3 Penyakit Akibat Kerusakan Saraf Mata yang Harus Anda Waspadai

(0)
04 Aug 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penglihatan Anda terganggung jika saraf mata mengalami gangguanSaraf mata tidak dapat dilihat secara langsung
Saraf mata memainkan peran yang sangat penting bagi kesehatan indera penglihatan tersebut. Ketika ‘kabel’ yang terletak di belakang mata ini mengalami gangguan, fungsi penglihatan Anda juga akan terganggu yang ditandai dengan munculnya berbagai penyakit.Saraf mata terdiri atas jutaan serat mata dengan tugas utamanya adalah mengalirkan informasi visual dari retina ke otak. Saraf ini tidak dapat terlihat oleh mata telanjang, namun sangat mudah dilihat dengan bantuan alat bernama opthalmoskop.Ketika retina yang terletak di bagian belakang bola mata menangkap cahaya, hal itu akan diterjemahkan sebagai aliran listrik yang dialirkan ke otak melalui saraf mata. Di otak, cahaya itu diinterpretasikan menjadi gambar yang Anda lihat sehari-hari.

Bentuk kerusakan saraf mata

Kerusakan saraf mata bisa terjadi karena penyakit bawaan lahir (kongenital) maupun didapat karena insiden tertentu saat Anda beraktivitas. Kerusakan pada saraf mata dapat mengakibatkan hilangnya penglihatan pada salah satu atau kedua mata, sedangkan tingkat keparahannya ditentukan oleh letak saraf mata yang rusak tersebut.Secara garis besar, terdapat tiga jenis kerusakan saraf mata yang terjadi pada manusia, yaitu:

1. Saraf mata pada salah satu bola mata rusak

Hal ini biasanya ditandai dengan berkurangnya atau bahkan hilangnya penglihatan pada salah satu mata Anda.

2. Kerusakan optic chiasm

Ruang di belakang mata yang menjadi tempat pertemuan saraf-saraf mata mengalami kerusakan sehingga penglihatan Anda terganggu bahkan hilang sama sekali.

3. Kerusakan korteks virtual

Saraf mata yang menghubungkan optic chiasm dan korteks virtual (bagian otak yang menangkap sinyal dari retina) juga bisa rusak sehingga mengganggu penglihatan di salah satu atau kedua belah mata.

Jenis penyakit akibat kerusakan pada saraf mata

Pada praktiknya, kerusakan saraf mata dapat berwujud beberapa penyakit yang mungkin familiar di telinga Anda. Berikut beberapa penyakit yang biasa terjadi ketika saraf mata Anda mengalami kerusakan.

1. Glaukoma

Glaukoma adalah sekelompok penyakit yang paling sering mengakibatkan kebutaan, terutama bagi orang yang sudah berusia di atas 60 tahun. Glaukoma terjadi ketika terdapat banyak cairan di dalam mata yang akan makin banyak seiring berjalannya waktu sehingga tekanan pada bola mata meningkat dan merusak saraf mata.Penyakit ini banyak jenisnya, namun sebagian besar tidak menimbulkan gejala awal. Kebutuaan yang akibat glukoma juga tidak serta-merta, melainkan terjadi secara perlahan sehingga Anda mungkin tidak menyadarinya hingga mengalami kebutaan itu sendiri.Meski kemajuan ilmu kedokteran mata sudah cukup signifikan, hingga kini belum ada obat atau perawatan yang dapat menyembuhkan kebutaan akibat glaukoma. Satu-satunya cara mencegah terjadinya kebutaan dengan cepat adalah lewat pemeriksaan mata rutin.Glaukoma yang terdeteksi dini dapat dirawat sehingga tidak lekas berkembang menjadi kebutaan. Jika dokter memvonis Anda menderita kerusakan saraf mata ini, Anda mungkin harus menjalani perawatan mata seumur hidup.

2. Neuritis optik

Neuritis optik terjadi ketika saraf mata mengalami peradangan yang bisa disebabkan oleh infeksi atau penyakit yang berhubungan dengan sistem imun, seperti sklerosis multipel. Kondisi ini biasanya ditandai dengan hilangnya penglihatan di satu sisi mata.Penderita neuritis optik juga kerap mengeluhkan rasa sakit pada salah sisi bola mata yang terdampak tersebut. Namun, rasa nyeri ini akan hilang dan penglihatan Anda akan kembali seperti sedia kala ketika peradangan pada saraf mata sembuh.Neuritis optik bisa sembuh sendiri, tapi dokter biasanya memberikan obat kortikosteroid untuk mempercepat prosesnya. Kondisi Anda akan berangsur membaik dalam 2-3 bulan, namun kualitas penglihatan biasanya baru kembali normal setelah 12 bulan menjalani perawatan.

3. Atrofi saraf mata

Atrofi adalah kerusakan saraf mata dengan tingkat keparahan sedang hingga berat sehingga memengaruhi penglihatan sentral, periferal (samping), dan cara Anda melihat warna. Penyebab munculnya atrofi saraf mata adalah tumor, trauma, iskemia (berkurangnya pasokan darah ke mata), hipoksia (berkurangnya suplai oksigen), hidrosefalus, hingga cacat bawaan lahir lainnya.Sayangnya hingga kini, tidak ada perawatan yang dapat menyembuhkan atrofi. Namun, kerusakan lebih lanjut pada saraf mata bisa dicegah dengan menghilangkan penyebabnya, seperti mengeluarkan cairan pada penderita hidrosefalus atau melindungi mata yang belum mengalami atrofi sehingga kondisi ini tidak merembet.Jika Anda curiga tengah mengalami kerusakan saraf mata, periksakan ke dokter mata untuk dilihat dengan alat khusus. Semakin cepat penyakit Anda terdeteksi, semakin cepat masalah itu tertangani sehingga semakin besar peluang untuk tidak terjadi komplikasi yang tidak diinginkan.
kesehatan mata
Healthline. https://www.healthline.com/human-body-maps/optic-nerve
Diakses pada 13 Juli 2020
Medicinet. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=4653
Diakses pada 13 Juli 2020
Barrow Neurological Institute. https://www.barrowneuro.org/specialty/optic-nerve-disorders/
Diakses pada 13 Juli 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/opticnervedisorders.html
Diakses pada 13 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/glaucoma/symptoms-causes/syc-20372839
Diakses pada 13 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/optic-neuritis
Diakses pada 13 Juli 2020
AAPOS. https://aapos.org/glossary/optic-nerve-atrophy
Diakses pada 13 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait