Pentingnya Mengenal LILA (Lingkar Lengan Atas) untuk Mengukur Status Gizi Bayi

0,0
01 Dec 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Lingkar lengan atas atau LILA biasanya dipakai untuk mengukur status gizi bayiUntuk mendapatkan hasil yang akurat, datanglah ke dokter untuk memeriksa lingkar lengan atas (LILA) bayi Anda.
Lingkar lengan atas (LILA) biasanya digunakan untuk mengukur status gizi bayi di dalam keadaan darurat atau saat berat dan tinggi badan bayi tak dapat dinilai secara akurat.
Untuk menilai status gizi bayi, LLA dianggap memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Berikut adalah penjelasan lengkap seputar pengukuran lengan atas dan hubungannya dengan status gizi bayi.

LILA dan hubungannya dengan status gizi bayi

Pengukuran status gizi bayi masuk ke dalam indikator ukuran antropometri, yang biasanya digunakan sebagai kriteria utama dalam menilai kecukupan asupan gizi dan pertumbuhan bayi atau balita.Dalam indikator pengukuran antropometri, lingkar lengan bukanlah satu-satunya tolok ukur yang bisa digunakan, masih ada tolok ukur lain, seperti usia, berat badan, panjang badan, tinggi badan, hingga tebal lipatan kulit.Pada bayi dan balita, pengukuran LLA dapat menilai status kurang energi dan protein (KEP). Jika ukuran lengan atas pada bayi mengalami penurunan, kondisi ini bisa menjadi salah satu gejala dari KEP.KEP merupakan penyakit gangguan gizi yang sering kali dialami bayi dan balita di Indonesia atau negara lainnya. Penyakit ini awalnya dikenal dengan sebutan Calory Protein Malnutrition (CPM) dan kini berubah menjadi Protein Energy Malnutrition (PEM).Ukuran lengan atas digunakan sebagai tolok ukur status gizi bayi karena relatif mudah dilakukan, hasilnya cepat, harga alatnya murah, dan tidak memerlukan data umur balita yang dalam beberapa kasus sulit didapatkan dengan tepat atau akurat.

LILA bayi normal

Lingkar lengan atas anak menggambarkan cadangan lemak keseluruhan dalam tubuh. Besarnya lingkar lengan atas menunjukkan persediaan lemak tubuh cukup banyak, dan apabila ukuran lingkar lengan atas kecil maka menunjukkan persediaan lemak sedikit. Standar LILA menurut Depkes yang dikutip dari Penilaian Status Gizi Bayi Kemkes adalah berkisar 5.4 cm pada tahun pertama kehidupannya dan <11.5 cm pada umur 2-5 tahun dan LILA bayi normal kurang sensitif untuk tahun berikutnya. 

Standar LILA menurut WHO

World Health Organization (WHO) mengeluarkan standar LILA untuk anak laki-laki maupun perempuan yang berusia 3 bulan hingga 5 tahun seperti berikut:

Lingkar lengan atas (LLA) berdasarkan WHO untuk anak laki-laki:

Pengukuran lingkar lengan atas untuk anak laki-laki dan perempuan ternyata berbeda. Berikut standar pengukurannya berdasarkan WHO untuk anak laki berusia 3 bulan hingga 5 tahun:
LILA berdasarkan WHO
LILA berdasarkan WHO untuk anak laki-laki berusia 3 bulan hingga 2 tahun 8 bulan. (Sumber: WHO)
LILA berdasarkan WHO
LILA berdasarkan WHO untuk anak laki-laki berusia 2 tahun 9 bulan hingga 5 tahun.  (Sumber: WHO)

Lingkar lengan atas (LLA) berdasarkan WHO untuk anak perempuan:

Jika sudah memahami LLA berdasarkan WHO untuk anak laki-laki, kini saatnya Ayah dan Bunda juga mengenali pengukuran lingkar lengan atas untuk anak perempuan:
LILA BERDASARKAN WHO
LILA berdasarkan WHO untuk anak perempuan berusia 3 bulan hingga 2 tahun 8 bulan. (Sumber: WHO)
lila berdasarkan WHO
LILA berdasarkan WHO untuk anak perempuan berusia 2 tahun 9 bulan hingga 5 tahun. (Sumber: WHO)

Kelebihan dan kekurangan LILA sebagai tolak ukur status gizi bayi

Meskipun LLA mudah dilakukan dan mampu mengeluarkan hasil dengan cepat, terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan LILA yang harus diketahui oleh orangtua. Apa saja?

Kelebihan 

  • Indikator yang baik untuk menilai kekurangan energi dan protein (KEP) berat
  • Alat ukur yang murah, sederhana, sangat ringan, dan dapat dibuat sendiri
  • Dapat digunakan oleh mereka yang tidak dapat membaca karena terdapat kode warna untuk menentukan tingkat keadaan gizi.

Kekurangan 

  • Hanya dapat mengidentifikasi anak dengan KEP berat
  • Sulit menemukan ambang batas
  • Sulit untuk melihat pertumbuhan anak 2-5 tahun.

Cara mengukur LILA

Untuk mengetahui LILA pada bayi, Anda membutuhkan pita pengukur. Biasanya, pita pengukur ini dipasangkan ke lengan bagian kiri atau lengan yang tidak aktif. Pengukuran ini dilakukan pada pertengahan antara pangkal lengan atas dan ujung siku dalam ukuran centimeter.Berikut adalah cara mengukur lingkar lengana atas secara bertahap yang bisa Anda ikuti.
  • Tetapkan posisi bahu dan siku
  • Letakkan pita antara bahu dan siku
  • Tentukan titik tengah lengan
  • Lingkarkanlah pita pada tengah lengan
  • Jangan memasang pita terlalu kencang atau longgar.
Biasanya, pengukuran lingkar lengan dengan pita ukur memiliki empat indikator warna, yakni merah, jingga, kuning dan hijau.Jika warnanya merah, itu tandanya Si Kecil tengah mengalami malnutrisi akut parah. Ia wajib dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.Jika warnanya jingga, anak sedang mengalami malnutrisi akut sedang. Ia pun juga harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.Warna kuning menandakan anak berisiko menderita malnutrisi akut dan harus dibawa ke rumah sakit untuk mencegah kedatangan malnutrisi. Terakhir, warna hijau menandakan kebutuhan gizi sang anak sudah tercukupi.

Catatan dari SehatQ

Malnutrisi atau kekurangan gizi adalah masalah yang tidak boleh diremehkan. Oleh karenanya, mengukur lingkar lengan anak-anak Anda penting untuk dilakukan.Pita ukur mudah ditemukan baik di rumah sakit, apotek, atau dibeli secara daring. Namun ingat, carilah alat ukur pita LILA yang sudah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan agar hasilnya akurat.Akan tetapi untuk mendapatkan hasil yang lebih jelas, datanglah ke dokter untuk meminta bantuan mengukur lingkar lengan atas anak. Dengan begitu, dokter dapat membacakan hasil dari pengukuran LLA. Jika memang anak Anda kekurangan gizi, dokter bisa memberikan rekomendasi terapi gizi untuk menanganinya.Apabila Anda memiliki pertanyaan lain seputar status gizi bayi, konsultasi ke dokter lewat chat online di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis.Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play!
tumbuh kembang bayigizi anakgizi burukzat giziperkembangan bayi
Universitas Indonesia. https://staff.ui.ac.id/system/files/users/saptawati.bardosono/material/penilaianstatusgizibalitaantropometri.pdf
Diakses pada 17 November 2020
Kementerian Kesehatan RI. http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/11/PENILAIAN-STATUS-GIZI-FINAL-SC.pdf
Diakses pada 17 November 2020
Poltekkes Jogja. http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/1332/4/4.%20Chapter2.doc.pdf
Diakses pada 17 November 2020
Universitas Pakuan. https://journal.unpak.ac.id/index.php/komputasi/article/download/1594/1291#:~:text=Cara%20Mengukur%20LILA%20Ada%207,pembacaan%20skala%20yang%20benar%20Pengukuran
Diakses pada 17 November 2020
Mother Child Nutrition. https://motherchildnutrition.org/early-malnutrition-detection/detection-referral-children-with-acute-malnutrition/interpretation-of-muac-indicators.html#:~:text=MUAC%20less%20than%20110mm%20(11.0,Severe%20Acute%20Malnutrition%20(SAM).&text=MUAC%20of%20between%20125mm%20(12.5,Promotion%20and%20Monitoring%20(GPM).
Diakses pada 17 November 2020
Kemkes. http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/11/PENILAIAN-STATUS-GIZI-FINAL-SC.pdf Diakses pada 11 Januari 2021IDAI. https://www.idai.or.id/professional-resources/growth-chart/kurva-pertumbuhan-who Diakses pada 11 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait