Penyakit Darah: Ini Gejala, Penyebab, dan Jenisnya


Penyakit darah atau koagulopati adalah kondisi ketika seseorang lebih mudah mengalami perdarahan. Tubuh tidak bisa menggumpalkan atau membekukan darah dengan optimal. Padahal, seharusnya sistem koagulasi ini harus seimbang.

0,0
02 Sep 2021|Azelia Trifiana
Sampel darahSampel darah
Penyakit darah atau koagulopati adalah kondisi ketika seseorang lebih mudah mengalami perdarahan. Tubuh tidak bisa menggumpalkan atau membekukan darah dengan optimal. Padahal, seharusnya sistem koagulasi ini harus seimbang.Ada banyak jenis penyakit darah dengan gejala berbeda-beda. Untuk menentukan secara pasti apa jenis kelainan darah dan cara menanganinya, perlu konsultasi bersama ahlinya.

Gejala penyakit darah

mimisan
Mimisan
Idealnya, seseorang tidak terlalu mudah mengalami perdarahan sekaligus tidak juga terlalu dominan pembekuan darahnya. Namun pada orang yang mengalami penyakit darah, gejala-gejala yang muncul bisa berbeda-beda.Beberapa contoh gejala yang bisa terjadi adalah:
  • Kerap mengalami mimisan
  • Gusi mudah berdarah
  • Darah haid sangat banyak
  • Perdarahan pasca-persalinan
  • Perdarahan setelah suntik atau donor
  • Perdarahan terus-menerus setelah operasi
  • Memar berukuran besar di tubuh
Namun ketika seseorang mengalami salah satu gejala di atas, tidak serta-merta berarti mengalami penyakit darah. Jadi, sebaiknya diskusikan dengan dokter untuk tahu secara pasti diagnosisnya.

Penyebab penyakit darah

Ada banyak jenis kelainan darah dan juga penyebabnya. Pemicu ini juga akan berpengaruh pada cara penanganan dan gejala yang ditimbulkan.Beberapa penyebab penyakit darah di antaranya:
  • Keturunan

Beberapa jenis penyakit darah seperti hemofilia dan penyakit Von Willebrand terjadi karena keturunan. Artinya, seseorang memang terlahir dengan kondisi itu.
  • Penyakit hati

Faktor koagulasi yang berkaitan dengan reaksi penggumpalan darah utamanya diproses di hati. Itu sebabnya, seseorang dengan penyakit hati parah tidak bisa memproduksi cukup faktor koagulasi dan mudah mengalami perdarahan.
  • Kekurangan vitamin K

Beberapa jenis faktor koagulasi memerlukan vitamin K untuk bisa berfungsi optimal. Artinya, orang dengan kondisi defisiensi vitamin K mudah mengalami perdarahan.
  • Terapi antikoagulasi

Seseorang yang menjalani terapi antikoagulasi atau mengonsumsi obat untuk mencegah penggumpalan juga lebih rentan mengalami perdarahan
  • Penyakit pada trombosit

Apabila trombosit tidak berfungsi optimal, maka penggumpalan darah sulit terjadi. Akibatnya perdarahan menjadi tidak terkontrol

Jenis penyakit darah

Ada banyak jenis penyakit darah, beberapa di antaranya adalah:
  • Hemofilia

Termasuk jenis kelainan darah paling umum. Penderitanya kehilangan salah satu faktor koagulasi. Jenis yang paling umum adalah hemofilia A, artinya tidak memiliki faktor 8 dalam sistem koagulasinya.Hemofilia adalah penyakit turunan dalam keluarga. Kromosom Y ikut terlibat dalam terjadinya penyakit ini, sehingga laki-laki lebih rentan mengalaminya. Penderita hemofilia bisa saja mengalami perdarahan parah akibat cedera maupun spontan.
  • Penyakit Von Willebrand

Penyakit Von Willebrand juga termasuk penyakit darah paling umum terjadi di dunia. Sifatnya keturunan, sama kemungkinannya antara laki-laki dan perempuan. Seberapa parah perdarahan berbeda-beda, bergantung pada jenis yang dideritanya.
  • Penyakit hati

Apabila hati atau liver tidak berfungsi optimal, maka mustahil faktor koagulasi bisa diproduksi. Tanpa adanya faktor-faktor ini, pasien bisa saja mengalami perdarahan signifikan.
  • Trombositopenia

Ini adalah jenis penyakit darah ketika kadar trombosit terlalu rendah. Ada banyak pemicunya, mulai dari leukemia, efek samping kemoterapi, hingga trombositopenia imun.
  • Masalah fungsi trombosit

Jenis kelainan darah yang terjadi bukan hanya karena kadar trombosit rendah namun juga tidak berfungsi optimal. Konsekuensinya, bisa terjadi perdarahan.

Penanganan penyakit darah

Ada banyak penanganan yang mungkin diberikan pada penderita penyakit darah. Tentu saja, penanganannya bergantung pada penyebab kelainan dan juga lokasi perdarahan.Beberapa opsi penanganannya adalah:
  • Penggantian faktor

Pasien hemofilia bisa melakukan penggantian faktor secara mandiri agar perdarahan mereda. Umumnya, ada jadwal kapan penanganan ini harus dilakukan untuk mencegah perdarahan.
  • Desmopressin

Merupakan jenis produk pengganti untuk hormon vasopressin. Setelah mengonsumsi desmopressin, antigen dan faktor 8 pada penderita penyakit Von Willebrand akan meningkat sementara. Dengan demikian, perdarahan akan berhenti.
  • Transfusi trombosit

Apabila trombosit terlalu rendah atau tidak berfungsi optimal, maka akan diberikan transfusi trombosit untuk mencegah atau mengatasi perdarahan
  • Vitamin K

Pemberian suplemen vitamin K juga bisa menjadi opsi bagi kondisi penyakit darah
  • Antifibrinolitik

Obat yang berfungsi mencegah perdarahan berlebih dengan cara membuat penggumpalan darah lebih stabil. Umumnya, obat jenis ini diberikan untuk mengendalikan perdarahan di mulut atau saat sedang haid.

Catatan dari SehatQ

Gejala awal terjadinya penyakit darah bisa terlihat ketika perdarahan terjadi berlebihan. Terlebih jika gejala ini juga dialami orang lain dalam garis keluarga, ada baiknya diskusikan bersama dokter.Umumnya, dokter akan melakukan pemeriksaan darah atau merujuk ke spesialis. Dengan demikian, bisa ditegakkan diagnosis untuk mencari tahu apa penanganan yang tepat.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar penyakit darah dan jenis kelainan darah, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitpendarahandarah dalam urine
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/bleeding-disorders-401328
Diakses pada 19 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/bleeding-disorders
Diakses pada 19 Agustus 2021
Hematology. https://www.hematology.org/education/patients/bleeding-disorders
Diakses pada 19 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait