Pentingnya Pendidikan Karakter untuk Bentuk Kepribadian Anak

(0)
15 Aug 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Salah satu cara mengenalkan pendidikan karakter adalah memberikan contoh pada anakOrangtua adalah sarana pendidikan karakter yang utama pada anak
Anak yang cerdas bukan hanya dilihat dari kemampuan akademisnya (intelligent quotien alias IQ), namun juga kemampuannya mengelola emosi (emotional quotien atau EQ). Di sinilah pentingnya orangtua maupun guru untuk mengenalkan pendidikan karakter pada anak-anak.Pendidikan karakter adalah pengajaran yang menekankan pada nilai-nilai untuk membentuk kepribadian anak. Berbagai karakter bisa dikenalkan pada anak, misalnya kejujuran, saling menghargai, tanggung jawab, adil, peduli, dan bertindak sebagai warga negara yang baik.Pendidikan karakter tidak harus berdiri sendiri sebagai sebuah kurikulum, melainkan dapat disertakan pada mata pelajaran sehari-hari. Misalnya, anak akan belajar untuk jujur saat diminta mengerjakan pekerjaan rumah atau anak belajar untuk tidak mudah menyerah saat mengerjakan soal matematika yang rumit.

Apa pentingnya mengenalkan pendidikan karakter pada anak?

Di Indonesia, pemerintah sendiri memang menyadari pentingnya pendidikan karakter ini. Bahkan, Presiden Joko Widodo secara khusus mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.Dalam Perpres tersebut ditekankan bahwa anak Indonesia harus memiliki karakter yang merupakan penerapan dari kelima sila dalam Pancasila, yakni religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan adil.Sedangkan dalam lingkup yang lebih besar, anak juga sebisa mungkin memiliki karakter seperti toleran, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, cinta damai, menghargai orang lain, berprestasi, komunikatif, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab.Pada praktiknya, pendidikan karakter yang baik akan membuat anak dapat melakukan hal yang benar dengan sadar, berkomitmen, dan kompeten. Lewat pendidikan karakter, anak juga akan mendapatkan banyak manfaat, seperti:
  • Membentuk kepribadian anak yang menyeluruh, yakni tidak hanya pintar dan cerdik, namun juga berani, peduli, menghargai orang lain, dan sebagainya
  • Mengembangkan kepribadian anak lewat kurikulum dalam kegiatan belajar-mengajar
  • Menciptakan suasana belajar dan bermasyarakat yang lebih positif
  • Membantu anak mengembangkan kemampuannya memecahkan masalah (problem solving)
  • Menanamkan rasa tanggung jawab pada anak sebagai warga negara yang baik
  • Menumbuhkan jiwa kompetitif anak sehingga ia selalu ingin menjadi yang terbaik lewat persaingan yang sehat
  • Menciptakan generasi emas yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa di kemudian hari.
Mengenalkan pendidikan karakter menjadi penting di era globalisasi informasi sekarang ini. Anak sangat rentan terpapar isu negatif maupun berita hoaks dari berbagai platform media digital yang mungkin dapat membombardir pola pikir mereka dengan nilai yang tidak sesuai budaya dalam keluarga maupun negara.Dengan pendidikan karakter, anak diharapkan bakal memiliki filter untuk menyaring informasi yang baik dan buruk. Di sinilah pentingnya peran guru maupun orangtua dalam pendidikan karakter anak.

Waktu dan cara tepat mengenalkan pendidikan karakter pada anak

Tidak pernah ada kata terlambat atau terlalu cepat untuk mengenalkan pendidikan karakter. Orangtua bisa memulainya sedini mungkin, misalnya saat anak mendapat pendidikan anak usia dini (PAUD).Untuk memastikan pendidikan karakter ini efektif, seluruh elemen yang terlibat dalam pendidikannya harus melakukan beberapa hal, seperti:

1. Mencontohkan langsung

Pendidikan karakter bukan hanya mengajarkan anak tentang teori menjadi orang baik, namun juga prakteknya secara langsung. Misalnya, guru mencontohkan sikap peduli pada sesama dengan mendoakan cepat sembuh bagi teman yang tidak masuk kelas karena sakit.Anak paling cepat belajar dengan meniru orang di dekatnya. Ketika ia lebih sering melihat hal-hal baik, maka karakter anak juga kemungkinan besar akan menjadi baik.

2. Memberi tugas

Memberi tugas dapat mengajarkan banyak hal pada anak, seperti keberanian untuk mengungkapkan pendapat pada tugas diskusi kelompok. Tugas ini juga bisa membuat anak merasa tanggung jawab, berpikir kritis, dan lain-lain tergantung tugas yang diberikan oleh guru.

3. Menanamkan kebiasaan

Membiasakan anak melakukan hal-hal yang baik lama-kelamaan akan membuat anak memiliki karakter tersebut. Oleh karena itu, guru di sekolah maupun orangtua di rumah harus mengajarkan anak tentang ‘mengetahui hal baik’, ‘menginginkan hal baik’, dan pada akhirnya ‘melakukan hal baik’ agar pikiran, hati, serta perilaku anak akan baik secara keseluruhan.Pendidikan karakter harus melibatkan masyarakat luas, mulai dari keluarga hingga sekolah. Tampaknya, pepatah yang mengatakan "it takes a village to raise a child" memang benar adanya.
tips mendidik anakcara mendidik anak
Perpres Nomor 87 Tahun 2017. https://setkab.go.id/wp-content/uploads/2017/09/Perpres_Nomor_87_Tahun_2017.pdf
Diakses pada 2 Agustus 2020
Great School. https://www.greatschools.org/gk/articles/the-value-of-character-education/
Diakses pada 2 Agustus 2020
Michigan State University. https://www.canr.msu.edu/character_education/
Diakses pada 2 Agustus 2020
Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/267824613_THE_NEED_FOR_CHARACTER_EDUCATION
Diakses pada 2 Agustus 2020
Jurnal Unsyiah. http://jurnal.unsyiah.ac.id/ICECED/article/view/13727/10425
Diakses pada 2 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait