Inilah Pentingnya Mengonsumsi Asam Folat untuk Ibu Hamil


Asam folat sangatlah penting untuk dikonsumsi sebelum hamil maupun selama awal kehamilan. Asam folat untuk ibu hamil memiliki beragam manfaat, terutama untuk pertumbuhan janin.

0,0
07 Oct 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Asam folat untuk ibu hamil memiliki beragam manfaat, terutama untuk pertumbuhan janinKacang-kacangan mengandung asam folat yang baik untuk ibu hamil dan janin
Asam folat adalah bentuk dari vitamin B9. Tubuh membutuhkan asam folat untuk membuat sel darah merah normal dan mencegah anemia yang disebabkan oleh kekurangan folat. Nutrisi ini juga digunakan oleh tubuh untuk membuat sel-sel baru dan menghasilkan DNA. Sedangkan asam folat untuk ibu hamil adalah kebutuhan nutrisi yang perlu dicukupi sebelum dan selama masa kehamilan. Asam folat juga dapat membantu mengurangi risiko cacat lahir pada janin.

Manfaat asam folat untuk ibu hamil

Mengonsumsi asam folat untuk kehamilan sangat penting, baik itu sebelum ataupun selama hamil, karena manfaatnya yang baik untuk perkembangan organ bayi.Berbagai manfaat asam folat untuk ibu hamil, di antaranya:

1. Mencegah cacat tabung saraf

Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi asam folat sebelum hamil dapat membantu mencegah cacat tabung saraf pada janin, seperti spina bifida, encephalocele, dan anencephaly.Anencephaly adalah suatu kondisi di mana otak janin tidak berkembang dengan baik. Bayi yang lahir dengan kondisi ini umumnya tidak dapat bertahan hidup.Sementara, bayi yang lahir dengan spina bifida (tulang belakang dan sumsum tulang belakang tidak terbentuk dengan baik) atau encephalocele (jaringan otak di luar kepala), mereka harus menghadapi operasi, kelumpuhan, dan cacat jangka panjang.Cacat tabung saraf terjadi pada minggu-minggu awal kehamilan, bahkan sebelum kebanyakan wanita tahu dirinya hamil. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengonsumsi asam folat sebelum Anda mencoba hamil.Wanita yang mengonsumsi asam folat sejak satu bulan sebelum pembuahan dan selama usia kehamilan trimester pertama sesuai dosis yang disarankan dapat mengurangi risiko bayi terkena cacat tabung saraf hingga 70 persen.

2. Mengurangi risiko cacat jantung bawaan

Salah satu fungsi asam folat untuk ibu hamil juga secara signifikan dapat mengurangi risiko cacat jantung bawaan pada bayi. Cacat jantung bawaan terjadi ketika jantung atau pembuluh darah tidak tumbuh secara abnormal sebelum kelahiran. Kondisi ini dapat mempengaruhi bagian dalam jantung, katup jantung, atau arteri jantung.

3. Mencegah bibir sumbing

Penelitian juga menunjukkan bahwa manfaat asam folat untuk ibu hamil salah satunya adalah dapat membantu mencegah bayi memiliki bibir sumbing dan langit-langit mulut sumbing.Kecacatan ini terjadi jika bagian mulut dan bibir bayi tidak menyatu dengan benar selama 6-10 minggu pertama kelahiran.Asam folat juga penting untuk pertumbuhan sel plasenta dan perkembangan janin. Tidak hanya itu, ada pula manfaat lain dalam mengonsumsi asam folat untuk ibu hamil, yaitu melindungi bayi dari lahir prematur, lahir dengan berat badan rendah, keguguran, dan pertumbuhan rahim yang buruk. Risiko komplikasi kehamilan (preeklampsia) pada ibu hamil juga bisa diminimalisir dengan asam folat.

4. Mencegah anemia saat hamil

Manfaat asam folat untuk ibu hamil lainnya adalah mencegah terjadinya anemia saat hamil, karena berfungsi untuk pembentukan sel darah merah. Apabila ibu hamil mengalami anemia, komplikasi kehamilan rentan terjadi, seperti berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, hingga perdarahan saat persalinan.

5. Membantu menjaga kesehatan plasenta

Mengonsumsi asam folat yang cukup selama hamil dapat membantu plasenta terbentuk dengan baik. Sehingga, aliran oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin akan berjalan lancar.

6. Mencegah preeklampsia

Sejumlah penelitian menunjukkan, bahwa mengonsumsi asam folat yang cukup selama hamil dapat menurunkan risiko terjadinya preeklampsia. Preeklampsia adalah kondisi yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kebocoran protein pada urine. Kondisi ini sangat berbahaya karena bisa mengancam nyawa ibu dan janin.Baca juga: Ini Beragam Makanan Sehat untuk Ibu Hamil yang Baik untuk Janin

Berapa banyak kebutuhan dosis asam folat untuk ibu hamil?

Kebutuhan asam folat ibu hamil setidaknya 400 mcg (0,4 mg) per hari. Selain itu, CDC (semacam BPOM-nya Amerika) juga merekomendasikan wanita yang berencana untuk hamil untuk mengonsumsi 400 mcg asam folat setiap hari, baik melalui suplemen atau makanan.Jika Anda pernah melahirkan bayi dengan cacat tabung saraf, Anda memerlukan dosis asam folat yang lebih tinggi menjelang kehamilan berikutnya dan selama beberapa bulan pertama kehamilan. Dokter akan meresepkan dosis suplemen asam folat yang tepat untuk Anda.Beberapa kondisi tertentu juga membuat Anda memerlukan dosis asam folat yang lebih tinggi, di antaranya:Kemudian, bagusnya asam folat diminum sampai hamil berapa bulan? Untuk memberikan manfaat yang maksimal pada ibu hamil dan janin, suplemen asam folat dianjurkan untuk diminum setidaknya mulai dari satu bulan sebelum hamil hingga selama masa kehamilan.Selain melalui suplemen, Anda juga bisa menemukan folat pada makanan-makanan tertentu, untuk memenuhi kebutuhan harian asam folat Anda. Makanan yang kaya akan folat, yakni kacang-kacangan, hati sapi, alpukat, sayuran hijau gelap, pisang, telur, jeruk, dan sebagainya.Baca juga: 11 Sumber Nutrisi Terbaik untuk Ibu Hamil dan Standar Kebutuhan Gizi yang Harus Dipenuhi

Risiko mengonsumsi asam folat untuk ibu hamil

Sebagian besar orang tidak mengalami efek tertentu ketika mengonsumsi asam folat dengan dosis kurang dari 1000 mcg dalam sehari. Mengonsumsi banyak folat dalam makanan juga tidak menimbulkan masalah yang spesifik.Akan tetapi, mengonsumsi asam folat dosis tinggi dalam waktu yang lama dapat menyebabkan gejala berupa:
  • Nyeri perut
  • Diare
  • Mual
  • Perut bergas
  • Mudah marah
  • Kebingungan
  • Masalah dalam tidur
Bukan hanya kelebihan asam folat yang berbahaya, namun kekurangan asam folat juga bisa menimbulkan efek samping yang berisiko pada ibu dan janin.Kekurangan asam folat pada janin dikhawatirkan akan menyebabkan kelainan pada tabung saraf yang mengakibatkan pembentukan batok kepala janin terganggu.Adapun ciri-ciri ibu hamil kekurangan asam folat di antaranya adalah:
  • Mudah lelah
  • Mengalami anemia megaloblastik
  • Sistem pencernaan terganggu seperti mengalami diare
  • Detak jantung tidak teratur
  • Mudah sariawan dan kesulitan mencicipi rasa makanan
  • Kulit pucat 
Dalam kasus yang jarang, asam folat juga bisa membuat alergi yang ditandai dengan ruam kulit, gatal, kemerahan, dan sesak napas. Jika setelah mengonsumsi asam folat timbul gejala-gejala yang tidak biasa, segera hentikan penggunaan dan periksakan diri Anda ke dokter.Selain memperhatikan kebutuhan nutrisi hingga dosis terbaik asam folat, untuk menjaga kehamilan tetap sehat, Anda juga perlu menerapkan gaya hidup yang baik.Sebelum mengonsumsi asam folat untuk ibu hamil maupun saat merencanakan kehamilan, akan lebih baik bila Anda berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter.Jika ingin berkonsultasi langsung, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
asam folatmakanan untuk hamil
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/folic-acid#foods-with-folic-acid
Diakses pada 07 Oktober 2019
Baby Center. https://www.babycenter.com/0_folic-acid-why-you-need-it-before-and-during-pregnancy_476.bc
Diakses pada 07 Oktober 2019
Web MD. https://www.webmd.com/baby/folic-acid-and-pregnancy#1
Diakses pada 07 Oktober 2019
CDC. https://www.cdc.gov/ncbddd/folicacid/recommendations.html Diakses pada 20 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait