Kenali Penyebab Jantung Koroner dan Ketahui Cara Mencegahnya

Penyebab jantung koroner disebabkan oleh plak yang menyumbat dan mempersempit aliran darah ke jantung
Penyakit jantung koroner setiap tahunnya memakan banyak korban di Indonesia.

Penyakit jantung koroner merupakan penyakit mematikan karena jika tidak mengalami kematian, penderitanya bisa mengalami kecacatan tanpa adanya peringatan sebelumnya. Ketika penderitanya berada di bawah usia 40 tahun, maka konsekuensi yang harus dihadapi tidak hanya kepada penderita sendiri, melainkan juga keluarga, teman, hingga pekerjaan.

Data World Health Organization (WHO) tahun 2012 menunjukkan bahwa 17,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskuler. Lebih dari 3/4 kematian akibat penyakit tersebut terjadi di negara berkembang seperti Indonesia.

Dari 17,5 juta kematian akibat penyakit kardiovaskuler di atas, 7,4 juta (42,3%) di antaranya diakibatkan oleh penyakit jantung koroner. Khusus untuk di Indonesia, berdasarkan riset dari Sample Registration System (SRS) pada 2014 menunjukkan bahwa penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke, yaitu sekitar 12,9%

Mengenal Penyebab Jantung Koroner

Penyebab jantung koroner diakibatkan oleh adanya plak yang terbentuk di dinding arteri pembuluh darah jantung, sehingga mengakibatkan pasokan darah ke jantung dan ke area lainnya tersumbat. Plak tersebut mengakibatkan saluran pada pembuluh darah arteri mengecil seiring dengan berjalannya waktu, sehingga sebagian atau bahkan seluruh aliran darah akan terhenti. Proses ini disebut juga dengan aterosklerosis.

Jumlah plak yang terlalu banyak dan menyempitkan aliran pembuluh darah arteri akan menyulitkan terpompanya aliran darah ke seluruh tubuh. Ketika otot jantung tidak memiliki cukup pasokan darah, akan terjadi nyeri pada dada sebelah kiri atau angina. Angina merupakan gejala yang umum terjadi pada kasus penyakit jantung koroner. Seiring dengan berjalannya waktu, penyakit jantung koroner ini dapat menyebabkan penyakit gagal jantung dan detak jantung yang tidak normal.

Berbagai Gejala Penyakit Jantung Koroner

1. Angina

  • Nyeri dada: Rasa nyeri pada dada seperti diremas, ditekan, mengencang, terbakar, atau pedih di sepanjang dada. Biasanya gejala ini terasa pada bagian belakang tulang rusuk. Nyeri terkadang menyebar ke daerah leher, rahang, lengan, tenggorokan, punggung, dan bahkan pada gigi.

  • Gejala lainnya: Nyeri terbakar di ulu hati, terasa lemas, berkeringat, mual, kram, dan napas pendek. Berikut ini beberapa tipe angina dan gejalanya:
    • Angina stabil: Rasa tidak nyaman dapat berlangsung dalam waktu yang singkat dan terasa seperti ada gas atau gangguan pencernaan. Biasanya terjadi saat jantung bekerja lebih keras dari biasanya, misalnya pada saat olahraga. Polanya teratur dan dapat terjadi selama berbulan-bulan atau tahunan. Beristirahat dan pengobatan bisa mengurangi gejala ini.

    • Angina tidak stabil pada daerah koroner: Biasanya sering terjadi akibat adanya gumpalan darah. Terjadi pada saat sedang beristirahat dan bertahan lebih lama bahkan dapat memburuk dari waktu ke waktu

    • Variasi Angina: Biasanya berlangsung pada saat istirahat dan parah. Angina tipe ini terjadi ketika ada kejang pada bagian arteri yang mengakibatkan pengencangan dan penyempitan, sehingga mengacaukan pasokan darah ke jantung. Pemicunya bisa dikarenakan udara dingin, stres, obat-obatan, rokok, atau penggunaan kokain.

2. Napas Pendek (Dispnea)

Penyakit jantung koroner juga dapat mengakibatkan napas pendek. Jika aliran darah ke jantung dan organ lainnya tersumbat, maka penderita akan mulai merasa sesak napas. Gerakan yang terlalu berenergi akan sangat melelahkan

3. Serangan Jantung

Serangan jantung terjadi ketika otot jantung tidak memiliki cukup darah, sehingga kekurangan oksigen. Otot jantung akan mati dan serangan jantung akan terjadi. Serangan jantung biasanya terjadi ketika sumbatan darah berkembang dari plak yang berada di pembuluh darah arteri koroner. Gejala dari serangan jantung, di antaranya: rasa tidak nyaman di area dada, baik terasa ringan maupun terasa tajam, batuk, pusing, napas pendek, wajah membiru, mual/muntah, keringat, dan susah untuk beristirahat.

Gejala awal dari serangan jantung adalah nyeri di dada yang menyebar ke daerah leher, rahang, telinga, lengan, dan telapak tangan, lalu ke daerah bahu, punggung, dan perut bagian bawah.

Mengubah posisi beristirahat atau berbaring tidak akan membuat keadaan membaik. Nyeri terkadang bersifat tetap, namun kadang menghilang. Gejala ini dapat terjadi selama beberapa menit atau beberapa jam. Serangan jantung bersifat gawat darurat karena dapat mengakibatkan kematian atau kerusakan permanen dari otot jantung.

Cara Mencegah Penyakit Jantung Koroner

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko jantung koroner sebagai cara pencegahan, yaitu:

  1. Menjalani gaya hidup yang lebih sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi (rendah garam, rendah lemak), diet sehat, rutin berolahraga, dan berhenti merokok.
  2. Menjalani pengobatan untuk mengatasi faktor risiko jantung koroner, seperti kolesterol tinggi, darah tinggi, dan detak jantung yang tidak beraturan.
  3. Operasi pada pembuluh darah yang dianjurkan oleh dokter untuk mengembalikan aliran darah ke jantung.

Journal of the American College of Cardiology. http://www.onlinejacc.org/content/41/4/529#
Diakses pada April 2019

Health. https://www.health.com/heart-disease/heart-attack-young-women
Diakses pada April 2019

Kemenkes RI. http://www.depkes.go.id/article/view/17073100005/penyakit-jantung-penyebab-kematian-tertinggi-kemenkes-ingatkan-cerdik-.html
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed