Pentingnya Memiliki Kematangan Emosional bagi Diri Sendiri


Kedewasaan secara fisik bisa mudah dilihat. Namun, kematangan emosional hanya bisa dinilai dari sikap dan perilaku dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

0,0
05 Oct 2021|Annisa Nur Indah
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kematangan emosional hanya bisa dinilai dari sikap dan perilaku dalam menjalani kehidupan sehari-hariMenunjukkan empati merupakan tanda kedewasaan emosional
Kedewasaan secara fisik mudah dilihat pada seluruh makhluk hidup. Pada manusia, tanda kedewasaan secara fisik dapat dilihat berdasarkan jenis kelaminnya. Jika laki-laki, dilihat dari pertumbuhan jakun, kumis, atau perubahan suaranya. Sedangkan pada wanita, kedewasaan dapat berdasarkan menstruasi dan tumbuhnya payudara. Namun, kematangan secara emosional tidak kasat mata dan hanya dapat dirasakan melalui sikap serta perilakunya.

Apa itu kematangan emosional?

American Psychological Association mendefinisikan kematangan emosional sebagai kemampuan mengontrol dan mengekspresikan emosi dengan tepat. Sedangkan ketidakdewasaan emosional adalah kecenderungan untuk mengekspresikan emosi tanpa menahan diri atau tidak proporsional dengan situasi.Dengan kata lain, perilaku emosional yang tidak terkendali dan tidak sesuai dianggap belum matang. Hal ini bisa dilihat dari anak-anak yang cenderung mengekspresikan emosi mereka tanpa memerhatikan lingkungan sekitar. Misalnya, menangis meraung-raung di minimarket saat keinginannya membeli mainan tidak dipenuhi.

Ciri-ciri kematangan emosional

Jika Anda ingin melihat kematangan emosional dari seseorang, Anda dapat melihat ciri-cirinya sebagai berikut:

1. Bertanggung jawab

Orang dengan kedewasaan emosional menyadari hak istimewa mereka di dunia dan mencoba mengambil langkah untuk mengendalikan perilaku mereka. Individu yang bertanggung jawab memiliki kerendahan hati alih-alih mengeluh tentang keadaan. Hal ini bisa berujung pada sebuah tindakan yang dimulai dari pertanyaan: “Apa yang dapat dilakukan untuk memperbaiki situasi ini?”Memiliki kematangan emosional berarti tidak menyalahkan orang lain (maupun diri sendiri) ketika berhadapan dengan suatu masalah. Orang yang dewasa secara emosional akan mencari solusi terhadap permasalahan tersebut.

2. Empati

Menunjukkan empati merupakan tanda kedewasaan emosional. Individu ini tahu bagaimana menempatkan diri pada posisi orang lain. Artinya, ia peduli pada orang lain dan mencoba mencari tahu cara membantu.

3. Menyadari kesalahan diri

Seseorang yang memiliki kedewasaan emosional tahu cara meminta maaf ketika melakukan kesalahan. Ia mengakui kesalahan yang ia lakukan dan mencoba menemukan cara untuk memperbaiki situasi. Individu yang memiliki kematangan emosional juga tidak selalu merasa benar. Sebaliknya, ia akan mengakui bahwa ia tidak sempurna dan tidak memiliki jawaban atas semua pertanyaan.

4. Mengakui kelemahan

Manusia tidak akan lepas dari kekurangan dan kelemahan. Orang yang memiliki kematangan emosional selalu bersedia terbuka dan membagikan perjuangan yang tengah dilaluinya sehingga orang lain tidak merasa sendirian. Individu ini juga tidak ingin selalu dilihat sempurna sepanjang waktu, jujur tentang perasaannya, dan membangun kepercayaan dengan orang-orang di sekitarnya.

5. Beradaptasi

Pribadi yang memiliki kematangan emosional juga mencoba menyesuaikan harapan dirinya dan tentunya dengan sebuah alasan. Memang ada hal yang tidak dapat diubah, tapi ia tahu cara mengubah sudut pandangnya akan hal tersebut. Biasanya pribadi dengan kematangan emosional dapat mempelajari pola dan menemukan cara untuk mengatasi perilaku bermasalah.

6. Punya batasan realistis

Menetapkan batasan adalah bentuk cinta dan hormat pada diri sendiri. Ia tahu bagaimana dan kapan harus menentukan batas dan tidak akan membiarkan orang lain melewatinya.

Hubungan usia dan tingkat kematangan emosional

Ada banyak faktor yang memengaruhi tingkat kematangan emosional seseorang. Salah satu contohnya mendapatkan pengalaman lebih banyak di usia muda. Bagian otak yaitu korteks prefrontal, yang membantu mengatur perilaku yang berisiko, tidak sepenuhnya berkembang sampai usia 25 tahun. Hal ini menjelaskan mengapa banyak emosi remaja seringkali tampak tidak terduga. Namun, tingkat kedewasaan seseorang lebih berkaitan dengan kecerdasan emosional mereka serta cara memilih untuk menanggapi situasi menantang, daripada usia seorang individu.Bahkan, banyak orang dewasa memiliki tingkat kedewasaan yang rendah. Itu sebabnya Anda mungkin bertemu dengan orang yang jauh lebih muda namun tampak bijaksana daripada usia mereka.

Cara meraih kematangan emosional

Kematangan emosional berguna untuk diri sendiri dan lingkungan orang-orang sekitar. Orang dengan emosi yang matang tahu cara mengekspresikan diri pada tempatnya. Untuk itu, beberapa cara berikut dapat dilakukan untuk mendapatkan kematangan emosional:
  • Belajar mengenali emosi

Mengenali perasaan secara naluriah sudah dilakukan sejak masih balita. Namun, Anda melakukannya secara tidak sadar. Untuk mendapatkan kematangan emosi, saat Anda merasakan sebuah emosi, kenali dan namai emosi itu. Misalnya Anda sedih, kenali hal itu sebagai perasaan sedih dan cari tahu kenapa Anda bisa sedih.Sebagai latihan, coba tuliskan berapa kali Anda terganggu oleh emosi orang lain dalam jurnal selama seminggu. Kemudian identifikasi emosi yang mendasarinya. Cara ini memberi banyak wawasan tentang bagaimana Anda dapat menanggapi suatu situasi dan apa yang menjadi kebutuhan Anda.
  • Lepaskan rasa malu

Menyadari bahwa Anda sering malu dan merasa buruk terhadap diri sendiri akan membantu Anda untuk melakukan perubahan. Dengan mengakui bahwa Anda memang banyak memiliki kekurangan, Anda bebas untuk mengambil alih hidup Anda dan menjalaninya dengan cara Anda sendiri, daripada hidup dalam harapan orang lain.
  • Hidup sepenuhnya pada realitas Anda

Lihatlah hidup Anda di titik ini dan ambil tanggung jawab penuh untuk hal baik maupun buruk yang telah terjadi. Anda berhak untuk menentukan hidup Anda sendiri dan ini membantu mengendalikan pilihan Anda. Belajarlah untuk mengakui ketika membuat kesalahan dan mencegah terjadi di masa depan.
  • Amati orang lain dengan rasa ingin tahu

Daripada bereaksi saat orang menjadi dramatis, cobalah menunjukkan kesabaran dan pengertian mengapa mereka melakukannya. Gunakan pendekatan empati dan hindari menilai perilaku mereka. Menjadi sadar diri akan nilai sendiri serta nilai orang lain akan membantu Anda menjalani kehidupan yang bahagia dan lebih memuaskan. Meminta maaf kepada orang sekitar, mengakui diri ketika membutuhkan bantuan, dan mencari dukungan adalah cara untuk mengembangkan diri. Semakin kita bersedia bertanggung jawab atas perilaku kita, semakin menemukan koneksi terhadap diri sendiri.Untuk berdiskusi lebih lanjut tentang kematangan emosional, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kesehatan mentalmanajamen amarahberpikir positif
Healthline. https://www.healthline.com/health/mental-health/emotional-maturity#takeaway
Diakses pada 23 September 2021.
WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/what-is-a-emotional-immaturity
Diakses pada 23 September 2021.
Healthline. https://www.healthline.com/health/mental-health/emotional-immaturity#takeaway
Diakses pada 23 September 2021.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait