Penyakit Kawasaki, Salah Satu Penyebab Penyakit Jantung pada Anak

Penyakit Kawasaki dapat menjadi penyebab penyakit jantung pada anak
Ilustrasi diagnosis penyakit Kawasaki

Penyakit Kawasaki atau sindrom kelenjar getah bening mukokutan adalah kondisi medis langka yang sungguh berbahaya. Penyakit ini menyebabkan peradangan pada pembuluh darah arteri, vena, dan kapiler.

Tidak hanya itu, pembuluh darah koroner pada jantung pun menjadi korbannya. Sebutan untuk penyakit ini diambil dari nama dokter anak asal Jepang, yakni Tomisaku Kawasaki, yang menemukan penyakit tersebut pada tahun 1967.

Gejala penyakit Kawasaki

Di Indonesia, kasus penyakit Kawasaki per tahunnya bisa mencapai angka 5.000. Sayangnya, yang terdeteksi hanya 150-200 kasus per tahun.

Gejala penyakit Kawasaki terbagi menjadi dua fase, yaitu gejala awal dan gejala lanjutan. Maka dari itu, sebagai orangtua Anda harus memahami gejalanya. Sebab, semakin cepat penanganannya, semakin baik juga hasil pengobatannya.

1. Gejala awal penyakit Kawasaki

Gejala awal penyakit Kawasaki, yang bisa bertahan sampai 2 minggu, meliputi:

  • Demam tinggi hingga 5 hari atau lebih
  • Ruam pada area punggung, perut, dada, tangan, dan kaki
  • Mata merah
  • Bibir bengkak dan berwarna merah terang
  • Lidah stroberi, yang ditandai dengan warna cerah dan bintik merah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Pembengkakan pada tangan dan kaki
  • Telapak tangan dan kaki berwarna merah

Beberapa masalah jantung juga bisa muncul pada fase awal penyakit Kawasaki. Jika gejala-gejala di atas muncul, segera bawa anak Anda ke rumah sakit terdekat, untuk mendapatkan penanganan.

2. Gejala lanjutan penyakit Kawasaki

Gejala lanjutan penyakit Kawasaki akan muncul setelah pasien mengalami demam tinggi selama 2 minggu. Kulit di ujung jari tangan dan kaki anak akan mengelupas dan terlepas. Beberapa anak bahkan ada yang mengalami nyeri sendi.

Selain itu, beberapa gejala lanjutan di bawah ini, juga bisa muncul.

  • Sakit perut
  • Muntah
  • Diare
  • Kantung empedu membesar
  • Gangguan pendengaran sementara

Sebelum gejala lanjutan muncul, sebaiknya Anda sudah membawa anak ke rumah sakit karena komplikasi berupa penyakit jantung bisa muncul.

Penyebab penyakit Kawasaki

Sejauh ini, para peneliti di berbagai negara belum mengetahui teka-teki penyebab penyakit Kawasaki. Mereka berspekulasi, faktor genetik dan lingkunganlah yang menjadi pemicunya.

Perlu diingat, penyakit Kawasaki lebih sering menyerang anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah 5 tahun dan merupakan orang Asia.

Bagaimana cara mendiagnosis penyakit kawasaki?

Setelah melihat gejala-gejalanya, dokter akan melakukan beberapa tes untuk mendiagnosis penyakit Kawasaki pada anak. Tes itu meliputi:

  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan lab darah dan urine
  • Rontgen dada untuk melihat gambaran jantung dan paru-paru
  • Pemeriksaan fungsi jantung dan irama jantung (elektrokardiografi). Adanya gangguan irama jantung mengindikasikan penyakit Kawasaki sudah menyebabkan gangguan jantung.

Pengobatan penyakit Kawasaki

Pengobatan penyakit kawasaki umumnya menggunakan infus antibodi (imunoglobulin intravena) dengan dosis disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Beberapa anak memerlukan waktu pengobatan lebih lama, dibandingkan anak lainnya. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyumbatan arteri atau serangan jantung.

Komplikasi penyakit Kawasaki

Komplikasi penyakit Kawasaki pada anak-anak bisa berupa penyakit jantung. Namun, pengobatan dan penanganan yang cepat akan menurunkan risikonya. Komplikasi jantung akibat penyakit Kawasaki meliputi:

Sebelum komplikasi penyakit Kawasaki di atas datang, segeralah bawa anak Anda ke rumah sakit, jika sudah menunjukkan gejala-gejala yang menandakan keberadaan penyakit ini. Sebab jika dibiarkan terlalu lama, risiko munculnya komplikasi jantung pada pasien penyakit kawasaki, bisa semakin tinggi.

Narasumber:
DR. dr. Najib Advani, Sp.A(K), M.Med (Paed)
Dokter Spesialis Anak Konsultan - Ahli menangani penyakit Kawasaki
OMNI Hospitals Alam Sutera

OMNI Hospitals Alam Sutera

Healthline. https://www.healthline.com/health/kawasaki-disease#TOC_TITLE_HDR_1
Diakses 29 Maret 2020

Medschool. https://medschool.ucsd.edu/som/pediatrics/research/centers/kawasaki-disease/about/Pages/History.aspx
Diakses pada 29 Maret 2020

Artikel Terkait