Penyakit Kaki Gajah: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengobatinya


Penyakit kaki gajah atau filariasis limfatik adalah kondisi bengkaknya kaki akibat infeksi cacing yang dibawa oleh nyamuk. Kondisi ini umumnya dialami orang yang tinggal di area tropis dan subtropis.

(0)
11 Nov 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penyakit kaki gajah karena nyamukPenyakit kaki gajah disebabkan oleh infeksi cacing yang ditularkan melalui nyamuk
Nama penyakit kaki gajah muncul karena infeksi yang disebabkan oleh cacing ini, akan menyebabkan kaki membengkak dan besar, seperti kaki gajah. Kulit kaki penderita penyakit ini juga menjadi keras dan tebal.Tidak hanya kaki, orang yang terserang infeksi ini juga bisa mengalami pembesaran di skrotum dan payudara. Saat ini, ada sekitar 120 juta orang di seluruh dunia yang menderita penyakit kaki gajah.Penyakit ini umumnya dialami oleh orang yang tinggal di area tropis dan subtropis, seperti Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Afrika. Selain itu, orang yang tingkat kebersihan hariannya sangat buruk, juga berisiko lebih besar terkena penyakit kaki gajah.

Penyebab kaki gajah

Siapa sangka, hewan sekecil nyamuk bisa menyebabkan kaki membengkak hingga seperti gajah? Ya, penyakit kaki gajah, memang disebabkan oleh infeksi cacing. Namun, cacing tersebut bisa masuk ke tubuh, akibat gigitan nyamuk yang membawanya.Ada tiga jenis cacing yang bisa menyebabkan penyakit kaki gajah, yaitu:
  • Wuchereria bancrofti, yang menjadi penyebab hampir 90% kasus kaki gajah
  • Brugia malayi
  • Brugia timori
Cacing ini bisa masuk ke tubuh nyamuk, saat nyamuk tersebut mengisap darah orang yang sebelumnya sudah terinfeksi penyakit kaki gajah. Saat darah diisap, cacing masih berada pada tahap telur, dan kemudian berkembang menjadi larva di tubuh nyamuk.Apabila nyamuk tersebut kemudian menggigit orang lain, maka larva tersebut akan masuk ke kulit dan berjalan ke pembuluh darah limfatik. Di sana, larva akan berubah menjadi cacing dewasa dan berkembang biak secara masif.Cacing dewasa akan menetap di pembuluh darah limfatik dan mengganggu fungsi dari sistem limfatik. Cacing ini bahkan dapat hidup selama enam hingga delapan tahun, dan selama hidupnya akan memproduksi jutaan larva dalam darah.Gangguan pada sistem limfatik inilah yang menyebabkan terjadinya pembengkakan di beberapa area di tubuh, termasuk kaki, dan menyebabkan penyakit kaki gajah.

Gejala dan ciri-ciri kaki gajah

Tentu, gejala paling menonjol dari penyakit kaki gajah adalah pembengkakan di kaki. Namun, penyakit ini ternyata juga bisa menyebabkan bagian tubuh lain membesar, termasuk di area genital, payudara, dan tangan.Pada awal penyakit menjangkit tubuh Anda, penderita kaki gajah biasanya tidak mengalami gejala apa pun. Kondisi ini tentu akan mengecoh penderitanya, sebab penderita kemungkinan akan tidak sadar telah tertular penyakit kaki gajah (filariasis), dan terlambat melakukan penanganan.Peradangan pembuluh atau kelenjar getah bening juga dapat muncul di fase awal, berupa pembengkakan setempat pada pembuluh dan kelenjar getah bening.Kulit penderita kaki gajah, akan berubah, dengan ciri-ciri sebagai berikut:
  • Kering
  • Menebal
  • Timbul luka-luka atau koreng
  • Berwarna lebih gelap dari sebelumnya
  • Muncul cekungan-cekungan di kulit
Beberapa orang juga mengalami gejala lain seperti demam dan menggigil. Selain itu, karena penyakit kaki gajah akan menurunkan fungsi daya tahan di tubuh, maka penderitanya juga berisiko lebih besat mengalami infeksi sekunder.

Cara mengobati penyakit kaki gajah hingga tuntas

Apabila infeksi kaki gajah masih berada di fase aktif, maka cacing penyebabnya bisa dibunuh dengan pemberian obat-obatan. Obat yang digunakan juga akan mencegah infeksi ini menyebar ke orang lain.Obat antiparasit yang digunakan umumnya adalah:Sementara itu, gejala yang menyertai penyakit kaki gajah, bisa diredakan dengan obat antihistamin, analegsik, ataupun antibiotik.Tidak semua penderita penyakit kaki gajah perlu diobati. Sebab, bisa saja, cacing di tubuhnya sudah hilang, meski gejala lainnya masih muncul. Perawatan biasanya dilakukan untuk mengatasi pembengkakan maupun infeksi kulit yang terjadi.Berikut ini langkah yang bisa dilakukan:
  • Cuci area kulit yang terinfeksi dengan sabun dan air, setiap hari.
  • Rutin oleskan pelembap pada kulit.
  • Naikkan kaki ke atas, untuk memperlancar aliran cairan di kaki.
  • Pastikan beri disinfektan pada luka untuk mencegah infeksi sekunder.
  • Berolahraga secara teratur, untuk memaksimalkan fungsi sistem limfatik, tapi tetap sesuai anjuran dokter.
  • Tutup area kaki yang bengkak dengan perban atau penutup lainnya, untuk mencegah kaki bertambah besar.
Pada beberapa kasus, operasi juga dapat dilakukan untuk mengangkat jaringan limfatik yang rusak atau mengurangi tekanan di area tertentu, seperti skrotum.Selain pengobatan secara fisik, pendampingan secara psikologis juga dapat dilakukan untuk memudahkan penderita menghadapi penyakit kaki gajah yang dideritanya.

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda berencana untuk berpergian ke daerah yang terdapat kasus kaki gajah, sebaiknya berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter. Tanyakan kepada dokter adakah cara untuk mencegah kondisi ini sebelum sampai ke tujuan Anda. Anda juga harus segera berkonsultasi dengan dokter bila di lingkungan tempat tinggal Anda ada yang menderita penyakit kaki gajah.Temui dokter jika Anda mengalami pembengkakan di area saluran dan kelenjar getah bening, khususnya bila Anda tinggal di tempat yang banyak terdapat kasus kaki gajah atau sehabis berpergian ke daerah yang terdapat kasus kaki gajah. Meski sudah jarang ditemui, bukan berarti penyakit kaki gajah tidak perlu diwaspdai. Selalu jaga kebersihan lingkungan dan tubuh Anda sehari-hari, untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini.Selain itu, apabila infeksi terlanjur terjadi, jangan menyerah dalam menjalani perawatan dengan tepat, untuk menghindari komplikasi yang mungkin terjadi, seperti kelumpuhan atau infeksi sekunder.
infeksi cacinggigitan nyamukpenyakit kaki
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/lymphatic-filariasis
Diakses pada 11 November 2019
WebMD. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/lymphatic-filariasis
Diakses pada 11 November 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/elephantiasis
Diakses pada 11 November 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321797.php#complications
Diakses pada 11 November 2019
Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/parasites/lymphaticfilariasis/gen_info/faqs.html
Diakses pada 24 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait