Pentingnya Mekanisme Kontraksi Otot dalam Tubuh Manusia

Melalukan olahraga, seperti tenis, masih dapat dilakukan oleh tubuh karena adanya mekanisme kontraksi otot
Mekanisme kontraksi otot membantu manusia untuk tetap bisa berolahraga dan bergerak secara maksimal

Tubuh manusia terdiri berbagai macam otot yang menyusun berbagai organ yang menyokong kehidupan. Otot tidak hanya berperan sebagai pembentuk organ, tetapi juga berfungsi dalam membantu Anda untuk bisa bergerak secara leluasa.

Pergerakan ini didukung oleh mekanisme kontraksi otot dalam membantu pergerakan dan kinerja dari organ-organ tubuh. Apakah Anda sudah mengetahui mekanisme kontraksi otot?

Bagaimana mekanisme kontraksi otot dalam tubuh manusia?

Mekanisme kontraksi otot sebenarnya merupakan bagian dari mekanisme kerja otot. Otot-otot berkontraksi dan melemas untuk dapat menggerakan tubuh. Setiap kontraksi dan pelemasan yang timbul merupakan respon dari sistem saraf.

Kunci dari mekanisme kontraksi otot adalah adanya sinyal dari otak dan energi dari makanan yang dikonsumsi. Mekanisme kontraksi otot dapat dijabarkan menjadi beberapa tahapan, yaitu:

1. Sinyal dari sistem saraf

Mekanisme kontraksi otot dimulai ketika adanya sinyal dari sistem saraf atau yang dikenal sebagai potensial aksi ke sel-sel dalam otot. Sinyal dari sistem saraf melalui saraf motorik baru diterima oleh sel-sel otot.

2. Reaksi kimia dalam otot

Sinyal dari sistem saraf akan diterima oleh sebuah zat kimia bernama asetilkolin yang akan memicu berbagai reaksi kimia. Reaksi kimia tersebut memicu keluarnya kalsium dalam otot dan merangsang kinerja senyawa aktin dan miosin yang dapat memendekkan otot atau kontraksi.

3. Melemasnya otot

Saat sinyal dari sistem saraf sudah tidak diberikan lagi maka reaksi kimia dalam otot akan kembali seperti semula dan membuat otot memanjang atau melemas.

Berbagai jenis otot manusia

Mekanisme kerja otot berbeda-beda, tergantung dari jenis ototnya. Berikut adalah berbagai jenis otot manusia:

  • Otot lurik

Otot lurik adalah otot yang bisa dikendalikan secara sadar dan merupakan otot yang umumnya digunakan untuk bergerak. Otot-otot lurik tertempel pada tulang dan diikat dengan jaringan keras yang dikenal sebagai tendon. Saat otot lurik berkontraksi, tendon ikut bergerak dan menggerakan tulang.

  • Otot polos

Berbeda dengan otot lurik, otot polos adalah otot yang tidak bisa digerakkan secara sadar. Otot polos dapat ditemukan di organ-organ tubuh, seperti organ pencernaan.

Mekanisme kontraksi otot polos bekerja secara otomatis,  tidak dapat diatur dan bekerja secara bertahap dibandingkan dengan otot lurik.. Misalnya, pergerakan otot pencernaan lebih pelan dan teratur saat makanan masuk ke organ sistem pencernaan daripada pergerakan otot tangan yang cepat.

  • Otot jantung

Otot jantung berbeda dengan otot lurik ataupun polos, meskipun serupa dengan otot polos, Anda tidak dapat mengendalikan otot jantung secara sadar.

Mekanisme kontraksi otot jantung membuat otot jantung mampu memompa darah ke seluruh tubuh dan mengubah kecepatan mekanisme kerja otot sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Contohnya, otot jantung akan memompa lebih pelan ketika Anda sedang beristirahat dan memompa lebih cepat ketika Anda sedang beraktivitas.

Bagaimana menjaga kesehatan otot?

Menjaga kesehatan otot penting agar mekanisme kerja otot tetap berjalan dengan benar dan baik. Apabila mekanisme kontraksi otot tidak bekerja dengan benar, Anda akan memiliki kesulitan dalam bergerak ataupun mengalami masalah di organ-organ tertentu.

Anda tidak perlu bingung karena cara menjaga kesehatan otot dalam dilakukan dengan mudah dengan beberapa cara berikut ini:

  • Menerapkan pola makan yang sehat

Selain menjaga kesehatan tubuh dan menurunkan berat badan, menerapkan pola makan yang bergizi imbang dapat memberikan nutrisi yang memadai untuk mekanisme kerja otot.

Konsumsilah sayur-mayur, buah-buahan, protein rendah lemak, dan biji-bijian utuh. Anda juga perlu mengonsumsi makanan tinggi zat besi, seperti bayam, ayam, dan sebagainya.

Selain itu, sebaiknya konsumsi protein dari makanan daripada suplemen, seperti protein dari daging ayam, tahu, telur, dan sebagainya.

  • Berolahraga secara teratur

Saat Anda berolahraga, Anda memang akan merusak otot, tetapi setelahnya tubuh akan memperbaiki kerusakan tersebut dan membuat otot menjadi semakin kuat dan besar.

Anda tidak perlu melakukan olahraga angkat beban yang berat, karena aktivitas atau olahraga ringan, seperti bermain bulutangkis, berjalan-jalan, berlari, berenang, dan sebagainya juga dapat melatih otot Anda. Sebaiknya berolahraga atau lakukan aktivitas fisik 30 menit per harinya dan lakukan peregangan sebelumnya.

Hati-hati cedera otot!

Nyeri otot karena olahraga, terutama saat Anda baru pertama kali berolahraga atau sudah lama tidak berolahraga, adalah hal yang normal. Namun, nyeri otot yang terasa menyakitkan dan terus-menerus dapat dikarenakan cedera otot.

Cedera otot tidak akan membantu meningkatkan kekuatan otot, tetapi justru dapat merugikan dan mengganggu mekanisme kontraksi otot, karenanya, cegah cedera otot dengan melakukan hal-hal berikut ini:

  • Berhati-hati saat mengangkat benda berat

Saat akan mengangkat benda yang berat, terapkan postur mengangkat yang benar, yaitu dengan membiarkan punggung tetap lurus dan menekuk lutut untuk mengangkat benda berat tersebut.

Postur tersebut mencegah cedera pada otot punggung dengan menyalurkan berat benda ke otot paha yang lebih kuat. Jika Anda tidak mampu mengangkat sendirian, mintalah bantuan orang lain.

  • Gunakan alat pelindung

Saat melakukan olahraga yang berpotensi menimbulkan cedera, gunakan alat pelindung, seperti helm, dan sebagainya, untuk mengurangi risiko cedera otot dan persendian.

  • Jangan memaksakan diri

Hentikan olahraga ketika Anda merasakan nyeri atau sakit pada persendian atau otot yang tidak dapat ditahan. Sebaiknya istirahatkan otot dan konsultasikan dengan dokter ketika cedera otot terjadi.

  • Lakukan pemanasan dan pendinginan

Sebelum berolahraga, selalu lakukan pemanasan berupa peregangan dan jogging ringan. Seusai olahraga, lakukan pendinginan untuk melemaskan otot-otot yang menegang.

  • Lakukan secara perlahan

Bila Anda baru akan memulai atau sudah lama tidak berolahraga, lakukan olahraga secara perlahan dan ringan untuk mencegah cedera otot. Tingkatkan intensitas olahraga secara perlahan.

  • Jangan lupa minum air

Saat sedang berolahraga, jangan lupa untuk meminum air untuk menangkal dehidrasi yang dapat menyebabkan pusing dan meningkatkan peluang terjadinya cedera otot.

Catatan dari SehatQ

Mekanisme kontraksi otot merupakan salah satu bagian dari mekanisme kerja otot yang membantu Anda untuk bergerak dan mendukung kinerja organ-organ dalam tubuh. Selalu jaga kesehatan otot Anda dengan menerapkan pola hidup sehat dan menghindari cedera otot.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319322.php
Diakses pada 03 Oktober 2019

NIH. https://www.niams.nih.gov/health-topics/kids/healthy-muscles#tab-id-1
Diakses pada 03 Oktober 2019

Visible Body. https://www.visiblebody.com/learn/muscular/muscle-contractions
Diakses pada 03 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed