Penuhi Kebutuhan Makan Buah dan Sayur dengan Konsumsi Oxyvit

(0)
24 Aug 2020|Fadli Adzani
Makan buah dan sayur dapat memberikan nutrisi esensial yang tibutuhkan oleh tubuhMengonsumsi buah dan sayur akan mencegah berbagai penyakit yang mengincar tubuh
Banyak orang yang mungkin tidak terpenuhi kebutuhan vitaminnya dari sumber alami seperti buah dan sayur. Padahal, makan buah dan sayur setiap hari sangatlah penting untuk kesehatan.Makan buah dan sayur setiap hari dapat membawa banyak keuntungan. Berbagai vitamin yang didapatkan dari makan buah dan sayur dapat mencegah penyakit mengerikan seperti kanker dan penyakit jantung.Bagi Anda yang masih jarang makan buah dan sayur, pahamilah pentingnya makan buah dan sayur ini supaya Anda jadi lebih giat dalam menyisipkannya ke dalam menu sehari-hari.

Mengapa penting mengonsumsi buah dan sayur?

Bukan rahasia umum lagi bahwa makan buah dan sayur sangatlah penting untuk kesehatan tubuh kita. Sebab, vitamin yang terkandung dalam buah dan sayur merupakan nutrisi esensial yang mampu mendukung berbagai organ tubuh dalam menjalankan fungsinya dengan baik. Setiap harinya, tubuh memproduksi sel kulit, otot, maupun tulang baru. Tidak hanya itu, tubuh juga menciptakan sel darah merah untuk mendistribusikan nutrisi serta oksigen ke seluruh tubuh. Terlebih lagi, tubuh membawa pesan kimia yang berpindah dari satu organ ke organ lainnya. Untuk melakukan itu semua, tubuh membutuhkan setidaknya 30 jenis vitamin yang bisa didapatkan dari makan buah dan sayur. Selain itu, berbagai kandungan vitamin yang dikandung buah dan sayur dipercaya bisa mencegah berbagai penyakit di bawah ini:
  • Penyakit jantung

Studi yang mengikutsertakan lebih dari 400 ribu orang membuktikan, makan buah dan sayur secara rutin dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantungStudi yang sama juga membuktikan bahwa mengonsumsi 8 porsi buah dan sayur per hari dapat menurunkan risiko serangan jantung hingga 30%.
  • Tekanan darah tinggi

Makan buah dan sayur ternyata dapat membantu penderita tekanan darah tinggi untuk mengatasi hipertensi. Para peneliti menemukan fakta bahwa makan buah dan sayur dapat menurunkan tekanan darah sistolik hingga 11 mmHg dan tekanan darah diastoliknya hingga 6 mmHg.
  • Kanker

Sebuah riset yang mengikutsertakan 90 ribu wanita muda membuktikan, mereka yang sudah rajin makan buah dan sayur sejak dini dapat menurunkan risiko kanker payudara sebanyak 25%. Ditambah lagi, makan buah dan sayur juga dianggap dapat mencegah berbagai macam kanker, seperti kanker paru, kanker lambung, hingga kanker mulut.Di antara banyaknya jenis vitamin yang dapat diraih dengan makan buah dan sayur, beberapa vitamin seperti C, E, dan A memiliki fungsi penting dalam menjaga kesehatan kita. Tidak heran ketika kebutuhan harian Anda akan vitamin-vitamin ini tak terpenuhi, kerugian akan datang melanda. 

Berapa kebutuhan harian vitamin C, E, dan A?

Mengetahui kebutuhan harian vitamin C, E, dan A sangatlah penting bagi kita. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari gejala-gejala merugikan yang dapat muncul akibat kelebihan vitamin di dalam tubuh. Perlu diketahui juga, kebutuhan harian vitamin C, E, dan A juga berbeda-beda, tergantung jenis kelamin dan usia. Ketahuilah kebutuhan harian vitamin C, E, dan A Anda di bawah ini:

1. Vitamin C

Pentingnya kebutuhan vitamin harian terpenuhi sangatlah luar biasa. Vitamin C salah satunya, si nutrisi penting yang dapat menjaga tubuh kita dari banyak penyakit. Berikut ini adalah kebutuhan harian vitamin C berdasarkan jenis kelamin dan usia:
  • Anak 1-3 tahun: 15 miligram
  • Anak 4-8 tahun: 25 miligram
  • Anak 9-13 tahun: 45 miligram
  • Remaja 14-18 tahun: 65-75 miligram
  • Wanita 19 tahun ke atas: 75 miligram
  • Pria 19 tahun ke atas: 90 miligram
  • Wanita hamil 19 tahun ke atas: 85 miligram
  • Wanita menyusui 19 tahun ke atas: 120 miligram
Perlu diketahui juga, ada sebuah studi yang menyatakan bahwa mengonsumsi 500 miligram vitamin C per hari dapat meredam faktor risiko penyakit jantung, seperti kadar kolesterol dan trigliserida tinggi. Para peneliti menganalisis bahwa suplemen vitamin C yang dikonsumsi dalam studi tersebut, dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL) hingga 7,9 mg/dL dan kadar trigliserida hingga 20,1 mg/dL. Sedangkan untuk orang dewasa yang mengonsumsi vitamin C hingga 2.000 miligram per hari, dianggap tidak akan ada efek samping yang muncul. Namun, jangan mengonsumsi vitamin C lebih dari 2.000 miligram dalam sehari. Kelebihan vitamin C akan menimbulkan efek samping seperti: diare dan gangguan pencernaan, risiko timbulnya batu ginjal, serta terhambatnya penyerapan nutrisi tertentu, seperti vitamin B12 (kobalamin).Dengan makan buah dan sayur yang mengandung vitamin C, kebutuhan harian Anda dapat terpenuhi. Jika Anda mengalami kekurangan vitamin C, gejala yang akan muncul adalah lelah, lesu, hingga depresi.

2. Vitamin E

Sama seperti vitamin C, kebutuhan harian vitamin E juga berbeda-beda, tergantung jenis kelamin dan usia. Pahamilah kebutuhan harian vitamin E Anda di bawah ini:
  • 1-3 tahun: 6 miligram atau 9 IU per hari
  • 4-8 tahun: 7 miligram atau 10,4 IU per hari
  • 9-13 tahun: 11 miligram atau 16,4 IU per hari
  • Wanita 14 tahun ke atas: 15 miligram atau 22,4 IU per hari
  • Wanita 14 tahun ke atas yang sedang hamil: 15 miligram atau 22,4 IU per hari
  • Wanita 14 tahun ke atas yang sedang menyusui: 19 miligram atau 28,5 IU per hari
  • Pria 14 tahun ke atas: 15 miligram atau 22,4 IU per hari
Hati-hati, kekurangan vitamin E dapat menyebabkan otot lemah, gangguan penglihatan, hingga menurunnya kekebalan tubuh.

3. Vitamin A

Berdasarkan bentuknya, vitamin A terbagi menjadi dua, yaitu preformed vitamin A (retinol) dan provitamin A (karotenoid). Preformed vitamin A berasal dari produk hewani, makanan yang diperkaya, dan suplemen vitamin. Sementara karotenoid ditemukan secara alami dalam makanan nabati. Kedua bentuk senyawa ini akan berubah menjadi vitamin A ketika sudah dicerna oleh tubuh. Untuk menciptakan 1 IU vitamin A, tubuh membutuhkan 0,3 mikrogram retinol atau 0,6 mikrogram beta-karoten.Vitamin A yang juga dikenal dengan sebutan asam retinoat adalah vitamin yang penting untuk penglihatan, pertumbuhan, pembentukan sel tubuh, hingga sistem imun. Rekomendasi asupan harian vitamin A untuk pria dewasa adalah 3.000 IU (900 mikrogram) vitamin A per hari. Sedangkan wanita membutuhkan 2.330 IU (700 mikrogram) vitamin A per hari.Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kulit kering, mata kering, sulit memiliki anak, hingga infeksi dada dan tenggorokan.

Memenuhi kebutuhan vitamin dengan Oxyvit

Suplemen oxyvit penuhi kebutuhan vitamin
Di tengah maraknya kasus virus corona Covid-19 yang sudah merenggut nyawa ratusan ribu orang, tentu fungsi vitamin dalam mencegah penyakit menjadi sangat krusial. Menteri Kesehatan Republik Indonesia Terawan Agus Putranto merekomendasikan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin C sebagai salah satu cara pencegahan virus corona.Selain makan buah dan sayur, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin C, A, dan E Anda. Oxyvit menjadi pilihan suplemen tepat karena sudah mengandung ketiganya. Dalam satu suplemen Oxyvit, terdapat 500 miligram vitamin C, 100 IU vitamin E, dan 10.000 IU provitamin A (beta-karoten). Dengan mengonsumsi satu kaplet Oxyvit, daya tahan tubuh Anda akan tetap terjaga. Ditambah lagi, kualitas Oxyvit sebagai suplemen vitamin sudah terjamin karena mengandung bahan-bahan yang langsung diimpor dari Amerika Serikat. Dengan kandungan bahan yang berkualitas, harga suplemen Oxyvit cukup terjangkau. Bagi Anda yang ingin mencoba kehebatan Oxyvit, datang saja ke apotek terdekat maupun membelinya secara onlineUntuk dosisnya, Oxyvit dapat diminum satu kali dalam sehari oleh dewasa dan anak di atas 12 tahun. Minumlah Oxyvit pada saat makan untuk mendapatkan manfaat optimalnya.
vitaminvitamin evitamin akekebalan tubuhvitamin cbuah dan sayuranadv oxyvit
Help Guide. https://www.helpguide.org/harvard/vitamins-and-minerals.htm
Diakses pada 18 Juli 2020
HSPH Harvard. https://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/what-should-you-eat/vegetables-and-fruits/
Diakses pada 18 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/how-much-vitamin-c-should-i-take-daily#recommended-intake
Diakses pada 18 Juli 2020
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/nutritional-disorders/vitamin-deficiency-dependency-and-toxicity/vitamin-c-deficiency
Diakses pada 18 Juli 2020
National Institutes of Health. https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminE-Consumer/
Diakses pada 18 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321800
Diakses pada 18 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-vitamin-a/art-20365945
Diakses pada 18 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait