Penyakit Kolera: Apa Penyebabnya?

(0)
02 Oct 2020|Azelia Trifiana
Penyakit kolera sering terjadi di daerah dengan sanitasi burukBakteri penyebab kolera sering berada pada air kotor
Infeksi bakteri yang cukup serius dengan gejala dehidrasi serta diare parah adalah penyakit kolera. Media utama penularan penyakit kolera adalah air yang terkontaminasi. Itulah sebabnya dulu kolera menjadi wabah yang marak terjadi di negara-negara dengan sanitasi buruk atau di tempat yang terjadi bencana.Pada kasus penyakit kolera yang parah, harus segera diberikan penanganan medis. Jika tidak, risiko kematian bisa tak terhindarkan.

Penyebab penyakit kolera

Sebagian besar negara di dunia telah berhasil mengatasi kolera secara efektif berkat sistem sanitasi yang modern. Namun, penyakit kolera masih menjadi ancaman di negara-negara miskin dan sarat konflik.Selain itu, kondisi darurat seperti pengungsian akibat bencana alam juga meningkatkan risiko terinfeksi kolera karena sanitasi yang tak memadai.Bakteri Vibrio cholerae menjadi penyebab kolera. Penyakit ini menjadi mematikan karena substansi beracun yang diproduksi bakteri ini di usus halus, disebut dengan CTX.Adanya CTX mengganggu aliran alami sodium dan klorida ketika terikat ke dinding usus halus. Saat bakteri menempel ke dinding usus halus, konsekuensinya tubuh membuang cairan dalam jumlah banyak sehingga penderitanya mengalami diare.Infeksi kolera terjadi utamanya karena air yang terkontaminasi. Selain itu, bakteri ini juga bisa masuk ke tubuh ketika mengonsumsi buah, sayur, atau makanan lain yang kotor atau belum matang.

Faktor risiko tertular kolera

Seseorang menjadi lebih rentan tertular penyakit kolera ketika:
  • Tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk
  • Mengonsumsi air yang terkontaminasi
  • Mengonsumsi kerang atau hewan laut bercangkang dari perairan terkontaminasi

Gejala penyakit kolera

Sebagian besar penderita penyakit kolera bisa saja tidak tahu bahwa telah terinfeksi bakteri Vibrio cholerae. Ketika seseorang telah terinfeksi, ia akan terus mengeluarkan bakteri kolera lewat feses selama 7-14 hari. Diare yang dialami penderitanya bervariasi mulai dari ringan hingga parah.Umumnya, gejala penyakit kolera akan muncul 2-3 hari setelah terinfeksi, berupa:
  • Diare mendadak
  • Mual
  • Muntah
  • Dehidrasi ringan hingga parah
Ketika dehidrasi yang dialami cukup parah, penderita kolera akan merasa kelelahan, mulut kering, haus ekstrem, frekuensi buang air kecil menurun, hingga tekanan darah rendah.Jika dehidrasi sudah menyebabkan mineral dalam tubuh terbuang, akan terjadi ketidakseimbangan elektrolit. Gejala paling awal saat tubuh mengalami ketidakseimbangan elektrolit adalah kram otot yang parah.Selain itu, gejala penyakit kolera pada anak-anak biasanya juga disertai demam, mengantuk, dehidrasi, kejang, hingga koma.

Cara mengatasi penyakit kolera

air putih
Penderita kolera harus banyak minum air putih agar tidak dehidrasi
Penyakit kolera sudah sangat jarang terjadi di negara-negara maju. Selain itu, orang yang telah mengikuti prosedur aman dan kebersihan saat makan juga tidak berisiko terinfeksi kolera.Apabila merasakan gejala penyakit kolera, segera konsultasikan dengan dokter. Untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi kolera, akan dilakukan identifikasi bakteri lewat sampel feses.Lebih jauh lagi, beberapa metode untuk mengatasi kolera meliputi:
  • Rehidrasi cairan garam (oral)
  • Rehidrasi cairan (infus)
  • Pemberian antibiotik
  • Pemberian suplemen zinc
Tujuan utama dari langkah-langkah penanganan di atas adalah untuk menambah asupan cairan tubuh. Selain itu, pengobatan ini juga membantu meredakan diare lebih cepat.Penanganan medis untuk penyakit kolera harus diberikan secepatnya. Jika tidak, fatal akibatnya. Pada kasus penyakit kolera yang parah, kehilangan cairan dan elektrolit dalam waktu cepat bisa mengakibatkan kematian hanya dalam periode 2-3 jam.Bahkan pada kasus penyakit kolera lainnya, jika dibiarkan tanpa penanganan maka risiko kematian akibat dehidrasi bisa terjadi dalam waktu 18 jam.

Cegah terinfeksi bakteri penyebab kolera

Orang yang berkunjung ke negara-negara dengan sistem sanitasi buruk sebaiknya membekali diri dengan pengetahuan untuk menghindari kolera, dengan cara:
  • Mencuci tangan lebih sering
  • Hanya minum air dalam kemasan
  • Hindari mengonsumsi makanan mentah
  • Hindari mengonsumsi hewan laut bercangkang
  • Hindari produk olahan susu
  • Mengonsumsi buah dan sayur mentah yang sudah dikupas dan dicuci

Catatan dari SehatQ

Melakukan langkah-langkah higienis di atas tak hanya mencegah dari infeksi penyakit kolera, tapi juga menjaga dari kemungkinan terinfeksi penyakit lainnya. Jika Anda ingin tahu lebih banyak penyakit apa saja yang mungkin muncul dari sanitasi buruk, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitdehidrasikolera
Healthline. https://www.healthline.com/health/cholera
Diakses pada 17 September 2020
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/cholera-faq#:~:text=Cholera%20is%20an%20infectious%20disease,a%20bacterium%20called%20Vibrio%20cholerae.
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cholera
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cholera
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cholera
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait