Penyakit Belpasi, Paralisis Wajah yang Bisa Sembuh dengan Sendirinya


Penyakit belpasi atau Bell’s palsy adalah kelumpuhan wajah yang terjadi tiba-tiba, puncaknya setelah 48 jam. Pemicunya adalah trauma pada saraf yang bertugas mengatur pergerakan organ wajah yang berkaitan dengan ekspresi.

(0)
21 Mar 2020|Azelia Trifiana
Penyakit belpasi atau Bell's palsy menyebabkan salah satu sisi wajah menurun dan kelopak mata menurunOrang yang mengalami penyakit belpasi bisa saja tidak menyadari ada gejala sebelumnya hingga otot wajahnya menjadi lemah
Bell’s palsy, atau yang sering disebut orang Indonesia sebagai penyakit belpasi adalah kondisi ketika otot di satu sisi wajah menjadi lemah atau mengalami paralisis. Pemicunya adalah trauma pada saraf kranial 7 di bagian kepala. Saraf ini bertugas mengatur pergerakan organ wajah yang berkaitan dengan ekspresi.Orang yang mengalami penyakit belpasi bisa tidak menyadari ada gejala sebelumnya. Ketika berkaca di pagi hari, salah satu sisi wajah menurun, kelopak mata menutup, hingga air liur tak terkendali keluar dari sisi mulut yang melemah.

Pemicu terjadinya penyakit belpasi

Penyakit belpasi bisa terjadi pada usia berapa pun, namun paling sering terjadi ketika seseorang menginjak usia 40 tahun. Baik laki-laki maupun perempuan sama-sama bisa terkena penyakit ini. Hingga kini penyebab bell's palsy masih belum jelas. Meski demikian, ada beberapa faktor risiko yang membuatnya rentan terjadi seperti:
  • Menderita diabetes
  • Sedang mengandung trimester ketiga
  • Berada di periode 1-2 minggu setelah persalinan
  • Pernah menderita penyakit belpasi sebelumnya
  • Menderita herpes simplex tipe 1
  • Menderita rubella
  • Menderita HFMD (Hand, Foot and Mouth Disease) atau flu singapura
Infeksi virus juga bisa menyebabkan saraf wajah mengalami pembengkakan akibat peradangan, terutama saraf yang mengendalikan ekspresi hingga produksi air mata dan air liur.

Gejala penyakit belpasi

Penyakit belpasi bisa terjadi secara tiba-tiba dan mencapai puncaknya dalam rentang waktu 48 jam. Gejala yang dialami penderitanya bisa berupa kelumpuhan wajah sebagian maupun total.Beberapa gejala bell's palsy yang sering terjadi di antaranya:
  • Kesulitan menggerakkan atau mengekspresikan satu sisi wajah
  • Otot wajah menjadi lemah
  • Kejang otot wajah
  • Kelopak mata menurun sehingga membuat mata menutup di sisi yang lumpuh
  • Indera perasa menurun
  • Mata dan mulut terasa kering
  • Sakit kepala
  • Lebih sensitif terhadap suara (di sisi wajah yang terdampak)
  • Mengeluarkan air liur dari sudut bibir
  • Sulit berbicara dengan jelas
Ketika seseorang menderita gejala-gejala di atas, maka dokter akan melakukan diagnosis apakah ini termasuk penyakit bell's palsy. Ketika sudah jelas bahwa seseorang mengalami penyakit ini, maka tak perlu tes diagnostik lainnya.

Bisakah penyakit belpasi disembuhkan?

Penyakit ini dapat membaik dengan sendirinya, namun apabila penyakit belpasi tidak kunjung sembuh setelah beberapa waktu, dokter akan memberi rujukan kepada dokter spesialis saraf atau spesialis THT untuk mengetahui pemicu lain terjadinya penyakit belpasi. Kabar baiknya, meski tanpa perawatan sekalipun, lebih dari 80% penderita penyakit belpasi akan membaik setelah 3 minggu. Tanda-tanda awal membaiknya kondisi seseorang adalah kembalinya indera perasanya.Sangat jarang belpasi terjadi lebih lama dari 6 bulan. Bahkan jika ditangani sejak awal dengan baik, durasi seseorang mengalami penyakit bell's palsy bisa lebih singkat, gejalanya pun lebih ringan.Jenis perawatan untuk penyakit belpasi adalah:
  • Steroid

Pemberian obat anti-peradangan untuk meredakan pembengkakan saraf wajah. Pemberian obat akan diberikan setelah diagnosis diambil.
  • Obat antivirus

Jika penyebabnya adalah virus, obat antivirus juga dapat diberikan 3 hari setelah gejala penyakit belpasi mulai muncul hingga 7 hari kemudian
  • Perawatan mata

Untuk merawat refleks saraf mata yang mengalami gangguan, bisa diberikan terapi dengan menggunakan eye patch. Obat tetes mata juga dapat diberikan untuk menghindari iritasi akibat keringnya mata.
  • Terapi fisik

Memberi pijatan di titik tertentu pada wajah sembari mengaplikasikan kompres hangat, dilakukan di bawah pengawasan tenaga medisWajar jika orang yang mengalami penyakit belpasi merasa sangat kaget dengan kondisi yang terjadi mendadak ini. Namun perlu diingat bahwa penyakit ini sangat bisa sembuh dengan sendirinya setelah beberapa waktu.Lebih jauh lagi, kemungkinan penyakit belpasi terjadi lagi sangat kecil. Meski demikian, hal ini mungkin terjadi pada orang dengan latar belakang genetik tertentu. Pada kasus yang lebih parah, ada kemungkinan terjadi komplikasi apabila tidak ditangani. Jenis komplikasi yang bisa terjadi adalah:
  • Kerusakan saraf wajah yang tak bisa diperbaiki
  • Pertumbuhan kembali serat saraf yang tidak normal mengakibatkan gerakan abnormal kontraksi otot 
  • Kebutaan mata di sisi yang mengalami belpasi karena mata terlalu kering sehingga kornea mudah teriritasi
Jika gejalanya tidak juga membaik setelah rentang waktu tertentu, maka pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter spesialis saraf atau dokter spesialis THT bisa dilakukan. Dokter akan mencari tahu kemungkinan pemicu lain terjadinya paralisis saraf wajah.
masalah sarafbell’s palsykelumpuhan sementarasistem saraf
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/healthy-living/bells-palsy-basics.aspx
Diakses 15 Maret 2020
WebMD. https://www.webmd.com/brain/understanding-bells-palsy-basics
Diakses 15 Maret 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bells-palsy/symptoms-causes/syc-20370028
Diakses 15 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait