Penyakit Antraks, Mirip Flu Namun Berbahaya

(0)
03 Oct 2020|Azelia Trifiana
Mengenal penyakit antraks yang dijadikan senjata biologisPenyakit antraks bisa menyebabkan kematian
Tahun 2001 menjadi momentum penyakit antraks dijadikan sebagai serangan biologis terburuk sepanjang sejarah Amerika Serikat. Penyakit antraks adalah infeksi serius yang terjadi karena bakteri berbentuk spora Bacillus anthracis. Seseorang bisa terinfeksi penyakit antraks ketika tanpa sengaja menyentuh, menghirup, atau menelan spora antraks.Ketika mikroba penyebab penyakit antraks masuk ke tubuh manusia dan aktif, maka dengan cepat akan berkembang biak dan menyebar. Lebih jauh lagi, mikroba ini akan memproduksi substansi beracun.

Penyebab penyakit antraks

Infeksi penyakit antraks bisa terjadi karena dua hal, yaitu:
  • Kontak dengan binatang

Seseorang bisa terkena antraks saat kontak dengan binatang liar atau ternak yang terinfeksi. Tak hanya itu, produk turunan dari binatang yang telah terinfeksi seperti wol juga bisa menjadi penyebab penyakit antraks.Menghirup spora saat memproses produk turunan binatang yang telah terinfeksi juga dapat menyebabkan penyakit antraks. Terakhir, konsumsi daging mentah dari binatang yang terinfeksi juga bisa menjadi pemicu.
  • Senjata biologis

Lebih langka, penyakit antraks bisa menyebar jika digunakan sebagai senjata biologis. Pada tahun 2001, terjadi serangan biologis terhadap Amerika Serikat dengan mengirimkan spora antraks. Setidaknya 5 orang meninggal dunia akibat serangan ini. Hingga kini, belum ada kejadian serupa.

Mengapa penyakit antraks berbahaya?

Penyakit antraks menjadi berbahaya karena penyebarannya begitu mudah dan sporanya dapat bertahan sangat lama di tanah. Ini juga yang menjadi alasan mengapa spora antraks digunakan dalam serangan biologis.Selain mudah ditemukan di alam bebas, antraks dijadikan senjata biologis karena memang bisa diproduksi sendiri di laboratorium. Melepaskan spora antraks pun bisa dilakukan dengan mudah dalam bentuk bubuk atau semprotan tanpa menarik perhatian.Wabah penyakit antraks pertama kali muncul di Rusia pada tahun 1979. Pada masa itu, 62 orang tewas akibat wabah yang berlangsung selama 6 pekan. Tak hanya itu, ada banyak hewan ternak yang tidak selamat akibat wabah ini.Faktor risiko seseorang terinfeksi penyakit antraks meningkat apabila bekerja di laboratorium penelitian antraks, bekerja sebagai dokter hewan di peternakan, atau terlibat dalam produksi kulit binatang dari area berisiko tinggi antraks.Belum ada bukti bahwa penyakit antraks menular dari manusia ke manusia. Namun, ada kemungkinan luka terbuka penderita antraks menular ketika kontak langsung dengan orang lain. Salah satu cara bakteri penyebab antraks masuk ke tubuh lewat luka terbuka di kulit.

Gejala penyakit antraks

Ketika seseorang terkena penyakit antraks, gejala yang muncul berbeda-beda bergantung pada asal mula terjadinya kontak, yaitu:
  • Kontak kulit

Kontak kulit atau cutaneous contact artinya penularan akibat sentuhan langsung dengan kulit. Gejala awal adalah muncul benjolan kecil yang terasa gatal. Bentuknya terlihat sama seperti gigitan serangga.Dengan cepat, benjolan ini berkembang menjadi luka dan bagian tengahnya berwarna hitam. Namun luka ini tidak menimbulkan rasa sakit. Gejala ini muncul sekitar 1-5 hari setelah terinfeksi penyakit antraks.
  • Inhalasi

Gejala penyakit antraks yang terinfeksi lewat inhalasi atau menghirup sesuatu akan muncul dalam waktu 7 hari. Namun, ada kemungkinan gejala muncul 2 hingga 45 hari setelah terinfeksi.Gejalanya meliputi panas dalam, demam, nyeri otot, batuk, napas tersengal-sengal, lemah, menggigil, hingga muntah.
  • Tertelan

Istilah untuk penularan penyakit antraks akibat tertelan adalah gastrointestinal anthrax. Gejalanya akan muncul sekitar 7 hari setelah terinfeksi, berupa demam, hilang nafsu makan, mual, nyeri perut hebat, diare, BAB berdarah, hingga bengkak di sekitar leher.

Cara mengatasi penyakit antraks

Dokter akan melakukan rangkaian pemeriksaan untuk mendiagnosis penyakit antraks, meliputi pemeriksaan darah, kulit, sampel feses, carian sumsum tulang belakang, dan juga pemindaian seperti x-ray dan CT scan. Dokter juga bisa melakukan endoskopi untuk memeriksa esofagus atau usus.Apabila terdeteksi adanya antraks di dalam tubuh, akan dilakukan konfirmasi ke laboratorium untuk memastikan.Kemudian, dokter akan memberikan penanganan sesegera mungkin bahkan meski pasien tidak mengalami gejala apapun. Langkah preventif terdiri dari pemberian antibiotik dan vaksin antraks.Sementara jika pasien menunjukkan gejala, akan diberikan antibiotik yang harus dikonsumsi selama 60-100 hari. Selain itu, bisa juga diberikan terapi antitoksin untuk menghilangkan racun akibat Bacillus anthracis.

Pentingnya vaksin cegah antraks

Pemberian vaksinasi antraks diberikan untuk orang yang pekerjaannya berisiko tinggi terpapar antraks, seperti personel militer, peneliti, dan juga dokter hewan. Untuk pencegahan, akan diberikan vaksin selama 18 bulan dengan dosis 5x.Sementara jika diberikan setelah seseorang sembuh dari antraks, dosis yang diberikan adalah 3x. Menurut Food and Drug Administration, pemberian vaksin antraks efektif melindungi seseorang hingga 92,5%.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang wabah seperti penyakit antraks hingga black death, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakit paru-parupenyakitantraks
Healthline. https://www.healthline.com/health/anthrax
Diakses pada 18 September 2020
CDC. https://www.cdc.gov/anthrax/index.html
Diakses pada 18 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/anthrax/symptoms-causes/syc-20356203
Diakses pada 18 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait