Aneurisma Aorta Abdominalis, Penyakit Keturunan yang Bisa Membahayakan Nyawa

Perut penderita aneurisma aorta abdominalis akan membesar karena penggelembungan aorta
Perut penderita aneurisma aorta abdominalis akan terlihat membesar karena penggelembungan aorta

Pernahkah Anda mendengar penyakit aneurisma aorta abdominalis? Penyakit tersebut pasti terdengar asing di telinga Anda. Namun, kondisi ini seringkali tidak disadari dan dapat berakibat fatal jika dibiarkan.

Aneurisma aorta abdominalis (AAA) adalah penyakit keturunan di mana terjadi pelebaran pembuluh darah aorta karena kelemahan dinding aorta yang terletak di bawah daerah ginjal. Penggelembungan di aorta yang melewati perut ini pun dapat pecah dan menyebabkan pendarahan hingga kematian.

Gejala aneurisma aorta abdominalis

Sebagian aneurisma aorta abdominalis tidak pernah pecah karena tetap kecil, namun sebagian lain berkembang seiring waktu bahkan dengan cepat. Aneurisma seringkali tumbuh lambat tanpa gejala sehingga sulit dideteksi. Namun, aneurisma aorta abdominalis juga dapat menunjukkan gejala, yaitu:

  • Nyeri di perut atau di samping perut yang akan timbul seiring waktu dan bertambahnya ukuran aneurisma
  • Sakit punggung
  • Terdapat benjolan di perut yang teraba dan berdenyut
  • Keluhan nyeri yang timbul akibat komplikasi gangguan aliran darah ke tungkai kaki, usus, dan ginjal.

dr. Indra Raymond, Sp.B(K)V dari RS Awal Bros Bekasi Timur mengatakan bahwa aneurisma dapat menyebabkan malperfusi (gangguan aliran darah).

Gangguan aliran darah ini bisa menimbulkan nyeri iskemi usus sehingga terasa nyeri di perut, iskemi ginjal sehingga terasa nyeri di pinggang yang disertai mual dan muntah, serta gangguan anggota gerak bawah yang menyebabkan penyusutan jaringan pada tungkai kaki, terasa dingin atau nyeri di jari kaki sepanjang waktu, dan timbul perubahan warna kulit menjadi kebiruan, bahkan kehitaman pada sebagian jari kaki atau ruas jari kaki.

Pengerasan arteri (menumpuknya lemak dan zat lain di lapisan pembuluh darah), tekanan darah tinggi, penyakit pembuluh darah, infeksi di aorta, dan trauma dapat menyebabkan aneurisma aorta abdominalis. Tak hanya itu, beberapa faktor juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena aneurisma aorta abdominalis, di antaranya:

  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas
  • Berusia 50 tahun ke atas
  • Memiliki riwayat penyakit jantung atau keluarga dengan riwayat penyakit tersebut
  • Pernah mengalami trauma perut atau kerusakan pada bagian tengah tubuh
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Merokok
  • Memiliki kolesterol tinggi atau penumpukan lemak di pembuluh darah
  • Memiliki penyakit bawaan yang dapat melemahkan jaringan ikat tubuh atau sindrom marfan.

Sebaiknya konsultasikan pada dokter jika Anda memiliki faktor risiko tersebut, serta lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Mengatasi aneurisma aorta abdominalis

Penyakit aneurisma aorta abdominalis sering diduga tumor karena bentuknya yang dapat membesar layaknya tumor. Semakin membesar aneurisma, maka semakin besar pula risikonya untuk pecah.

Menurut dr. Indra, sebelum mengatasi masalah ini diperlukan pemeriksaan USG perut secara berkala untuk melihat laju pembesarannya. Benjolan di perut penderita aneurisma yang gemuk mungkin akan sulit terlihat.

Sementara pada penderita yang kurus, benjolan akan terlihat dengan jelas bahkan berdenyut. Benjolan ini bisa terasa hanya dengan pemeriksaan lewat perabaan oleh dokter.

Untuk mengatasi penyakit aneurisma aorta abdominalis, dapat dilakukan dengan tindakan operasi terbuka (open pair) atau endovascular. Tindakan dengan operasi terbuka dilakukan bila kondisi AAA sudah sangat besar atau baru pecah.

Operasi ini dilakukan dengan membuat sayatan di lapisan perut untuk mengangkat jaringan yang rusak di aorta Anda. Setelah melakukan operasi ini dibutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama.

Sedangkan metode operasi endovascular adalah bentuk pembedahan yang minimal invasif daripada operasi terbuka. Metode ini melibatkan penggunaan graft untuk menstabilkan dan menguatkan dinding aorta yang melemah atau disebut dengan EVAR (Endovascular Aneurism Repair).

Graft dipasang pada pembuluh darah sehingga pembuluh darah yang bengkak tak lagi dilalui darah, dan pembengkakan pun perlahan mengecil. Hal ini tentu dapat menghilangkan risiko pecahnya pembuluh darah.

Jika AAA berukuran kecil atau kurang dari 5,5 cm, dokter mungkin hanya akan memantau kondisi aneurisma Anda secara teratur ketimbang melakukan operasi. Sebab, aneurisma yang kecil umumnya tidak akan pecah.

“Bila Anda menderita aneurisma aorta abdominalis, konsultasikan kesehatan Anda secara berkala minimal 6 bulan sekali dengan dokter bedah vaskular agar Anda mendapat penanganan yang tepat”, ujar dr. Indra.

Narasumber:
dr. Indra Raymond, Sp.B(K)V
Dokter Spesialis Bedah
Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Timur

Healthline. https://www.healthline.com/health/abdominal-aortic-aneurysm
Diakses pada 25 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/abdominal-aortic-aneurysm/symptoms-causes/syc-20350688
Diakses pada 25 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed