logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Penyakit CIPA, Saat Seseorang Tak Merasakan Nyeri Atau Berkeringat

open-summary

Penyakit CIPA adalah singkatan dari congenital insensitivity to pain and andhydrosis, penyakit langka saat penderitanya tak bisa merasakan nyeri. Selain rasa sakit, penderita juga hanya sedikit atau tidak dapat merasakan temperatur bahkan tidak berkeringat sama sekali.


close-summary

21 Apr 2020

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Penyakit CIPA membuat bayi jadi mati rasa dan tidak bisa berkeringat

Penyakit CIPA bisa dialami mulai dari bayi

Table of Content

  • Apa saja gejala penyakit CIPA?
  • Penyebab penyakit CIPA
  • Adakah pengobatan penyakit CIPA?

Penyakit CIPA adalah singkatan dari congenital insensitivity to pain with andhydrosis, penyakit langka saat penderitanya tak bisa merasakan nyeri. Selain rasa sakit, penderita CIPA juga hanya sedikit atau tidak dapat merasakan temperatur bahkan tidak mengeluarkan keringat sama sekali. Penyakit CIPA juga merupakan penyakit hereditary sensory atau penyakit keturunan.

Advertisement

Gejala seseorang menderita penyakit CIPA umumnya sudah terlihat saat baru lahir atau bayi. Ketidakmampuan merasakan nyeri dan temperatur kerap mengakibatkan penderitanya merasakan cedera yang terus berulang.

Apa saja gejala penyakit CIPA?

Penyakit CIPA menyerang sel saraf yang mengendalikan sensasi dan fungsi tubuh dalam bertahan hidup. Beberapa gejala penyakit CIPA di antaranya:

1. Tidak merasakan nyeri

Sebagian besar penderita penyakit CIPA tidak mememiliki kemampuan untuk merasa sakit. Mengingat penyakit ini bisa terdeteksi sejak bayi, mereka bisa tidak menangis atau bahkan menyadari ketika mengalami luka. Orangtua akan merasakan anak yang menderita CIPA cenderung diam dan tidak bereaksi ketika ada cedera atau luka.

Lebih berbahayanya lagi, anak yang menderita penyakit CIPA bisa mengalami luka berulang karena mereka tidak menghindari aktivitas yang memicu luka. Ketika mengalami luka pun, anak tidak punya refleks melindungi lukanya sehingga rentan terjadi infeksi.

2. Tidak berkeringat (anhydrosis)

Ketika seseorang berkeringat, itu adalah mekanisme yang membantu mendinginkan tubuh saat merasa panas berlebihan ketika demam atau berolahraga. Anak-anak dan orang dewasa yang menderita penyakit CIPA tidak bisa berkeringat atau hanya mengeluarkan sedikit sekali keringat.

Akibatnya, mereka bisa menderita demam tinggi ketika sakit karena tidak ada proteksi untuk mendinginkan tubuh secara alami.

3. Overheating

Sebagian besar kasus kematian penderita penyakit CIPA terjadi karena overheating, masih berhubungan dengan ketidakmampuannya dalam berkeringat. Akibatnya, bisa terjadi hyperthermia atau temperatur tubuh terlalu tinggi yang dapat menyebabkan kematian.

Mengingat langka dan berbahayanya penyakit CIPA, tercatat hanya sedikit penderitanya yang bisa bertahan hidup hingga berusia di atas 25 tahun. Selain kasus overheating, penderita penyakit CIPA juga bisa tanpa disadari melukai dirinya sendiri seperti menggigit lidah atau memotong bagian tubuh tanpa merasakan nyeri sedikitpun.

Sama seperti berjalan atau bernapas, merasakan nyeri adalah hal yang sangat penting bagi manusia demi bisa bertahan hidup. Lewat rasa sakit, tubuh punya mekanisme merespons apa yang terjadi baik di dalam maupun luar tubuh.

Baca Juga

  • Sulit Bernapas dan Batuk Kering? Waspadai Fibrosis Paru
  • Petit Mal, Kejang Sekejap yang Kerap Dialami Anak-Anak
  • Obat Digigit Kelabang, Bagaimana Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan?

Penyebab penyakit CIPA

Ketika seseorang akan menjalani diagnosis penyakit CIPA, perlu dilakukan tes genetik. Tes ini bisa dilakukan sebelum lahir, saat anak-anak, atau ketika sudah dewasa. Ketika ada kondisi abnormal yang menunjukkan mutasi genetik penyakit CIPA, itu disebut gen NTRK1 dan terletak di kromosom 1.

Mengingat gen ini mengalami kondisi abnormal, saraf sensori tidak bisa berkembang sempurna. Dengan demikian, saraf tidak bisa berfungsi dengan baik untuk merasakan nyeri, temperatur, hingga memproduksi keringat.

Orang yang menderita penyakit CIPA pasti mendapatkan keturunan dari kedua orangtuanya. Jika hanya salah satu orangtua yang membawa gen penyakit CIPA, bisa saja anaknya hanya merupakan carrier dan tidak menderita penyakit itu.

Adakah pengobatan penyakit CIPA?

Hingga kini belum ada pengobatan yang dapat mengatasi penyakit CIPA atau menggantikan sensasi nyeri dan fungsi keringat tubuh penderitanya.

Untuk itu, orangtua yang memiliki anak dengan penyakit CIPA harus memerhatikan betul bagaimana aktivitas anak yang masih punya rasa ingin tahu tinggi terhadap hal-hal baru. Mereka tidak memahami potensi cedera fisik, maka orang di sekitarnya yang harus mengawasi dengan seksama.

Sebagai penyakit langka, ada komunitas atau support group yang bisa memberi ruang berbagi dan memberi dukungan pada satu sama lain. Dari kelompok semacam ini, orangtua anak dengan penyakit CIPA atau penderita penyakit itu sendiri bisa saling berbagi tip menjalani hidup lebih mudah.

Selain itu, ketika seseorang telah didiagnosis menderita penyakit CIPA maka bisa menjadi pertimbangan saat merencanakan memiliki keturunan.

Advertisement

penyakitkelainan genetikapenyakit genetik

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved