Pentingnya Manajemen Stres untuk Kesehatan Mental Anda

(0)
06 Jul 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Manajemen stres diperlukan agar stres yang dialami dapat diatasiIlustrasi seorang wanita yang sedang mengalami stres
Merasakan stres akibat pekerjaan atau aktivitas berlebihan merupakan hal yang lumrah. Namun, Anda tetap harus melakukan manajemen stres agar terus bisa menjalani hidup yang sehat dan bahagia.Ibarat mesin, manajemen stres mirip seperti tombol reset yang dapat ditekan untuk membantu tubuh dan pikiran Anda untuk kembali rileks. Tanpa manajemen stres yang baik, Anda akan merasa selalu tegang dan banyak pikiran. Jika hal itu terjadi dalam jangka waktu panjang, kesehatan fisik dan mental Anda bisa terganggu.Jangan tunggu sampai stres merusak kesehatan dan kualitas hidup Anda secara keseluruhan. Lakukan langkah-langkah sederhana berikut ini sesegera mungkin ketika gejala stres mulai mengemuka.

Tanda-tanda Anda mengalami stres

Sebelum melakukan manajemen stres, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengenali tanda-tanda stres itu sendiri. Setiap orang mungkin mengalami gejala yang berbeda-beda, namun Mental Health Foundation Inggris mencatat beberapa persamaan tanda pada orang yang mengalami stres, yaitu:
  • Mudah marah atau tersinggung
  • Sulit konsentrasi
  • Merasa takut atau cemas terus-menerus
  • Kewalahan dalam menjalani rutinitas
  • Mood swings alias suasana hati kerap berubah drastis
  • Sulit bersitirahat atau mengalami perubahan pola tidur
  • Ketergantungan pada alkohol atau obat tertentu untuk dapat beristirahat
  • Merasa depresi
  • Kepercayaan diri rendah
  • Makan lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya
  • Timbul pegal-pegal dan otot kaku
  • Merasa mual dan pusing
  • Kehilangan gairah untuk melakukan hubungan seksual.
Ketika Anda merasakan gejala stres di atas, segera lakukan langkah-langkah manajemen stres. Anda juga bisa meminta bantuan profesional, baik dokter untuk mengobati gejala fisik maupun psikolog atau psikiater.Manajemen stres yang baik akan mengembalikan keseimbangan Anda dalam hidup, misalnya antara tanggung jawab dan bersenang-senang maupun antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Tidak ada manajemen stres yang cocok diterapkan pada semua orang, tapi manajemen stres berikut berlaku secara umum dan dapat dicoba oleh siapa saja.

Manajemen stres 4A

Manajemen stres 4A terdiri dari avoid (hindari), alter (ubah), adapt (adaptasi), dan accept (terima). Avoid berarti menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan stres, misalnya:
  • Menolak pekerjaan baru jika Anda sudah memiliki tumpukan proyek yang belum selesai
  • Menghindari orang yang berpotensi membuat Anda stres
  • Mengatur lingkungan agar tidak membuat stres, misalnya menghindari macet dengan berangkat lebih pagi.
Jika Anda tidak mungkin menghindari hal yang membuat stres, coba ubah (alter) stres itu dengan cara:
  • Mengekspresikan perasaan yang membuat Anda stres
  • Kompromi dengan keadaan
  • Atur jadwal agar Anda tetap bisa bersenang-senang di tengah padatnya rutinitas.
Jika Anda tidak bisa mengubah penyebab stres itu, maka Anda yang harus beradaptasi (adapt) dengan mengubah ekspektasi maupun sikap Anda, misalnya:
  • Lihat sisi positif dari suatu masalah, lihat juga tujuan besar Anda
  • Turunkan standar, tidak perlu menjadi perfeksionis
  • Bersyukur.
Terakhir, selalu ingat bahwa ada hal-hal yang tidak bisa Anda ubah, misalnya kematian, sakit parah, atau resesi ekonomi. Menerima (accept) kenyataan kadang terasa pahit, namun dengan begitu Anda bisa melakukan manajemen stres dengan lebih baik dan keluar dengan solusi terbaik pula.

Manajemen stres lainnya

Selain empat langkah di atas, Anda juga dapat melakukan hal-hal lain sebagai manajemen stres, yaitu:
  • Lakukan berbagai teknik relaksasi, seperti meditasi, yoga, hingga tai-chi
  • Berolahraga dengan teratur karena tubuh yang bugar membuat Anda dapat mengatasi stres dengan lebih baik
  • Makan teratur dan bernutrisi
  • Kenali kemampuan dan batas Anda sendiri
  • Atur waktu Anda dengan lebih efektif dan seimbang
  • Luangkan waktu untuk diri sendiri alias me time
  • Beristirahatlah dengan cukup.
Apa pun manajemen stres yang Anda lakukan, jangan pernah melarikan diri kepada alkohol, narkoba, maupun tindakan kriminal. Bila perlu, Anda dapat mencurahkan perasaan kepada teman, keluarga, atau orang yang Anda percayai.Anda juga dapat meminta bantuan psikolog atau ahli kejiwaan lainnya yang akan mendengar keluh kesah secara netral. Mereka juga bisa menyarankan Anda melakukan terapi tertentu jika Anda dinilai membutuhkannya.
stres
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/stress-management/basics/stress-basics/hlv-20049495
Diakses pada 20 Juni 2020
Mental Health Foundation. https://www.mentalhealth.org.uk/publications/how-manage-and-reduce-stress
Diakses pada 20 Juni 2020
Help Guide. https://www.helpguide.org/articles/stress/stress-management.htm
Diakses pada 20 Juni 2020
WebMD. https://www.webmd.com/balance/stress-management/stress-management
Diakses pada 20 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait