Penurunan berat badan bisa terjadi secara tiba-tiba dan tidak direncanakan, jika hal tersebut terjadi, maka terdapat kemungkinan Anda memiliki masalah medis tertentu
Penurunan berat badan yang tanpa diet ataupun olahraga bisa menjadi indikasi adanya suatu kondisi medis tertentu

Penurunan berat badan merupakan kabar yang membahagiakan bagi orang-orang yang sedang melakukan diet yang rutin demi mencapai berat badan yang ideal. Namun, lain halnya jika penurunan berat badan terjadi secara mendadak dan tanpa direncanakan.

Penurunan berat badan tanpa mengurangi porsi makan ataupun berolahraga dapat dikarenakan oleh berbagai kondisi medis yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Kira-kira, apa-apa saja penyebab penurunan berat badan yang tidak disengaja?

Penyebab penurunan berat badan yang tidak direncanakan

Anda tetap mengonsumsi makanan dalam jumlah yang banyak dan berolahraga sangat sedikit, atau bahkan tidak sama sekali, tetapi penurunan berat badan tetap saja terjadi. Apabila hal ini dialami oleh Anda, maka berikut adalah beberapa penyebab penurunan berat badan yang dialami:

  • Hipertiroidisme

Hipertiroidisme atau tiroid yang terlalu aktif adalah kondisi saat kelenjar tiroid Anda memproduksi terlalu banyak hormon tiroid yang berperan dalam metabolisme.

Hormon tiroid yang berlebih memicu percepatan pembakaran kalori yang dapat menyebabkan penurunan berat badan tanpa direncanakan.

Gejala yang bisa muncul selain penurunan berat badan secara mendadak adalah merasa lelah, tremor di tangan, menstruasi ringan pada wanita, detak jantung yang cepat dan tidak beraturan, mudah kepanasan, cemas, dan gangguan tidur.

  • Depresi

Siapa bilang depresi hanya berdampak secara psikis. Faktanya depresi bisa memicu penurunan berat badan. Depresi memengaruhi bagian otak yang mengendalikan nafsu makan dan berpotensi menurunkan nafsu makan yang menyebabkan penurunan berat badan.

Namun, pada beberapa kasus, depresi justru dapat meningkatkan nafsu makan dan berat badan.

Beberapa gejala dari depresi adalah tingkat energi yang rendah, perasaan sedih yang ada terus-menerus, konsentrasi yang buruk, kehilangan minat terhadap hal-hal yang disukai, mudah kesal, tidur terlalu banyak atau sedikit, dan adanya pemikiran akan kematian atau bunuh diri.

  • Penurunan massa otot

Penurunan atau kehilangan massa otot bisa menimbulkan penurunan berat badan yang tidak direncanakan. Penurunan massa otot bisa dikarenakan otot yang sudah lama tidak digunakan, misalnya karena koma, jarang berolahraga, dan sebagainya.

Dalam kasus tertentu, penurunan massa otot bisa dikarenakan cedera atau kondisi medis tertentu, seperti osteoporosis, multiple sclerosis, dan sebagainya.

Ciri utama dari penurunan massa otot adalah lemah otot dan ukuran otot yang terlihat lebih kecil dari otot lainnya.

  • Rheumatoid arthritis

Salah satu penyakit autoimun yang paling sering dijumpai adalah rheumatoid arthritis (RA). Rheumatoid arthritis menyerang dan menimbulkan peradangan pada persendian. Peradangan tersebut meningkatkan metabolisme yang memicu penurunan berat badan.

Gejala utama dari rheumatoid arthritis adalah nyeri dan pembengkakan pada persendian. Anda juga dapat mengalami kekakuan persendian apabila Anda tidak bergerak lebih dari satu jam.

  • HIV AIDS

HIV menyerang sel CD4 yang berfungsi untuk melawan infeksi dan dapat menjurus ke AIDS yang membuat penurunan berat badan secara signifikan. Gejala dari HIV yang biasa muncul adalah nyeri otot, menggigil, demam, ruam-ruam, pembengkakan di kelenjar limpa, dan berkeringat di malam hari.

  • Kanker

Salah satu gejala awal dari kanker adalah penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan. Meskipun demikian, tidak semua kanker memunculkan gejala berupa penurunan berat badan.

Beberapa gejala awal lain dari kanker adalah kelelahan, rasa sakit, perubahan pada kulit, dan demam. Anda memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti apakah gejala yang ditimbulkan memang karena kanker atau karena kondisi medis lainnya.

  • Diabetes tipe 1

Serupa dengan rheumatoid arthritis, diabetes tipe 1 juga merupakan penyakit autoimun yang menyerang sel pembuat insulin di organ pankreas. Tanpa insulin, tubuh akhirnya tidak dapat menggunakan gula sebagai energi dan membuang gula melalui urine.

Diabetes tipe 1 tidak hanya menyebabkan penurunan berat badan yang mendadak, tetapi juga menimbulkan rasa lapar dan haus yang berlebih, kelelahan, frekuensi buang air kecil yang meningkat, penglihatan mengabur, dan dehidrasi.

  • Tuberkulosis

Bukan hal yang baru jika tuberkulosis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat menyebabkan penurunan berat badan dan nafsu makan. Penyakit ini sangat menular dan membutuhkan antibiotik untuk menyembuhkannya.

Gejala lain yang bisa dialami adalah batuk yang sudah berlangsung lebih dari tiga minggu, kelelahan, menggigil, demam, sakit di dada, batuk berdarah atau dahak.

  • Penyakit Addison

Penyakit Addison merupakan penyakit autoimun langka yang menyerang kelenjar adrenal serta menyebabkan penurunan hormon kortisol yang memicu berkurangnya nafsu makan dan penurunan berat badan.

Gejala lain dari penyakit Addison adalah lemah otot, keinginan untuk mengonsumsi garam, tekanan darah rendah, hiperpigmentasi atau munculnya bercak hitam di kulit, dan kelelahan kronis.

  • Gagal jantung kongestif

Penurunan berat badan adalah salah satu komplikasi akibat gagal jantung kongestif. Gagal jantung kongestif terjadi karena jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh.

Peradangan pada jaringan jantung yang rusak mampu meningkatkan metabolisme yang menyebabkan penurunan berat badan yang tidak direncanakan. Gejala gagal jantung kongestif yang terlihat adalah pembengkakan kaki dan tubuh, sesak napas, batuk yang terus-menerus, detak jantung yang cepat, dan kelelahan.

  • Endokarditis

Endokarditis adalah peradangan pada bagian dalam jantung yang disebabkan oleh bakteri yang masuk ke pembuluh darah dan terkumpul di jantung. Gejala umum dari endokarditis adalah demam dan menurunnya nafsu makan yang menjadi pemicu penurunan berat badan.

Gejala lain dari endokarditis adalah sakit di perut, punggung, dan dada, adanya bising jantung, berkeringat di malam hari, batuk dengan atau tanpa darah, adanya titik berwarna merah atau ungu di kulit, sakit kepala, serta sesak napas.

  • Penyakit peradangan usus besar (IBD)

Penyakit peradangan usus besar atau yang dikenal sebagai inflammatory bowel disease merupakan istilah yang merujuk pada gangguan-gangguan peradangan pencernaan, seperti penyakit Crohn, dan sebagainya.

Penyakit peradangan usus besar membuat tubuh berada di kondisi katabolik yang membuat tubuh terus menggunakan energi serta mengganggu hormon ghrelin yang mengatur rasa lapar.

Kedua hal tersebut menimbulkan penurunan berat badan dan nafsu makan pada penderita. Tidak hanya itu, penderita juga bisa mengalami kembung, kelelahan, sakit perut, tinja yang mengandung darah, dan diare.

  • Penyakit paru obstruktif kronis (COPD)

Penyakit paru obstruktif kronis adalah kumpulan penyakit paru yang progresif, seperti bronkitis kronis, emfisema, dan sebagainya.

Ketika penyakit paru obstruktif kronis sudah parah, penderita akan mengalami penurunan berat badan akibat kesulitan bernapas yang memerlukan lebih banyak energi.

Beberapa gejala awal dari penyakit paru obstruktif kronis adalah batuk ringan dengan atau tanpa dahak, sesak napas, mengi, dan dada yang sesak.

Jika sudah parah, penyakit paru obstruktif kronis dapat mengakibatkan kelelahan, pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, atau paha, dan ketahanan otot yang rendah.

Catatan dari SehatQ

Penurunan berat badan yang tidak direncanakan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis. Anda perlu waspada apabila penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan mencapai lima persen dari berat badan awal selama enam sampai 12 bulan.

Konsultasikan ke dokter jika penurunan berat badan disertai dengan penurunan nafsu makan, perubahan pada buang air besar atau kecil, peningkatan terkena infeksi atau penyakit, dan kelelahan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/unexplained-weight-loss#copd
Diakses pada 07 Oktober 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/unintentional-weight-loss/
Diakses pada 07 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed