Pentingnya Vaksin Cacar Air untuk Masa Depan Anak

memberikan vaskin cacar air pada anak mencegahnya terkena penyakit saat dewasa
pemberian vaksin cacar air akan berguna untuk masa depan anak

Dalam dua tahun ke belakang ada banyak orang yang berbeda pendapat soal vaksin. Ada yang pro, ada juga yang kontra. Pihak yang mendukung penggunaan vaksin mengatakan vaksinasi penting untuk mencegah kembalinya penyakit mewabah. Di sisi lain, yang kontra beralasan bahwa vaksinasi dapat menyebabkan autisme pada anak dan ada juga yang memermasalahkan beberapa vaksin memiliki kandungan yang haram.

Namun kita tidak akan membahas soal perdebatannya. Yang pasti adalah, penyakit yang kini memiliki vaksin, adalah penyakit yang zaman dahulu ditakuti orang karena menyebabkan kematian. Salah satu penyakit tersebut adalah cacar air.

Dengan memberikan imunisasi cacar air ke pada anak, kita bukan saja menjaga kesehatan anak tetapi juga tidak menghambat aktivitas si anak di masa depan. Seperti yang terjadi pada seorang siswa di Amerika Serikat.

Kasus Jerome Kunkel

Pada bulan Maret tahun 2019, sebuah berita muncul mengenai seorang siswa laki-laki di Amerika yang menuntut sekolahnya karena tidak diizinkan untuk mengikuti kegiatan sekolah dan ekstrakurikuler.

Jerome Kunkel yang berusia 18 tahun menolak untuk mengikuti imunisasi vaksin cacar air di sekolahnya yang membuat pihak sekolah tidak memperbolehkan Jerome menjalani aktivitas di sekolah.

Hal ini dilakukan pihak sekolah karena kebijakan dari pemerintah lokal untuk tidak mengizinkan anak-anak yang belum diimunisasi dengan vaksin cacar air mengikuti kegiatan sekolah dan ekstrakurikuler selama 21 hari setelah kasus terakhir dari wabah cacar air.

Merebaknya virus cacar air di daerah Kentucky, Amerika telah menginfeksi 32 orang. Jerome yang belum diimunisasi dengan vaksin cacar air terpaksa tidak masuk sekolah karena kebijakan tersebut.

Jerome tidak menerima kebijakan tersebut dan menganggapnya telah merusak masa-masa SMA bermain basket bersama timnya di sekolah. Ia memutuskan untuk menuntut sekolahnya di pengadilan.

Namun, hasil dari pengadilan tidak memihak Jerome. Alhasil, Ia tetap dilarang untuk mengikuti kegiatan sekolah dan ekstrakurikuler. Pada bulan Mei, Jerome dikabarkan mengidap cacar air dan sedang dalam masa pemulihan.

Mengenal virus cacar air

Penyakit cacar air menimbulkan ruam-ruam kecil yang gatal dan berisi cairan, serta sangat menular. Penularannya dapat terjadi melalui kontak kulit, batuk, ataupun bersin. Cacar air disebabkan oleh virus varicella-zoster dan dapat menjadi suatu penyakit yang serius.

Cacar air yang tidak ditangani dapat menyebabkan dehidrasi, pneumonia, radang otak, infeksi bakteri di kulit, tulang, sendi, atau pembuluh darah, sindrom Reye, toxic syndrome shock, dan bahkan kematian.

Meskipun sudah sembuh dari cacar air, virus cacar air akan tetap berada di sel-sel saraf dan dapat muncul lagi setelah bertahun-tahun pada orang yang berusia lanjut atau orang dengan sistem imun yang lemah.

Virus cacar air tersebut dapat muncul lagi sebagai penyakit herpes zoster (shingles) yang diindikasikan dengan sekumpulan lepuhan yang menyakitkan.

Pentingnya vaksin cacar air

Sebelum ada vaksin cacar air, cacar air menyebar secara mendunia dan 90 persen remaja menderita cacar air sebelum berusia 20 tahun.

Penyakit ini dapat dicegah secara efektif dengan pemberian vaksin cacar air atau varisela. Pemberian vaksin dapat memberikan perlindungan kepada anak sebesar kurang lebih 90 persen.

Anak yang sudah mendapatkan vaksin cacar air tidak akan mengalami cacar air yang parah saat terinfeksi. Gejala berupa ruam-ruam biasanya lebih sedikit dan ringan, atau bahkan tidak muncul sama sekali.

Sementara gejala demam yang dirasakan terpatok ringan dan mungkin dapat tidak dirasakan sama sekali.

Apakah terdapat efek samping dari vaksin cacar air?

Vaksin cacar air sangat jarang memicu efek samping yang serius dan umumnya tidak menimbulkan efek samping apapun.

Beberapa efek samping yang mungkin dapat dialami adalah kemerahan atau pembengkakan di area kulit yang disuntik, ruam-ruam ringan atau benjolan-benjolan kecil, dan demam.

Efek samping yang lebih serius adalah kadar darah yang rendah dan reaksi otak yang parah. Akan tetapi, hal ini sangat jarang terjadi.

Cegah virus cacar air dengan vaksin cacar air

Vaksin cacar air diberikan sebanyak satu kali saat anak 12 bulan sampai 18 tahun. Anak yang diberikan vaksin cacar air saat berusia lebih dari 13 tahun membutuhkan injeksi dua dosis vaksin cacar air dengan rentang waktu empat minggu antar dosisnya.

BBC. https://www.bbc.com/news/world-us-canada-48205523
Diakses pada 17 Mei 2019

Carrington College. https://carrington.edu/blog/medical/vaccines/chickenpox-and-varicella-vaccine/
Diakses pada 17 Mei 2019

CDC. https://www.cdc.gov/chickenpox/vaccination.html
Diakses pada 17 Mei 2019

CNN. https://edition.cnn.com/2019/05/08/health/chickenpox-lawsuit-vaccine-teen-illness-trnd/index.html
Diakses pada 17 Mei 2019

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
Diakses pada 17 Mei 2019

 

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chickenpox/symptoms-causes/syc-20351282
Diakses pada 17 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/258474.php
Diakses pada 17 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed