Mengenal Penyebab Arthritis alias Radang Sendi, Benarkah Faktor Genetik Berperan?

(0)
07 Jun 2019|dr. M. Helmi A.
Penyakit arthritis salah satu penyebabnya adalah faktor genetikArtritis sering terjadi pada lansia yang berumur 65 tahun ke atas
Arthritis adalah penyakit radang sendi yang bisa memicu terjadinya pembengkakan dan nyeri pada area pertemuan kedua tulang ini. Orang yang mengalaminya juga bisa merasakan sendi-sendi di tubuhnya menjadi kaku.Istilah arthritis sendiri merujuk kepada kurang lebih 200 kondisi reumatoid yang memengaruhi sendi, jaringan di sekitar sendi, dan jaringan ikat lainnya. Namun, jenis yang paling sering terjadi adalah osteoarthritis, rheumatoid arthrtitis dan gout.Arthritis bisa timbul karena pengaruh gangguan sistem imun maupun karena sendi yang rusak akibat terlalu sering digunakan dalam posisi yang salah. Lebih lanjut, berikut penjelasannya untuk Anda.

Mengenal penyebab arthritis

Hingga saat ini tidak didapatkan satu penyebab yang dapat menimbulkan arthritis. Karena terdapat beberapa tipe arthritis, penyebab artritis pun dapat bervariasi, bergantung pada tipenya.Berikut ini sejumlah penyebab yang dapat berkontribusi terhadap penyakit arthritis.
  • Trauma yang dapat menyebabkan osteoarthritis atau artritis degeneratif
  • Gangguan metabolisme yang dapat menyebabkan gout atau asam urat
  • Faktor turunan, seperti pada osteoarthritis
  • Infeksi seperti pada artritis, karena penyakit lyme
  • Penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis dan lupus
Pada arhtritis yang disebabkan oleh penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya berfungsi melindungi sel dan jaringan justru berbalik menyerang sel sehat. Sehingga, menimbulkan kerusakan tulang yang berujung pada radang sendi.Hampir seluruh tipe artritis terjadi karena kombinasi dari beberapa faktor. Namun, beberapa tipe artritis juga memiliki penyebab yang tidak diketahui.Beberapa orang mungkin memiliki faktor genetik yang meningkatkan risiko terjadinya artritis. Faktor genetik tersebut dapat berinteraksi dengan beberapa faktor seperti riwayat trauma, kebiasaan merokok, dan infeksi.Faktor asupan makanan pun berpengaruh terhadap terjadinya artritis. Makanan berbahan hewani serta yang tinggi gula, dapat menyebabkan peradangan, dan memperparah gejala artritis. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang yang dengan gangguan metabolisme sebelumnya.Sementara itu, gout adalah tipe artritis yang berkaitan erat dengan asupan makanan. Pada penderita gout, didapatkan level asam urat yang tinggi, akibat diet tinggi purin seperti makanan laut, anggur merah, dan daging.

Faktor risiko penyakit arthritis

Ada beberapa hal yang dapat membuat risiko sesorang terkena arthritis jadi meningkat. Beberapa faktor tersebut ada yang bersifat mutlak, maupun tidak mutlak.

Faktor yang mutlak

  • Resiko artritis meningkat seiring dengan pertambahan usia.
  • Jenis kelamin. Beberapa tipe artritis lebih sering dijumpai pada wanita, dan 60% penderita artirits adalah wanita. Gout lebih sering ditemukan pada wanita, daripada pria.
  • Faktor genetik. Beberapa gen berkaitan dengan peningkatan risiko beberapa tipe artritis seperti rheumatoid arthritis, lupus, dan ankylosing spondylitis.

Faktor yang tidak mutlak

  • Berat badan berlebih dan obesitas. Berat badan yang berlebih, berkontribusi pada perkembangan terjadinya osteoarthritis pada lutut.
  • Cedera atau trauma pada sendi, ikut menyebabkan osteoarthritis.
  • Beberapa kuman dapat memicu timbulnya beberapa tipe arthritis.
  • Sejumlah profesi mengharuskan pekerjanya menekuk lutut atau jongkok, yang dapat menyebabkan terjadinya osteoarthritis pada lutut karena penggunaan yang sering.

Gejala arthritis yang mungkin muncul

Gejala yang muncul pada penderita arthritis tidaklah selalu sama. Semua itu tergantung dari jenis radang sendi yang diderita. Meski begitu, ada beberapa gejala umum yang bisa jadi penanda penyakit ini, seperti:
  • Muncul rasa sakit pada sendi
  • Sendi terasa lunak jika disentuh
  • Sendi terasa kaku
  • Sendi sulit digerakkan
  • Muncul tanda-tanda peradangan, seperti bengkak, panas jika disentuh, dan merah
  • Otot-otot di sekitarnya menjadi lemah

Cara mengatasi arthritis

Radang sendi sebenarnya tidak bisa disembuhkan, terutama yang disebabkan oleh gangguan imun seperti pada penderita rheumatoid arthritis. Meski begitu, dokter bisa memberikan beberapa langkah perawatan untuk mengurangi gejala yang dirasakan seperti obat-obatan, operasi, dan terapi.

1. Obat

Untuk meredakan gejala arthritis yang dirasakan, dokter dapat meresepkan beberapa jenis obat seperti obat pereda nyeri dan obat pereda inflamasi. Jenis obat yang diberikan antara lain:
  • Paracetamol
  • Ibuprofen
  • Krim mentol atau capcaisin
  • Obat imunosupresan seperti prednisone dan kortison

2. Operasi

Pada kasus arthritis yang parah, dokter mungkin akan menyarankan untuk dilakukan operasi. Operasi yang paling sering dilakukan untuk mengatasi radang sendi adalah operasi penggantian tulang pinggul dan tulang lutut.

3. Terapi

Jika radang sendi yang dirasakan sudah benar-benar mengganggu pergerakan Anda, maka dokter juga dapat menyarankan Anda untuk menjalani proses terapi. Terapi ini dilakukan dengan tujuan untuk menguatkan otot di sekitar sendi yang meradang agar kuat menopang pergerakan tubuh.Untuk mengetahui perawatan mana yang paling tepat untuk Anda, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Pemeriksaan penunjang seperti rontgen juga biasanya akan dilakukan. Selain ketiga cara di atas, Anda juga dapat melakukan langkah-langkah sendiri yang bisa dilakukan di rumah, seperti mengompres area sendi yang nyeri dengan kompres hangat dan kompres dingin. Anda juga dapat mencoba untuk menggunakan alat bantu jalan, agar tekanan di sendi-sendi tubuh bisa berkurang.Anda juga disarankan untuk terus menjalani gaya hidup sehat dengan rutin olahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat dan kaya antioksidan, seperti buah dan sayur. Dengan begitu, faktor risiko yang bisa memicu kambuhnya arthritis seperti kadar asam urat yang tinggi dan berat badan berlebih, bisa dihindari.
nyeri sendiartritispenyakit sendiradang sendi
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/7621.php
Diakses pada 21 Mei 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/arthritis/symptoms-causes/syc-20350772
Diakses pada 21 Mei 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/arthritis/
Diakses pada 10 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait