Penularan Sifilis Tak Hanya Lewat Hubungan Seks, Waspadai Jalur Lainnya

(0)
19 Jul 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penularan sifilis paling sering terjadi karena berhubungan seksual dengan penderitaPenularan sifilis bisa terjadi melalui hubungan seksual
Penyakit sifilis atau raja singa masuk sebagai salah satu penyakit menular seksual. Namun, penularan sifilis juga dapat terjadi lewat cara lain selain kontak seksual.Penularan dari ibu hamil ke janin adalah salah satu alur yang perlu diwaspadai. Begitu juga dengan penggunaan jarum suntik dan menyentuh luka sifilis yang terbuka di permukaan kulit.

Cara penularan sifilis

Sifilis disebabkan oleh bakteri yang bernama Treponema pallidum. Saat bakteri ini masuk ke tubuh, berbagai gejala dapat muncul, mulai dari demam hingga luka atau lesi di kulit. Fase penularan sifilis berada pada level tertinggi ketika lesi sudah muncul.Saat seseorang bersentuhan dengan luka sifilis tersebut, maka bakteri bisa berpindah dari satu orang ke orang lain. Perpindahan bakteri tersebut bisa terjadi lewat beberapa cara, yaitu:

1. Lewat kontak seksual

Jalur utama penularan sifilis adalah melalui kontak seksual secara vaginal, anal, maupun oral. Saat seseorang dengan luka siflis di alat kelaminnya melakukan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi atau kondom, maka bakteri tersebut bisa dengan mudah berpindah ke pasangannya.Beberapa hari setelah tertular, luka siflis bisa muncul di anus, vagina, skrotum, penis, hingga mulut. Bahayanya, orang yang mengidap sifilis sering tidak sadar memiliki luka di alat kelaminnya. Akibatnya, penyebaran bisa terjadi lebih luas terutama apabila ia sering berganti pasangan seksual.

2. Dari ibu hamil ke janin

Apabila ibu hamil mengidap sifilis, maka bayi yang dikandungnya bisa ikut tertular. Penyakit ini sangat berbahaya bagi bayi, karena berisiko menyebabkan gangguan pertumbuhan, kejang, hingga bayi lahir dalam keadaan meninggal dunia.Bagi ibu yang tinggal di daerah dengan penularan sifilis tinggi atau rentan tertular sifilis, pemeriksaan sifilis harus dijalani secara berkala selama masa kehamilan.

3. Penggunaan jarum suntik tidak steril

Penularan sifilis melalui jarum suntuk yang tidak steril juga bisa terjadi. Sehingga orang-orang yang menyalahgunakan obat terlarang lewat jarum suntik berisiko terkena penyakit ini meski tidak berhubungan seksual dengan pengidap sifilis.Penggunaan jarum suntik yang tidak steril juga bisa terjadi pada proses transfusi darah. Namun hal ini sangat jarang terjadi karena setiap orang yang ingin donor darah pasti melalui pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.

4. Kontak langsung dengan luka sifilis

Cara terakhir penularan sifilis adalah lewat kontak langsung dengan lesi atau luka terbuka yang muncul akibat sifilis. Penularan lewat cara ini memang jarang terjadi. Namun bukan berarti Anda bisa menghiraukannya, terutama jika bekerja di bidang klinis, seperti di rumah sakit, puskesmas, ataupun fasilitas kesehatan lainnya.Bakteri sifilis bisa masuk ke tubuh apabila luka yang tidak tertutup di tubuh Anda, bersentuhan langsung dengan lesi sifilis.Perlu diingat bahwa penyakit ini tidak dapat menular lewat kontak biasa seperti berbagi makanan atau minuman, berpelukan, berpegangan tangan, bersin, atau batuk. Sifilis juga tidak menular apabila Anda menggunakan toilet duduk maupun handuk yang sama dengan pengidapnya.

Cara mencegah penularan sifilis

Untuk mencegah agar Anda tidak tertular sipilis, berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan.
  • Tidak melakukan hubungan seksual dengan pengidap sifilis
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual, siapapun partnernya
  • Tidak bergonta-ganti pasangan seksual
  • Menghindari konsumsi obat-obatan terlarang
  • Menggunakan dental dam, saat melakukan oral seks pada wanita
  • Tidak menggunakan sex toys bergantian
  • Menjalani pemeriksaan kehamilan secara berkala (pada ibu hamil)
Penyakit sifilis sangat menular dan bisa berkembang menjadi kondisi yang berbahaya. Namun, penyakit ini juga bisa sembuh dengan baik selama Anda memulai perawatan sejak dini.Meski begitu, tentu mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, Anda tetap perlu mengetahui penyebab penularan sifilis agar bisa menghindarinya di kemudian hari.
penyakit menular seksualinfeksi menular seksualsifilis
CDC. https://www.cdc.gov/std/syphilis/stdfact-syphilis-detailed.htm
Diakses pada 6 Juli 2020
Planned Parenthood. https://www.plannedparenthood.org/learn/stds-hiv-safer-sex/syphilis
Diakses pada 6 Juli 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/syphilis/
Diakses pada 6 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/syphilis/symptoms-causes/syc-20351756
Diakses pada 6 Juli 2020
American Sexual Health Association. http://www.ashasexualhealth.org/stdsstis/syphilis/
Diakses pada 6 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait