7 Penyakit Akibat Infeksi Staphylococcus Aureus, dari Ringan hingga Mematikan

Staphylococcus aureus bisa sebabkan berbagai macam penyakit, seperti bisul hingga keracunan darah
Infeksi bakteri Staphylococcus aureus dapat bisa berbahaya

Staphylococcus adalah kelompok bakteri yang bisa menyebabkan berbagai penyakit di tubuh. Kelompok ini, sebenarnya terdiri dari sekitar 30 jenis bakteri berbeda. Namun, Staphylococcus aureus lah yang paling sering menjadi penyebab berbagai gangguan di tubuh manusia.

Secara normal, bakteri ini sebenarnya dapat ditemukan di permukaan kulit maupun hidung dan tidak menyebabkan terjadinya gangguan apapun. Bakteri ini baru menginfeksi ketika ia bisa masuk ke tubuh melalui lapisan kulit yang terbuka akibat luka, gesekan, maupun penyakit lainnya.

Penyakit yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan gejalanya

Bisul disebabkan oleh infeksi staphylococcus aureus
Bisul di ketiak adalah salah satu bentuk infeksi Staphylococcus aureus

Bakteri Staphylococcus aureus bisa menjadi biang kerok berbagai penyakit. Gejala yang ditimbulkannya pun tidak sama. Berikut berbagai penyakit yang bisa disebabkan oleh bakteri ini.

1. Infeksi kulit

Staphylococcus aureus merupakan penyebab dari berbagai penyakit kulit yang sering terjadi. Berikut ini beberapa infeksi yang dapat muncul serta gejalanya yang perlu diwaspadai:

  • Bisul

    Salah satu penyakit paling umum dari infeksi Stapyloccous aureus adalah bisul. Bisul bisa muncul saat bakteri ini menginfeksi bagian folikel rambut di bawah permukaan kulit, sehingga mengakibatkan munculnya kantung berisi nanah.

    Area kulit yang terkena bisul akan terlihat kemerahan dan bengkak. Saat pecah, nanah akan keluar dari area tersebut. Umumnya, bisul muncul di ketiak atau di area pangkal paha.
  • Impetigo

    Impetigo adalah penyakit kulit menular yang nyeri dan gatal. Secara umum, impetigo bisa terlihat seperti cacar, tapi dengan ukuran benjolan lebih besar dan berisi nanah.
  • Selulitis

    Selulitis juga merupakan infeksi yang menyerang kulit. Hanya saja, infeksi terjadi pada lapisan kulit yang lebih dalam. Sama seperti bisul dan impetigo, penyakit ini juga akan menimbulkan benjolan berisi nanah di kulit yang berwarna kemerahan.
  • Staphylococcal scalded skin syndrome (SSSS)

    Staphylococcal scalded skin syndrome merupakan penyakit kulit serius dimana bakteri staphylococcus aureus menghasilkan racun yang menyebabkan lapisan luar kulit melepuh dan mengelupas. Penyakit ini paling umum terjadi pada anak di bawah 6 tahun.

2. Keracunan makanan

Bakteri ini juga merupakan salah satu penyebab paling umum terjadinya keracunan makanan. Gejala yang ditimbulkan bisa berupa mual, muntah, diare, dan demam. Apabila kondisi ini tidak kunjung reda, maka lama-kelamaan dehidrasi juga bisa terjadi.

3. Septikemia

Septikemia adalah kondisi yang bisa juga disebut sebagai keracunan darah. Kondisi ini bisa terjadi apabila bakteri Staphylococcus masuk ke dalam aliran darah. Gejala awal septikemia umumnya ditandai dengan demam dan menurunnya tekanan darah.

Bakteri tersebut juga bisa masuk hingga ke pembuluh darah bagian dalam dan menginfeksi berbagai organ vital seperti otak, paru-paru, dan jantung. Selain itu, tulang dan otot hingga alat pacu jantung juga bisa menjadi sasaran infeksi bakteri staphylococcus.

4. Septic arthritis

Septic arthritis adalah infeksi bakteri staphylococcus yang terjadi di sendi, seperti lutut, bahu, pinggul, dan jari. Gejala yang timbul pada kondisi ini antara lain pembengkakan pada sendi, sakit di area yang terinfeksi, dan demam.

Penggunaan tampon yang tidak steril bisa sebabkan infeksi staphylococcus aureus
Stapylococcus aureus bisa sebabkan toxic shock syndrome 

5. Toxic shock syndrome

Toxic shock syndrome (TSS) adalah kondisi berbahaya yang bisa mengancam nyawa. Beberapa jenis bakteri staphylococcus, termasuk Staphylococcus aureus bisa menghasilkan racun yang akan merusak jaringan-jaringan di tubuh.

Kondisi ini seringkali berhubungan dengan adanya infeksi luka, kontaminasi saat operasi, atau penggunaan tampon yang kurang tepat. TSS dapat ditandai dengan munculnya gejala-gejala di bawah ini:

  • Demam tinggi
  • Mual dan muntah
  • Ruam di telapak tangan dan telapak kaki yang mirip dengan luka bakar akibat paparan sinar matahari
  • Linglung
  • Nyeri otot
  • Diare
  • Sakit perut

6. MRSA

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) adalah infeksi akibat bakteri Staphylococcus aureus yang sudah resisten terhadap berbagai antibiotik. MRSA bisa terjadi saat bakteri tersebut menggandakan diri dalam jumlah yang tidak terkendali.

Penyakit ini sangat menular dan berbahaya, tapi bisa diatasi hingga tuntas dengan jenis antibiotik yang tepat. Beberapa gejala dari MRSA tidak jauh berbeda dari infeksi staphylococcus lainnya, yaitu benjolan berisi nanah dan demam.

Namun di sisi lain, penyakit ini juga bisa menyebabkan penderitanya sesak napas, pusing, batuk, hingga merasakan nyeri dada.

7. Endokarditis

Saat bakteri Staphyolococcus aureus masuk hingga ke jantung, maka kondisi yang dinamakan endokarditis bisa terjadi. Hal ini bisa berbahaya bagi tubuh dan dokter biasanya akan memberikan antibiotik dosis tinggi untuk mengatasinya.

Apabila infeksi yang terjadi sudah sampai merusak bagian-bagian jantung, maka dokter dapat melakukan operasi untuk mengatasinya.

Siapa saja yang rentan terkena infeksi Staphylococcus aureus?

Orang dengan HIV rentan terkena infeksi Staphylococcus aureus
Pengidap HIV termasuk rentan terkena infeksi Staphylococcus aureus

Siapapun bisa terinfeksi staphylococcus aureus. Namun, beberapa kelompok individu di bawah ini, lebih rentan dibandingkan dengan yang lain.

  • Memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes, kanker, penyakit jantung, maupun paru-paru
  • Memiliki sistem imun yang menurun, seperti pada penderita HIV/AIDS, sedang mengonsumsi obat pascatransplantasi organ, maupun sedang menjalani kemoterapi
  • Pernah melewati operasi
  • Sedang menggunakan kateter, selang napas, dan selang makanan
  • Rutin menjalani proses cuci darah
  • Menyalahgunakan obat-obatan terlarang dengan suntikan
  • Sering berolahraga yang memerlukan banyak kontak fisik

Cara mengatasi infeksi Staphylococcus aureus

Infeksi staphylococcus bisa diatasi dengan konsumsi antibiotik
Antibiotik bisa atasi infeksi Staphylococcus aureus

Infeksi Staphylococcus aureus yang ringan seperti bisul, dapat diatasi dengan kompres air hangat selama sekitar 20 menit, sebanyak tiga hingga empat kali sehari. Pemberian antibiotik salep maupun oral juga dapat dilakukan apabila dokter merekomendasikannya.

Apabila infeksi menimbulkan rasa nyeri yang cukup hebat, Anda juga bisa meredakannya dengan mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol. Untuk mempercepat proses penyembuhan, tutup area infeksi dengan kasa steril atau perban.

Jika infeksi yang terjadi cukup parah, bukan tidak mungkin dokter akan merekomendasikan perawatan secara intensif di rumah sakit. Pemberian antibiotik dosis tinggi atau operasi seperti drainase cairan nanah juga dapat dilakukan.

Mencegah infeksi Staphylococcus aureus

Cegah infeksi staphylococcus aureus dengan antibiotik
Infeksi staphylococcus aureus bisa dicegah dengan rajin cuci tangan

Pencegahan infeksi Staphylococcus aureus sebenarnya sederhana. Anda hanya perlu melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang tepat dan rutin. Rajinlah mencuci tangan, terutama di saat-saat seperti:

  • Membersihkan area kulit yang terinfeksi
  • Setelah menggunakan kamar mandi
  • Setelah buang ingus
  • Sebelum dan sesudah makan
  • Setelah memegang binatang

Apabila tinggal serumah dengan seseorang yang sedang terinfeksi bakteri ini, maka Anda bisa melakukan langkah-langkah di bawah ini agar tidak tertular:

  • Hindari saling bertukar benda-benda yang bisa menjadi medium penularan, seperti pakaian, handuk, dan sikat gigi.
  • Langsung cuci tangan dengan bersih setelah berkontak dengan penderita.
  • Pastikan sprei dan handuk penderita infeksi dibersihkan setiap hari dengan air panas dan pemutih pakaian hingga infeksi benar-benar sembuh.

Selain itu, penting juga untuk selalu menjalani gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang bersih dan bergizi, berolahraga secara teratur, dan menghindari rokok maupun penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Infeksi bakteri Staphylococcus aureus bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng. Sebab, infeksi ringan seperti bisul pun bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih parah apabila tidak ditangani dengan tepat. Konsultasikan dengan dokter apabila Anda mengalami gejala infeksi bakteri ini.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/staph-infections/symptoms-causes/syc-20356221
Diakses pada 10 Februari 2020

Medicinet. https://www.medicinenet.com/staph_infection/article.htm
Diakses pada 10 Februari 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/staphylococcalinfections.html
Diakses pada 10 Februari 2020

Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/staphylococcus.html
Diakses pada 10 Februari 2020

Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/staph-infections-what-are-they-and-when-should-you-worry/
Diakses pada 10 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/mrsa
Diakses pada 10 Februari 2020

Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/staph-infections
Diakses pada 10 Februari 2020

Artikel Terkait