Penyakit-penyakit Keturunan Ini Ternyata Menyebabkan Batuk pada Bayi

Penyakit keturunan dapat menjadi salah satu penyebab batuk pada bayi
Batuk pada bayi dapat disebabkan oleh kondisi tertentu.

Ketika bayi batuk, biasanya disebabkan oleh gejala flu biasa. Batuk pun biasanya akan sembuh dengan sendirinya selama beberapa hari. Akan tetapi, ada penyebab batuk tertentu yang jarang disadari oleh banyak orang, seperti misalnya penyakit keturunan.

Penyakit keturunan sebagai penyebab batuk pada bayi

Penyakit keturunan dapat diturunkan langsung melalui orangtua kepada bayi. Penyakit-penyakit ini bisa juga diwariskan melalui anggota keluarga lainnya, seperti saudara kandung, kakek, atau nenek. Beberapa penyakit keturunan yang bisa menyebabkan batuk pada bayi, di antaranya:

  • CF Bronkiektasis

Bronkiektasis terjadi ketika saluran udara di paru-paru bayi rusak, melebar, dan menebal sehingga lendir dan bakterinya menumpuk. Bronkiektasis bisa disebabkan oleh cystic fibrosis (CF), yang disebut dengan CF bronkiektasis.

Penyakit genetik ini dapat menyebabkan produksi lendir bayi menjadi berlebihan, kental, dan lengket sehingga menyumbat saluran udara yang menimbulkan infeksi dan kerusakan pada paru-paru. Penyakit CF bronkiektasis ini perlu diwaspadai karena bisa membuat bayi batuk terus menerus, batuk berdahak yang bercampur dengan darah, dahak berbau, sesak napas, nyeri dada, dan kelelahan.

Seiring berjalannya waktu, CF bronkiektasis dapat melukai jaringan paru-paru hingga tidak dapat bekerja sama sekali. Kondisi paru-paru perlahan-perlahan semakin memburuk, dan pada akhirnya bisa membahayakan nyawa jika tidak segera mendapatkan penanganan.

  • Asma

Bayi juga bisa menderita asma. Sekitar 80% kasus asma pada anak-anak menunjukkan gejala sebelum berusia 5 tahun. Asma merupakan kondisi meradangnya saluran udara (bronkial) yang merupakan tempat masuk dan keluarnya udara dari paru-paru. Asma merupakan penyakit yang dapat diturunkan, namun dapat pula disebabkan oleh hal lain seperti faktor lingkungan.

Asma bisa menyebabkan bayi sering batuk, gangguan pernapasan, napas cepat, mengi, kelelahan, wajah, bibir, dan kuku pucat kebiruan, serta sulit makan atau menyusu. Selain itu, ada kemungkinan batuk yang terjadi diakibatkan oleh hal lain sehingga Anda tidak boleh membuat kesimpulan sendiri dan harus memeriksakannya ke dokter.

[[artikel-terkait]]

Penyebab lain batuk pada bayi

Selain penyakit keturunan, batuk pada bayi juga bisa disebabkan oleh penyakit atau kondisi lainnya. Penyebab-penyebab tersebut meliputi:

  • Flu

Flu menjadi penyebab paling umum dari batuk pada bayi. Flu disebabkan oleh virus yang dapat menular melalui bersin ataupun batuk dari orang yang terinfeksi. Ketika mengalami flu, bayi akan merasakan gejala seperti batuk kering atau hanya sedikit lendir, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan demam di malam hari.

  • Infeksi paru-paru

Infeksi paru-paru menyebabkan pembentukan dahak di paru-paru hingga membuat bayi mengalami batuk berdahak. Infeksi paru-paru yang umum terjadi pada bayi, yaitu bronkiolitis dimana saluran udara kecil dalam paru-paru mengalami iinfeksi. Adapun penyebab dari bronkiolitis adalah virus syncytial respirasi (RSV).

  • Alergi

Alergi juga dapat menjadi penyebab batuk pada bayi. Batuk karena alergi biasanya terjadi ketika bayi menghirup penyebab alergi seperti debu, bulu hewan peliharaan, serbuk bunga, dan lainnya. Batuk yang dialami pun biasanya batuk kering dengan lendir yang sedikit. Selain itu, dapat pula terjadi pembengkakan di wajah, rongga hidung, dan otot tenggorokan.

  • Tersedak

Benda asing, seperti mainan atau besarnya makanan yang masuk ke mulut bayi dapat menyebabkan bayi tersedak. Ketika tersedak bayi akan mengalami batuk atau bahkan muntah. Kondisi ini lebih sering terjadi ketika bayi sedang tumbuh gigi karena air liur berlebihan dapat menetes ke tenggorokan hingga menyebabkan tersedak.

Healthline. https://www.healthline.com/health/bronchiectasis#causes
Diakses pada Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/asthma-in-babies#symptoms
Diakses pada Juli 2019

Parents. https://www.parents.com/baby/health/cough/decoding-babys-cough/
Diakses pada Juli 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/185768.php
Diakses pada 8 Juli 2019

Drugs.com. https://www.drugs.com/cg/bronchiectasis-in-children.html
Diakses pada Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/cough-home-remedies-babies-toddlers#1
Diakses pada Juli 2019

WebMD. https://www.webmd.com/children/guide/cough-treatment#1
Diakses pada Juli 2019

Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/a1050293/coughs
Diakses pada Juli 2019

Mom Junction. https://www.momjunction.com/articles/causes-of-babys-cough_00454891/
Diakses pada Juli 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed