Pentingnya Memenuhi Kebutuhan ASI Bayi 0-2 Tahun

(0)
17 Jul 2020|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kebutuhan ASI bayi 1 bulan hingga 2 tahun berbeda-bedaKebutuhan ASI bayi berbeda-beda berdasarkan usianya
Air susu ibu (ASI) merupakan kebutuhan pokok bagi bayi. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan sejak bayi baru lahir sangat dianjurkan. ASI dapat terus diberikan hingga bayi berusia 2 tahun.Sebagian ibu mungkin memberikan ASi kurang dari 2 tahun atau bahkan lebih dari 2 tahun, sesuai dengan kebutuhan ASI bayi. Namun, pemberian ASI direkomendasikan untuk diteruskan hingga setidaknya sampai bayi berusia 12 bulan.

Mengapa bayi membutuhkan ASI?

Sebagai sumber makanan alami bagi bayi, ASI mengandung antibodi alami yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. ASI juga mengandung enzim-enzim yang menyehatkan dan tidak dapat tergantikan oleh susu formula buatan.Protein pada ASI mengandung zat-zat penting laktoferin, sekresi igA, Lisozime, dan faktor bifidus. Selain itu, ASI juga kaya akan asam lemak omega-3, vitamin, dan karbohidrat yang dibutuhkan oleh bayi.

Kebutuhan ASI bayi berdasarkan usianya

Kebutuhan ASI bayi dibedakan berdasarkan usianya. Berikut adalah rincian lengkap seputar kebutuhan ASI berdasarkan usia bayi.

1. Bayi 0-6 bulan

Pada periode ini, bayi dapat diberikan ASI eksklusif tanpa makanan lainnya. Di bulan pertama kehidupannya, bayi membutuhkan sekitar 8-12 kali pemberian ASI setiap harinya.Dalam periode berikutnya, yakni 3-6 bulan, jumlah pemberian ASI turun menjadi sekitar 6-8 kali setiap harinya. Namun, bayi bisa menampung lebih banyak ASI, tepatnya sekitar 177-236 ml ASI per sekali makan.

2. Bayi 6-8 bulan

Pada saat bayi berusia 6 bulan, selain kebutuhan ASI, bayi juga sudah dapat diberikan makanan pendamping ASI (MPASI), seperti sereal atau bubur bayi, khususnya yang dilengkapi zat besi. ASI dapat dicampurkan ke dalam 1-2 sendok makan bubur bayi.Mulai dengan pemberian satu kali bubur bayi sehari dan sisanya ASI. Setelah bayi terbiasa, pemberian sereal dapat ditingkatkan hingga 2 kali sehari.

3. Bayi 8-12 bulan

Setelah bayi memasuki usia 8 bulan, pemberian ASI bayi dapat mulai dikombinasikan dengan finger foods, yakni jenis makanan berukuran kecil yang dapat dipegang sendiri oleh bayi. Finger foods harus mudah digigit dan dikunyah serta bervariasi dari segi aroma, rasa, dan tekstur.Selain sayur, buah, keju, dan yogurt juga sudah bisa mulai diperkenalkan. Tapi sebaiknya, jangan dulu memberikan susu sapi karena proteinnya yang masih sulit dicerna.

4. Bayi 1-2 tahun

Pada usia 1 tahun bayi sudah bisa mulai mengonsumsi susu murni. Susu ini diperlukan untuk melengkapi kandungan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Asupan makanan bergizi lainnya juga harus dikonsumsi bayi secara lengkap baik sayuran, buah-buahan, daging, biji-bijian, dan produk susu.Memasuki usia 2 tahun, pemberian ASI dapat dihentikan karena bayi sudah dapat mengonsumsi semua jenis makanan yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Manfaat pemberian ASI

Sebagai sumber makanan utama, ada berbagai manfaat ASI khususnya bagi tumbuh kembang bayi.

1. Melindungi dari alergi dan eksim

Protein alami yang terdapat pada ASI sangat mudah dicerna. Lain halnya dengan protein pada susu formula dari susu sapi atau susu kedelai yang dapat memicu alergi hingga eksim (ruam kemerahan pada kulit bayi).

2. Meminimalisir gangguan pencernaan

Kemudahan ASI untuk diserap dan dicerna oleh tubuh, membuat bayi terhindar dari sakit perut, diare, atau konstipasi.

3. Melindungi dari berbagai infeksi virus

Pemenuhan kebutuhan ASI bayi juga dapat menurunkan risiko infeksi saluran kemih, peradangan pada saluran pencernaan, gastroenteritis (flu perut), infeksi telinga, dan infeksi paru.

4. Menurunkan risiko SIDS (Sudden Infant Death Syndrome)

SIDS merupakan kematian mendadak pada bayi yang berusia di bawah 1 tahun dan tidak dapat dijelaskan penyebabnya.  Walaupun belum dapat ditemukan kaitannya secara pasti, ditemukan fakta bahwa angka kematian bayi yang meninggal akibat SIDS dua kali lebih sedikit pada bayi yang mengonsumsi ASI.

5. Meningkatkan efektivitas vaksin

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa bayi yang kebutuhan ASI terpenuhi, memiliki respons lebih baik terhadap antibodi jika dibandingkan bayi yang mengonsumsi susu formula.

6. Melindungi dari berbagai penyakit berbahaya

Kekebalan tubuh dan sel darah putih disalurkan dari ibu kepada bayi melalui pemberian ASI. Sehingga bayi dapat terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya, seperti diabetes tipe 1, meningitis, dan kanker getah bening (limfoma hodgkin).

7. Meningkatkan kecerdasan anak

Walaupun belum dapat disimpulkan, beberapa hasil penelitian mengarah pada kemungkinan bahwa bayi yang diberikan ASI memiliki tingkat nilai IQ lebih tinggi di masa depan. Hal ini kemungkinan besar dikarenakan asam lemak omega-3 pada ASI yang dapat berfungsi menguatkan otak.

8. Membantu mencegah obesitas

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi yang diberi ASI memiliki kemungkinan lebih sedikit untuk mengalami obesitas. Hal ini dikarenakan ibu yang menyusui bisa mengenali sinyal saat bayi merasa kenyang sehingga tidak menyusui secara berlebihan.Apabila kondisi Anda memungkinan untuk memberikan ASI ekskulsif pada bayi, sebaiknya lakukanlah agar Si Kecil bisa mendapatkan berbagai nutrisi yang mereka butuhkan. Dengan nutrisi yang terpenuhi, bayi dapat tumbuh dengan sehat dan optimal.
asi eksklusifmanfaat asi
American Pregnancy
https://americanpregnancy.org/first-year-of-life/whats-in-breastmilk/
Diakses 4 Juli 2020
Children Hospital
http://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/s/sudden-infant-death-syndrome-sids/symptoms-and-causes
Diakses 4 Juli 2020
Parents
https://www.parents.com/baby/breastfeeding/basics/the-benefits-of-breastfeeding/
Diakses 4 Juli 2020
Mottchildren
https://www.mottchildren.org/posts/your-child/feeding-your-baby-toddler
Diakses 4 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait