Ini 6 Penyakit Akibat Pencemaran Air yang Perlu Diwaspadai

Makanan juga bisa ikut terkontaminasi akibat pencemaran air
Tak hanya diminum, air juga krusial untuk mencuci bahan makanan serta memasak

Secara global, persediaan air yang tidak bersih dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Bahkan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdapat setidaknya dua juta orang minum air dari sumber yang terkontaminasi oleh kotoran.

Akibat pencemaran air tersebut, bukan hanya manusia yang akan merasakan dampaknya. Tetapi juga satwa liar dan ekosistem.

Apa penyebab pencemaran air?

Pencemaran air adalah masuknya bahan-bahan kimia atau zat-zat asing lainnya ke dalam air yang bersifat membahayakan kesehatan manusia, tumbuhan, dan hewan.

Ada banyak sumber penyebab pencemaran air. Beberapa di antaranya adalah:

  • Penggunaan pupuk dan pestisida dari limpasan pertanian
  • Industri pengolahan makanan yang mengirim sampah ke saluran air.
  • Limbah kimia dari buangan industri

Tiga jenis polutan yang paling sering mencemari sungai, danau, dan laut adalah tanah, nutrien, dan bakteri. Meski tampak tidak berbahaya, tanah sebenarnya dapat membunuh binatang kecil dan telur ikan.

Sementara nutrien, misalnya dari pupuk, bisa mengganggu ekosistem danau dan waduk. Sedangkan bakteri dapat mengontaminasi air tawar maupun air asin.

Isu pencemaran air di beberapa belahan dunia, termasuk Indonesia

Di India, hampir 80 persen air permukaan (surface water) yang telah tercemar. Air permukaan adalah air yang sering dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari, seperti minum, memasak, dan mandi.

ir tanah (ground water) di wilayah India juga telah terkontaminasi oleh pestisida, bahan-bahan kimia industri, dan logam berat.

Bangladesh juga menghadapi kasus serius akibat pencemaran air dengan arsenik. Beberapa pakar memperkirakan antara 35 dan 77 juta warga Bangladesh berisiko meminum air yang mengandung arsenik.

Diketahui juga bahwa ribuan warga Bangladesh meninggal tiap tahunnya karena keracunan arsenik.  Krisis yang terjadi di Bangladesh ini disebut-sebut sebagai ‘keracunan terbesar dari populasi dalam sejarah’.

Masalah akibat pencemaran air sudah lama membayangi Indonesia, contohnya Jakarta. Urbanisasi, pertumbuhan penduduk yang cepat, dan pertumbuhan ekonomi diyakini telah menjadikan ibu kota sebagai kota dengan air yang sangat tercemar.

Penyebab kontaminasi air diperkirakan terjadi karena kurangnya saluran pembuangan air limbah (got) yang tidak memadai di Jakarta, padahal perkembangan ekonominya tergolong pesat. Ketimpangan ini perlu menjadi perhatian khusus.

Berbagai penyakit yang bisa timbul akibat pencemaran air

Pencemaran air tentu akan berdampak pada kesehatan manusia, tumbuhan, maupun hewan. Mungkin efek yang ditimbulkan tak terlihat secara langsung, namun bisa sangat membahayakan setelah paparan terjadi untuk jangka panjang. 

Beberapa penyakit akibat pencemaran air yang bisa menyerang kesehatan manusia meliputi:

  • Diare

Tiap tahunnya, sekitar 800 ribu orang diperkirakan meninggal karena diare. Penyakit ini sering disebabkan oleh konsumsi air yang telah terkontaminasi, masalah sanitasi, dan kurangnya kebersihan tangan.

  • Demam berdarah

Air yang telah tercemar oleh serangga (misalnya nyamuk) juga dapat menularkan penyakit. Slaah satunya demam berdarah.

Nyamuk senang hidup serta berkembang biak di air bersih dan tempat penyimpanan air di rumah yang tidak tertutup. Menutup tempat penyimpanan air dengan baik adalah salah satu cara untuk membasmi mereka.

  • Hepatitis A dan hepatitis E

Baik hepatitis A maupun hepatitis E sering dihubungkan dengan pasokan dan kebersihan yang kurang memadai. Salah satu penularannya bisa terjadi akibat pencemaran air.

  • Lesi kulit

Lesi kulit juga bisa menjadi akibat pencemaran air, terutama pencemaran arsenik. Lesi ini tidak langsung muncul setelah paparan pertama, dan butuh waktu bertahun-tahun untuk menampakkan gejala.

  • Kanker kulit

Para ahli medis menemukan bahwa ada hubungan yang jelas antara konsentrasi arsenik pada air minum dengan prevalensi kanker kulit.  Namun kasus kanker kulit yang terjadi akibat pencemaran air arsenik biasanya tidak fatal jika ditangani dengan saksama.

  • Kanker kandung kemih dan kanker paru-paru

Pencemaran air arsenik juga ditemukan dapat menyebabkan kanker kandung kemih dan kanker paru-paru.

Ada banyak tantangan yang perlu dihadapi akibat pencemaran air ini. Perubahan iklim, meningkatnya kelangkaan air, dan urbanisasi merupakan beberapa hal yang dapat memperburuk masalah kontaminasi air.

Pada tahun 2025, setengah dari populasi dunia diperkirakan akan mengalami kelangkaan air. Salah satu strategi yang kini digunakan oleh banyak negara adalah penggunaan daur ulang air limbah, demi memulihkan kondisi air yang tercemar.

WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/drinking-water
Diakses pada 16 Maret 2020

WHO. https://www.who.int/bulletin/archives/78%289%291093.pdf
Diakses pada 16 Maret 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/waterpollution.html
Diakses pada 16 Maret 2020

ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/228264639_Global_Water_Pollution_and_Human_Health
Diakses pada 16 Maret 2020

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/chemistry/water-pollution
Diakses pada 16 Maret 2020

Artikel Terkait