Penyakit Demensia: Gejala, Perawatan, dan Fase-fasenya

Demensia dapat menyebabkan lansia menjadi pikun dan mengalami penurunan fungsi mental lain
Alzheimer dan parkinson merupakan penyakit yang dapat menghasilkan demensia.

Penyakit demensia mengacu pada sebuah kategori penyakit yang menyebabkan hilangnya memori serta penurunan fungsi mental lainnya. Penyakit demensia terjadi karena adanya perubahan fisik dalam otak dan merupakan salah satu penyakit progresif yang semakin memburuk dari waktu ke waktu. Bagi sebagian orang, penyakit demensia dapat berkembang cepat, namun sebagian lainnya butuh waktu bertahun-tahun untuk mencapat tahap selanjutnya.

Perkembangan penyakit demensia sangat tergantung dari penyebab demensia. Meski orang-orang akan mengalami fase demensia secara berbeda, namun kebanyakan orang dengan demensia mengalami berbagai gejala yang sama.

Tipe Penyakit Demensia

Gejala dan penyebab dari penyakit ini tergantung dari tipe penyakit demensia seseorang. Beberapa tipe dari penyakit demensia yang dapat diketahui, di antaranya:

1. Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer merupakan bentuk paling umum dari penyakit demensia. Mencakup sekitar 60-80 persen kasus dialami. Biasanya penyakit ini berkembang lambat. Rata-rata penderitanya dapat hidup hanya empat hingga delapan tahun setelah didiagnosis. Alzheimer terjadi karena adanya perubahan fisik pada otak, termasuk adanya penumpukan protein tertentu dan kerusakan saraf.

2. Penyakit Demensia dengan Lewy Bodies

Penyakit demensia ini disebabkan karena ada gumpalan protein dalam korteks. Selain kehilangan memori dan kebingungan, penyakit demensia dengan lewy bodies juga dapat menyebabkan:

  1. Gangguan tidur
  2. Halusinasi
  3. Ketidakseimbangan
  4. Kesulitan pergerakan lainnya

3. Penyakit Demensia Vascular

Penyakit demensia ini juga dikenal sebagai demensia pasca stroke atau demensia multi-infark, yang menyumbang sekitar 10% kasus dari semua kasus demensia. Penyakit demensia ini disebabkan karena pembuluh darah yang tersumbat.

4. Parkinson

Penyakit Parkinson adalah sebuah kondisi neurodegeneratif yang dapat menghasilkan demensia serupa dengan Alzheimer di tahap selanjutnya. Penyakit ini sering menyebabkan masalah gerakan dan kontrol motoric, namun juga dapat menyebabkan demensia pada sebagian orang.

5. Penyakit Demensia Frontotemporal

Penyakit demensia ini merupakan demensia yang mengacu pada sekelompok demensia yang sering menyebabkan perubahan dalam kepribadian dan perilaku.

6. Penyakit Demensia Campuran

Merupakan demensia di mana berbagai jenis kelainan otak penyebab demensia hadir. Alzheimer dan vascular merupakan tipe penyakit demensia yang paling umum terjadi, namun dapat menyertakan bentuk demensia lainnya.

Perawatan Penyakit Demensia

Diagnosis penyakit demensia berbasis pada beberapa tes medis dan riwayat medis Anda. Jika Anda mengalami gejala demensia, maka dokter akan melakukan tindakan:

  1. Pemeriksaan fisik
  2. Uji neurologis
  3. Tes status mental
  4. Tes laboratorium lainnya untuk menyingkirkan penyebab lain dari gejala

Selain itu, ada beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis demensia:

  1. Mini-mental State Examination (MMSE)
  2. Mini-Cog Test
  3. Clinical Dementia Rating (CDR)

Fase-fase Penyakit Demensia

Demensia berkembang dengan cara yang berbeda pada setiap orang. Banyak orang akan mengalami gejala yang berhubungan dengan fase-fase Azheimer sebagai berikut:

1. Mild Cognitive Impairment (MCI)

MCI adalah kondisi yang dapat memengaruhi orang tua. Karakteristik dari MCI ditandai dengan seringnya kehilangan hal-hal yang penting, kelupaan, dan kesulitan berbicara.

2. Demensia Ringan

Gejala umum demensia ringan adalah kehilangan memori dari kejadian yang baru terjadi, perubahan kepribadian, kehilangan atau salah menaruh sesuatu, kesulitan memecahkan masalah rumit, dan kesulitan mengatur atau mengekspresikan pikiran.

3. Demensia Sedang

Penderita yang mengalami demensia sedang akan membutuhkan bantuan yang lebih banyak dalam keseharian mereka. Gejala umum yang dapat terjadi adalah meningkatnya rasa kebingungan, kehilangan memori yang lebih besar, membutuhkan bantuan untuk melakukan kegiatan, perubahan pola tidur, serta adanya perubahan kepribadian dan perilaku yang signifikan.

4. Demensia Parah

Penderita demensia parah akan mengalami penurunan kondisi mental dan kemampuan fisik yang memburuk. Gejalanya juga meliputi hilangnya kemampuan berkomunikasi, membutuhkan bantuan sepanjang waktu, hilangnya kemampuan fisik, dan rentan terhadap infeksi seperti pneumonia.

Healthline. https://www.healthline.com/health/dementia/stages#stages
Diakses pada Oktober 2018

ALZ. https://www.alz.org/what-is-dementia.asp
Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed