Penyakit Hipospadia, Kelainan Bawaan yang Menyerang Pria

Penyakit hipospadia adalah kelainan bawaan lahir pada pria yang paling sering terjadi
Penyakit hipospadia adalah kelainan bawaan lahir pada pria yang paling sering terjadi.

Sebagian besar bayi laki-laki lahir dengan kondisi penis yang normal, baik dari segi ukuran maupun fungsinya. Namun tidak sedikit pula bayi laki-laki yang terlahir dengan kelainan genital. Salah satunya penyakit hipospadia.

Hipospadia termasuk kelainan genital yang paling sering dialami oleh para pria. Diperkirakan ada satu orang penderita hipospadia pada tiap 200 bayi laki-laki yang lahir, namun penyebab pastinya masih misterius.

[[artikel-terkait]]

Kenapa penyakit hipospadia bisa terjadi?

Hipospadia adalah salah satu bentuk kelainan bawaan lahir (kongenital), di mana lubang pembuangan uretra (saluran kemih) berada di bagian bawah penis. Normalnya, lubang ini seharusnya berada di ujung penis.

Pembentukan penis pada janin terjadi ketika usia kandungan memasuki usia 9-12 minggu. Dalam rentang waktu tersebut, uretra dan kulit luar penis akan terbentuk. Ketika ‘hormon laki-laki’, yaitu testosterone, yang terdapat dalam janin mengalami masalah, hipospadia bisa terjadi.

Dalam sebagian besar kasus, penyebab hipospadia tidak diketahui. Para pakar berpendapat bahwa cacat lahir ini disebabkan oleh faktor keturunan atau genetika. Ini berarti jika ada anggota keluarga Anda yang mengidap hipospadia, bukan tidak mungkin bayi Anda juga akan memiliki penyakit yang sama.

Meski begitu, kondisi lingkungan saat kehamilan juga dikatakan memegang peran penting. Contohnya, obat-obatan yang dikonsumsi oleh sang ibu selama hamil serta usia ibu yang berada di atas 35 tahun ketika hamil.

Apa penyakit hipospadia bisa disembuhkan?

Hipospadia bisa disembuhkan dengan mudah. Caranya adalah dengan jalan operasi ketika anak berusia 3-18 bulan.

Operasi bisa dilakukan sebanyak satu kali maupun bertahap. Keputusan ini diambil oleh dokter dengan mempertimbangkan kondisi hipospadia yang dialami oleh penderita.

Bila hipospadia tidak ditangani dengan tepat

Hipospadia bisa langsung terlihat ketika bayi lahir dengan ciri-ciri khas, yaitu lubang pembuangan dari uretra yang tidak berada di ujung penis. Bentuk penis juga bisa tampak bengkok ke bawah dan aliran urine yang terlihat janggal ketika buang air kecil.

Ketika Anda menemukan ciri-ciri hipospadia pada bayi Anda, sebaiknya langsung temui dan konsultasikan dengan dokter guna mendapatkan pengobatan yang tepat. Umumnya, kelainan ini bisa disembuhkan melalui prosedur operasi untuk memperbaiki penis.

Meskipun demikian, kemungkinan komplikasi setelah operasi tetap ada. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah munculnya lubang uretra baru di titik lain pada bagian bawah penis.

Dibutuhkan operasi lain untuk memperbaiki komplikasi tersebut. Namun operasi lanjutan ini tentu harus menunggu luka pascaoperasi pertama kering terlebih dahulu, yakni sekitar 6 bulan.

Untuk jangka panjang, hipospadia yang tak ditangani bisa menyebabkan penderita kesulitan buang air kecil sambil berdiri layaknya seorang laki-laki, bentuk penis yang tidak normal (saat ereksi maupun tidak), dan menghambat proses ejakulasi. Oleh karena itu, segera konsultasikan dengan dokter menangani penyakit hipospadia dengan saksama dan jangan menunggu sampai terjadi komplikasi!

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypospadias/symptoms-causes/syc-20355148
Diakses pada 8 Mei 2019

Central for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/hypospadias.html
Diakses pada 8 Mei 2019

Urology Care Foundation. https://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/hypospadias
Diakses pada 8 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed