Memahami Metode Penyebaran Penyakit Infeksi dan Cara Mencegah Penularannya


Mengetahui cara penularan penyakit infeksi akan sangat membantu mencegah penyebarannya meluas. Selain menular dari orang ke orang, metode penularan dari hewan ke manusia juga cukup umum. Tak hanya itu, serangga juga bisa ikut menyebarkan penyakit.

(0)
23 Mar 2021|Rena Widyawinata
cara dan metode penularan penyakit lewat bersin atau batukCara penularan penyakit dapat terjadi melalui kontak dekat, lewat bersin, batuk, atau berbicara
Penyakit infeksi adalah kondisi yang disebabkan oleh mikroorganisme, seperti virus, bakteri, jamur, dan parasit. Cara penularan penyakit infeksi sangat mudah terjadi. Bahkan, jika tak terkendali, kondisi ini dapat menyebabkan pandemi, seperti flu spanyol tahun 1918 atau Covid-19 yang kini melanda dunia.

Berbagai penyebab penyakit infeksi

Sebenarnya, dalam tubuh manusia terdapat banyak organisme, seperti bakteri. Keberadaannya dapat berguna bagi kesehatan manusia. Namun, beberapa kondisi dapat menyebabkan bakteri-bakteri ini menyebabkan penyakit.Terdapat beberapa penyebab penyakit infeksi, yakni:
  • Infeksi bakteri, yang menyebabkan penyakit, seperti demam tifoid (tifus), TBC, meningitis
  • Infeksi virus, misalnya menyebabkan penyakit influenza, cacar air, campak, dan herpes
  • Infeksi jamur, yang menjadi penyebab penyakit, seperti kandidiasis, kurap, panu
  • Infeksi parasit, yang menyebabkan penyakit, seperti cacingan, toksoplasma.

Bagaimana cara penularan penyakit?

Melansir dari laman Mayo Clinic, secara umum cara penularan penyakit terbagi menjadi dua, yakni kontak langsung dan kontak tidak langsung dengan kuman penyebab penyakit (patogen).

Penularan langsung (direct contact)

batuk menjadi salah satu cara penularan penyakit
Penularan penyakit dapat terjadi ketika seorang yang terinfeksi batuk atau bersin
 Metode penularan penyakit secara langsung terjadi apabila ada kontak fisik dengan objek yang terinfeksi. Biasanya, yang menjadi “pintu masuk” mikroorganisme ke dalam tubuh adalah jaringan mukosa (selaput lendir), seperti mata, mulut, hidung, luka terbuka, atau lecet.Terdapat 3 metode penyebaran penyakit secara langsung, yakni:1. Dari orang ke orangPenularan ini terjadi apabila orang sedang mengalami sakit menularkannya ke orang lain. Biasanya ini terjadi saat Anda melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.Ini adalah metode penularan yang paling sering terjadi pada penyebaran penyakit infeksi. Penularan dari orang ke orang dapat terjadi melalui cairan tubuh, air liur/cairan pernapasan lainnya (droplet), atau sentuhan pada area tubuh yang terkontaminasi virus.Bersin, batuk, berbicara, bahkan tertawa adalah beberapa cara virus atau bakteri keluar dan berpindah ke orang sehat lainnya.Seseorang yang tidak menunjukkan gejala sakit apa pun bisa saja membawa kuman penyebab penyakit dan menularkannya kepada orang lain.2. Hewan ke manusiaPenyakit yang menular dari hewan ke manusia disebut dengan penyakit zoonosis. Penyakit ini umumnya menular lewat gigitan hewan atau konsumsi dagingnya. Tak hanya hewan liar, binatang peliharaan Anda juga berpotensi membawa mikroorganisme penyebab penyakit. Membersihkan kotoran hewan yang tidak tepat juga dapat menambah risiko penyebaran penyakit ke manusia.  3. Ibu ke bayiPenularan penyakit dapat terjadi dari ibu ke bayinya, baik saat masih hamil, proses kelahiran, ataupun menyusui. Beberapa kuman penyakit dapat berpindah dari tubuh ibu ke sang anak lewat plasenta, dan menyebabkan penyakit kongenital (bawaan lahir).Sementara itu, beberapa penyakit juga diketahui dapat ditularkan dari ibu ke anaknya saat proses kelahiran, seperti HPV atau bakteri penyebab gonore.Selama proses menyusui, mikroorganisme penyebab penyakit juga bisa menular melalui ASI.

Penularan tidak langsung (indirect contact)

metode penularan penyakit infeksi lewat gigitan serangga
Nyamuk menjadi salah satu perantara dalam penyebaran penyakit infeksi
 Berikut ini adalah metode penyebaran penyakit secara tidak langsung:1. Penularan lewat udara (airborne)Jurnal International Encyclopedia of Public Health menyebutkan, partikel virus atau bakteri yang kecil (biasanya berukuran 5 mikron atau kurang) dapat menyebarkan penyakit melalui udara (airborne). Salah satu penyakit yang menular melalui udara adalah tuberkulosis.Hal ini biasanya juga akan berpengaruh pada udara di lingkungan sekitar karena biasanya akan terkontaminasi oleh bakteri atau virus. Menjaga sirkulasi udara tetap baik adalah salah satu langkah untuk menghambat penyebaran penyakit.2. Penularan melalui makanan (foodborne)Bakteri penyebab penyakit juga bisa menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Bakteri yang paling sering menular melalui makanan di antaranya adalah E. Coli dan SalmonellaKemungkinan penyebaran penyakit semakin tinggi apabila makanan tidak diolah dengan baik, seperti memakan daging yang setengah matang. Hal ini menyebabkan bakteri yang mengontaminasi tidak sepenuhnya mati dan masih memiliki kemampuan untuk menyebabkan penyakit.3. Gigitan seranggaSerangga juga bisa menjadi perantara penularan penyakit. Serangga yang menjadi “kendaraan” untuk menyebarkan penyakit disebut dengan vektor.Beberapa contoh penyakit yang menular lewat gigitan serangga, antara lain demam berdarah, malaria, dan penyakit tidur yang dibawa oleh lalat tsetse.4. Benda yang terkontaminasiKetika orang yang sakit berbicara, bersin, atau batuk, droplet (cairan pernapasan atau liur) yang keluar mungkin saja mengenai permukaan-permukaan benda. Beberapa virus atau bakteri diketahui dapat bertahan lama di permukaan-permukaan benda tertentu.Apabila kita menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi, kemudian menyentuh wajah (mata atau mulut) dengan tangan yang kotor, hal ini berpotensi menularkan penyakit.Benda-benda yang kerap kali disentuh berpotensi lebih besar untuk menjadi objek perantara penularan penyakit, seperti kenop pintu, pegangan tangga, dan sakelar lampu. Jarum suntik yang digunakan secara bergantian juga punya risiko yang besar dalam penyebaran penyakit, terutama HIV.

Cara mencegah penyebaran penyakit infeksi

mencegah penularan penyakit infeksi dengan cuci tangan
Mencuci tangan menjadi salah satu cara ampuh untuk mencegah penyebaran penyakit
Mengetahui cara penularan penyakit infeksi akan sangat membantu Anda untuk mencegahnya. Meski begitu, mengetahui metode penularan tetap harus diimbangi dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat Anda lakukan sebagaimana dirangkum dari Harvard Medical School:
  • Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama minimal 20 detik
  • Apabila tidak ada sabun dan air, cucilah tangan dengan hand sanitizer berbasis alkohol 60%
  • Tutuplah hidung dan mulut saat Anda bersin atau batuk dan cuci tangan setelahnya
  • Beristirahat di rumah saat sakit atau gunakan masker jika harus keluar rumah
  • Jangan berbagi peralatan makan
  • Jangan menyentuh wajah dengan tangan yang belum dicuci
  • Mencuci buah dan sayur serta bahan makanan lainnya dengan air mengalir sebelum mengolahnya
  • Pisahkan makanan matang dan mentah, termasuk penggunaan talenan, untuk mencegah kontaminasi silang
  • Pastikan Anda memasak daging atau ikan sampai matang
  • Lakukan seks yang aman untuk mencegah penyebaran penyakit menular seksual
  • Mendapatkan vaksinasi
Penyakit infeksi bisa disebabkan oleh berbagai mikroorganisme di sekitar kita. Memahami cara penularan penyakit infeksi dapat membantu Anda menentukan langkah yang tepat untuk mencegah Anda dari infeksi, terlebih di masa pandemi seperti saat ini.Apabila Anda khawatir akan suatu gejala tertentu setelah kontak dengan hewan atau orang sakit, Anda bisa terlebih dahulu bertanya kepada dokter melalui layanan aplikasi kesehatan keluarga SehatQ sebelum memutuskan ke rumah sakit. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitinfeksi bakteriinfeksi jamurinfeksi virusinfeksi cacingcoronavirus
American Animal Hospital Association. https://www.aaha.org/aaha-guidelines/infection-control-configuration/routes-of-transmission/
Diakses tanggal 4 Maret 2021
Harvard Medical School. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/how-to-prevent-infections
Diakses tanggal 4 Maret 2021
International Encyclopedia of Public Health. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7150340/
Diakses tanggal 4 Maret 2021
Maine Center for Diseases Control & Prevention. https://www.maine.gov/dhhs/mecdc/infectious-disease/epi/airborne/
Diakses tanggal 4 Maret 2021
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infectious-diseases/symptoms-causes/syc-20351173
Diakses tanggal 4 Maret 2021
National Human Genome Research Institute. https://www.genome.gov/genetics-glossary/Vector
Diakses tanggal 4 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait