Kelopak mata bengkak muncul akibat adanya peradangan atau penumpukan cairan pada jaringan ikat di sekitar mata
Pembengkakan pada kelopak mata bisa disertai rasa sakit, bisa juga tidak

Banyak hal bisa menyebabkan kelopak mata bengkak. Mulai dari alergi sebagai penyebab yang paling sering, infeksi pada mata, hingga cedera.

Ada juga beberapa penyakit yang cukup serius pada mata, yang menimbulkan gejala pembengkakan kelopak mata. 

Kelopak mata bengkak dan gejala penyertanya

Kelopak mata bengkak bisa jadi bagian dari gejala penyakit yang menyerang mata. Selain bengkak, biasanya gejala lain yang timbul meliputi:

  • Iritasi mata berupa rasa gatal atau seolah-olah ada kotoran atau sesuatu mengganjal di mata.
  • Mata yang sensitif terhadap cahaya.
  • Produksi air mata yang berlebihan, sehingga mata selalu tampak berair.
  • Penglihatan yang terganggu karena terhalang pembengkakan.
  • Mata merah.
  • Kelopak mata yang kering dan bersisik.
  • Rasa sakit, terutama jika kelopak mata bengkak disebabkan oleh infeksi. 

Istilah mata bengkak sebenarnya berbeda dengan mata sembap. Mata bengkak merupakan frasa yang merujuk pada kelopak mata bengkak akibat alergi, infeksi, atau cedera.

Sementara mata sembap lebih merujuk pada karakteristik fisik eksternal dari kelopak mata, yang membengkak. Misalnya, akibat retensi air, kurang tidur, atau memang terdapat lingkaran gelap di bawah mata secara genetik. 

7 penyakit yang dapat memicu kelopak mata bengkak

Penyakit mata dengan gejala kelopak mata bengkak bisa merupakan gangguan medis ringan hingga berat yang berpotensi merusak penglihatan. Apa sajakah penyakit tersebut?

1. Hordeolum

Hordeolum adalah sejenis infeksi yang menyebabkan kelopak mata bengkak. Kondisi ini lebih dikenal dengan bintitan.

Bintitan diawali dengan munculnya benjolan kemerahan, gatal, dan sakit di kelopak mata. Beberapa hari kemudian, benjolan akan berubah seperti jerawat besar atau bisul di kelopak mata. 

Penyebab bintitan adalah infeksi kelenjar di kelopak mata, biasanya pada kelenjar air mata atau kelenjar minyak. Sebagian besar kasus hordeolum tidak perlu pengobatan khusus. Anda cukup menempelkan kompres hangat untuk meredakan sakit dan menarik nanah ke permukaan benjolan.

Ingat, jangan pernah memecahkan bintitan di kelopak mata. Pasalnya, infeksi malah bisa menyebar. 

2. Kalazion

Penampakan kalazion bisa mirip bintitan. Namun kondisi ini bukan disebabkan oleh infeksi. Penyebabnya adalah kelenjar minyak yang tersumbat di kelopak mata.

Meski benjolan di kelopak mata bisa tumbuh cukup besar, kalazion tidak menimbulkan rasa sakit dan akan mengempis sendiri dalam waktu beberapa hari. 

3. Alergi

Jika kelopak mata bengkak disertai dengan mata merah dan berair, penyebabnya kemungkinan dalah alergi. Kondisi ini tidaklah berbahaya walau memang menyebabkan tidak nyaman. 

Cara mencegah alergi adalah dengan menghindari zat-zat penyebab timbulnya reaksi alergi, seperti debu dan bulu binatang. Kelopak mata bengkak akibat alergi bisa diatasi dengan konsumsi obat antihistamin, terutama yang diresepkan oleh dokter. 

4. Selulitis orbital

Selulitis orbital adalah infeksi bakteri pada bagian dalam jaringan kelopak mata. Gejalanya berupa kelopak mata bengkak dan merah yang disertai rasa sakit. Kondisi ini termasuk infeksi yang serius dan membutuhkan pengobatan dengan antibiotik.

5. Penyakit Graves

Penyakit Graves adalah kelainan endokrin yang menyebabkan kelenjar tirod menjadi terlalu aktif. Akibatnya, kelenjar tiroid melepaskan sel-sel imunitas untuk memerangi infeksi di mata. Padahal, infeksi sesungguhnya tidak terjadi.

Antibodi yang dilepaskan tersebut malah membuat kelopak mata mengalami peradangan dan membengkak.

6. Herpes mata

Kelopak mata bengkak bisa menjadi salah satu gejala dari herpes okular atau herpes mata. Penyakit mata ini merupakan infeksi akibat virus herpes yang terjadi di mata. Ciri khas herpes adalah bintil berair dan bergerombol kemerahan. 

Herpes mata lebih sering terjadi pada anak-anak, tapi tidak menutup kemungkinan untuk dialami oleh segala usia. 

Pemberian obat antivirus bisa meredakan gejala penyakit herpes mata. Namun obat ini tidak akan menghilangkan virus herpes dari tubuh penderita. 

7. Blefaritis

Ada orang-orang yang memiliki jumlah bakteri cukup banyak di kelopak matanya. Bakteri ini bisa menimbulkan infeksi yang disebut blefaritis.

Orang yang mengidap blefaritis biasa memiliki kelopak mata berminyak dan serpihan mirip ketombe di sekitar bulu matanya. 

Blefaritis merupakan kondisi kronis (jangka panjang). Penyakit ini juga bisa kambuh.

Upaya mencegah kambuhnya blefaritis adalah dengan membersihkan sisa riasan mata dengan saksama dan rajin membersihkan mata.

Jika blefaritis menimbulkan rasa sakit saat kelopak mata bengkak, dokter bisa meresepkan salep antibiotik untuk mengatasi infeksi. 

Beberapa penyakit yang menyebabkan kelopak mata bengkak memang bisa sembuh sendiri. Namun sebagian orang memilih untuk langsung berobat ke dokter begitu mengalami gejala kelopak mata bengkak.

Anda harus memeriksakan diri ke dokter mata jika gejala sakit mata bertambah parah atau tidak kunjung reda dalam waktu beberapa hari. Dengan ini, penyebab bisa diketahui dan pengobatan dapat dilakukan agar komplikasi tidak terjadi.

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/swollen-eyelids.htm
Diakses pada 21 Oktober 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318219.php
Diakses pada 21 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed