Penyakit Belpasi, Paralisis Wajah yang Bisa Sembuh dengan Sendirinya

Penyakit belpasi atau Bell's palsy menyebabkan salah satu sisi wajah menurun dan kelopak mata menurun
Orang yang mengalami penyakit belpasi bisa saja tidak menyadari ada gejala sebelumnya hingga otot wajahnya menjadi lemah

Bell’s palsy, atau yang sering disebut orang Indonesia sebagai penyakit belpasi adalah kondisi ketika otot di satu sisi wajah menjadi lemah atau mengalami paralisis. Pemicunya adalah trauma pada saraf kranial 7 di bagian kepala. Saraf ini bertugas mengatur pergerakan organ wajah yang berkaitan dengan ekspresi.

Orang yang mengalami penyakit belpasi bisa tidak menyadari ada gejala sebelumnya. Ketika berkaca di pagi hari, salah satu sisi wajah menurun, kelopak mata menutup, hingga air liur tak terkendali keluar dari sisi mulut yang melemah.

Pemicu terjadinya penyakit belpasi

Penyakit belpasi bisa terjadi pada usia berapa pun, namun paling sering terjadi ketika seseorang menginjak usia 40 tahun. Baik laki-laki maupun perempuan sama-sama bisa terkena penyakit belpasi. 

Hingga kini pemicu pasti terjadinya penyakit belpasi masih belum jelas. Meski demikian, ada beberapa faktor risiko yang membuatnya rentan terjadi seperti:

  • Menderita diabetes
  • Sedang mengandung trimester ketiga
  • Berada di periode 1-2 minggu setelah persalinan
  • Pernah menderita penyakit belpasi sebelumnya
  • Menderita herpes simplex tipe 1
  • Menderita rubella
  • Menderita HFMD (Hand, Foot and Mouth Disease) atau flu singapura

Infeksi virus juga bisa menyebabkan saraf wajah mengalami pembengkakan akibat peradangan, terutama saraf yang mengendalikan ekspresi hingga produksi air mata dan air liur.

Gejala penyakit belpasi

Penyakit belpasi bisa terjadi secara tiba-tiba dan mencapai puncaknya dalam rentang waktu 48 jam. Gejala yang dialami penderitanya bisa berupa kelumpuhan sebagian maupun total.

Beberapa gejala penyakit belpasi yang sering terjadi di antaranya:

  • Kesulitan menggerakkan atau mengekspresikan satu sisi wajah
  • Otot wajah menjadi lemah
  • Kejang otot wajah
  • Kelopak mata menurun
  • Indera perasa menurun
  • Mata dan mulut terasa kering
  • Sakit kepala
  • Lebih sensitif terhadap suara (di sisi wajah yang terdampak)
  • Mengeluarkan air liur dari sudut bibir
  • Sulit berbicara dengan jelas

Ketika seseorang menderita gejala-gejala di atas, maka dokter akan melakukan diagnosis apakah ini termasuk penyakit belpasi. Ketika sudah jelas bahwa seseorang mengalami penyakit belpasi, maka tak perlu tes diagnostik lainnya.

Bisakah penyakit belpasi disembuhkan?

Penyakit ini dapat membaik dengan sendirinya, namun apabila penyakit belpasi tidak kunjung sembuh setelah beberapa waktu, dokter akan memberi rujukan kepada dokter spesialis saraf atau spesialis THT untuk mengetahui pemicu lain terjadinya penyakit belpasi. 

Kabar baiknya, meski tanpa perawatan sekalipun, lebih dari 80% penderita penyakit belpasi akan membaik setelah 3 minggu. Tanda-tanda awal membaiknya kondisi seseorang adalah kembalinya indera perasanya.

Sangat jarang penyakit belpasi terjadi lebih lama dari 6 bulan. Bahkan jika ditangani sejak awal dengan baik, durasi seseorang mengalami penyakit belpasi bisa lebih singkat, gejalanya pun lebih ringan.

Jenis perawatan untuk penyakit belpasi adalah:

  • Steroid

Pemberian obat anti-peradangan untuk meredakan pembengkakan saraf wajah. Pemberian obat akan diberikan setelah diagnosis diambil.

  • Obat antivirus

Jika penyebabnya adalah virus, obat antivirus juga dapat diberikan 3 hari setelah gejala penyakit belpasi mulai muncul hingga 7 hari kemudian

  • Perawatan mata

Untuk merawat refleks saraf mata yang mengalami gangguan, bisa diberikan terapi dengan menggunakan eye patch. Obat tetes mata juga dapat diberikan untuk menghindari iritasi akibat keringnya mata.

  • Terapi fisik

Memberi pijatan di titik tertentu pada wajah sembari mengaplikasikan kompres hangat, dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis

Wajar jika orang yang mengalami penyakit belpasi merasa sangat kaget dengan kondisi yang terjadi mendadak ini. Namun perlu diingat bahwa penyakit belpasi sangat bisa sembuh dengan sendirinya setelah beberapa waktu.

Lebih jauh lagi, kemungkinan penyakit belpasi terjadi lagi sangat kecil. Meski demikian, hal ini mungkin terjadi pada orang dengan latar belakang genetik tertentu. 

Pada kasus penyakit belpasi yang lebih parah, ada kemungkinan terjadi komplikasi apabila tidak ditangani. Jenis komplikasi yang bisa terjadi adalah:

  • Kerusakan saraf wajah yang tak bisa diperbaiki
  • Pertumbuhan kembali serat saraf yang tidak normal mengakibatkan gerakan abnormal kontraksi otot 
  • Kebutaan mata di sisi yang mengalami belpasi karena mata terlalu kering sehingga kornea mudah teriritasi

Jika gejalanya tidak juga membaik setelah rentang waktu tertentu, maka pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter spesialis saraf atau dokter spesialis THT bisa dilakukan. Dokter akan mencari tahu kemungkinan pemicu lain terjadinya paralisis saraf wajah.

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/healthy-living/bells-palsy-basics.aspx
Diakses 15 Maret 2020

WebMD. https://www.webmd.com/brain/understanding-bells-palsy-basics
Diakses 15 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bells-palsy/symptoms-causes/syc-20370028
Diakses 15 Maret 2020

Artikel Terkait