganan yang tepat. 

Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ seputar penyakit pada kuku. Caranya, download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

penyakit kulitkukucantenganjamur kuku

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved