logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo

Artikel Bersponsor

Bayi & Menyusui

Kenali Pentingnya Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Bagi Kesehatan Ibu dan Bayi

open-summary

Baik WHO maupun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menyarankan inisiasi menyusui dini (IMD) pada semua bayi yang baru lahir. Manfaatnya adalah untuk menenangkan bayi hingga menstimulasi produksi ASI.


close-summary

13 Apr 2022

| Nina Hertiwi Putri

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Pentingnya Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Bagi Kesehatan Ibu dan Bayi

Inisiasi menyusui dini baik untuk kesehatan ibu dan anak

Table of Content

  • Manfaat inisiasi menyusui dini bagi bayi
  • Manfaat inisiasi menyusui dini bagi ibu
  • Bagaimana proses inisiasi menyusui dini dilakukan?
  • Cara menyusui bayi baru lahir yang benar saat inisiasi menyusui dini
  • Konsumsi ASI booster alami untuk memperlancar proses menyusui
  • Pentingnya dukungan ayah untuk ibu menyusui

Inisiasi menyusui dini (IMD) adalah proses pemberian ASI kepada bayi dalam 1 jam pertama setelah kelahiran. Proses ini bisa memberikan manfaat yang berlimpah untuk kesehatan bayi maupun ibu.

Advertisement

Berbagai lembaga kesehatan, termasuk World Health Organization (WHO) maupun Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), juga telah menyerukan anjuran gerakan IMD untuk bayi baru lahir.

Manfaat inisiasi menyusui dini bagi bayi

Manfaat IMD untuk ibu dan bayi sangat berlimpah
Manfaat IMD untuk bayi sangat berlimpah

Manfaat inisasi menyusui dini (IMD) bagi bayi baru lahir sangatlah berlimpah. Sebab, ASI yang pertama kali keluar setelah persalinan, dapat menyediakan manfaat lebih untuk kesehatan bayi seperti:

1. Memberikan kolostrum untuk bayi

Kolostrum adalah komponen pada saat ASI pertama kali keluar, setelah proses persalinan. Komponen ini memberikan berbagai manfaat untuk bayi, karena:

  • Mengandung growth factors untuk membantu perkembangan usus bayi, sehingga sistem pencernaan dapat berfungsi secara efektif.
  • Mengandungvitamin A, yang dapat membantu melindungi mata dan mengurangi infeksi.
  • Menstimulasi bayi untuk mengeluarkan mekonium melalui kotoran, sehingga risiko bayi terkena penyakit kuning dapat berkurang.
  • Kolostrum keluar dalam jumlah yang sedikit, sehingga tepat untuk bayi yang baru lahir.

2. Melindungi bayi dari berbagai penyakit

Air susu ibu (ASI) mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi dalam 6 bulan pertama kehidupannya.

Untuk itu, ASI sangat penting sebagai makanan pertama bayi, karena dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit seperti diare, infeksi, atau penyakit yang kerap menyerang di usia anak-anak, termasuk pneumonia.

Selain itu, IMD juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh bayi karena bakteri baik di kulit akan masuk ke tubuh bayi. 

Lalu, bayi juga akan mendapatkan kolostrum yang sangat banyak mengandung zat-zat kekebalan tubuh.

3. Mempererat hubungan antara ibu dan anak

Manfaat IMD juga tidak hanya seputar pemberian ASI. Sebab, proses ini juga melibatkan kontak dari kulit ke kulit (skin to skin) yang terjadi antara ibu dan bayi.

Kontak yang terjadi segera setelah proses melahirkan, dapat meningkatkan kemungkinan bayi mendapatkan ASI eksklusif hingga tuntas.

Bayi yang menerima kontak kulit dengan ibu sejak awal kelahirannya juga dinilai akan dapat berinteraksi lebih banyak dengan ibu dan lebih jarang menangis, karena ikatan yang semakin meningkat. 

4. Menurunkan risiko kematian bayi

Secara keseluruhan, proses inisiasi menyusui dini, mulai dari kontak antar kulit ibu dan bayi hingga kolostrum yang  dalam tetes pertama ASI bermanfaat untuk menurunkan risiko kematian bayi pada bulan pertama kehidupannya.

Manfaat inisiasi menyusui dini bagi ibu

Tahukah Anda kalau proses inisiasi menyusi dini juga memberikan manfaat yang tidak sedikit bagi ibu?

Ketika bayi mencoba untuk menyusu dari ibu secara langsung, sentuhan bayi dapat merangsang keluarnya hormon oksitosin. Hormon ini berkaitan dengan rasa empati, kepercayaan, dan membangun hubungan antarmanusia.

Jadi, proses IMD dipercaya bermanfaat untuk membentuk bonding yang kuat antara ibu dan bayi.

Selain itu, hormon oksitosin yang diproduksi dalam tubuh juga dapat membantu rahim untuk berkontraksi, sehingga bermanfaat untuk:

  • Mengurangi risiko perdarahan setelah melahirkan,
  • Membantu ibu merasa tenang dan santai, serta
  • Menstimulasi keluarnya air susu.

Lebih jauh, ibu yang melakukan skin to skin pada saat IMD juga bermanfaat untuk mengurangi risiko depresi setelah melahirkan (depresi postpartum).

Bagaimana proses inisiasi menyusui dini dilakukan?

Sesuai namanya, inisiasi menyusui dini dilakukan segera setelah proses persalinan selesai. Berikut ini tahap-tahap IMD menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

  • Proses IMD dilakukan segera setelah bayi lahir, yang tidak memerlukan tindakan resusitasi bayi.
  • Apabila proses persalinan  normal, bayi langsung dibaringkan dengan posisi telungkup di atas perut ibu.
  • Namun, apabila persalinan dilakukan dengan operasi Caesar, bayi dibaringkan di atas dada ibu.
  • Setelah itu tim medis akan membersihkan tubuh bayi, kecuali kedua tangannya. Sebab, tangan bayi mengandung bau cairan ketuban yang akan membantu bayi mencari puting ibu.
  • Bayi diletakkan dengan arah kepala menghadap ke kepala ibu.
  • Setelah beberapa saat, bayi akan mulai bergerak untuk mencari puting untuk minum air susu ibu dan proses inisiasi menyusui dini akan dimulai.
  • Posisi menyusui bayi baru lahir adalah dengan menopang kepala bayi menggunakan satu tangan, sementara tangan yang lain mengarahkan payudara agar posisi menyusui tepat.

Umumnya, waktu inisiasi menyusui dini adalah sekitar 1 jam. Setelah IMD selesai, barulah perawatan selanjutnya seperti menimbang, pemberian vitamin dan lain-lain dilakukan.

Adapun jadwal menyusui bayi baru lahir untuk usia 0-3 bulan adalah dari setiap 2 jam sekali hingga 7-9 kali per 24 jam.  Sementara itu, bayi berusia 6 - 12 bulan, jadwal menyusunya menjadi berkurang karena telah mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI).

Melihat penjelasan di atas, telah dibuktikan bahwa inisiasi menyusui dini dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan bayi, bahkan dalam jangka panjang.

Baca Juga

  • ASI Bercampur Darah, 6 Penyebabnya Wajib Diketahui Ibu
  • Makanan yang Dilarang untuk Ibu Menyusui, Apa Saja? (Plus Minuman)
  • Cara Membersihkan Pusar Bayi Tidak Boleh Sembarangan, Ini Panduan Lengkapnya

Cara menyusui bayi baru lahir yang benar saat inisiasi menyusui dini

Gunakan pompa asi untuk mengosongkan payudara
Pompa asi bisa digunakan untuk mengosongkan ASI jika bayi tidak mau menyusu di kedua payudara

Setelah mengetahui berbagai manfaat inisiasi menyusui dini (IMD), kini saatnya orangtua memperhatikan cara menyusui bayi baru lahir yang benar, seperti berikut:

1. Hindari asupan lain selain ASI

Saat memberikan ASI pertama dalam IMD, sebisa mungkin hindari memberikan asupan lain pada bayi baru lahir.

Hal ini penting untuk dilakukan untuk mencegah kondisi bingung puting pada bayi dan meningkatkan risiko infeksi.

Namun, jika IMD tidak memungkinkan untuk dilakukan, pemberian susu formula bisa menjadi pilihan. Pastikan pemberian susu formula dilakukan di bawah pengawasan dokter.

2. Susui bayi hingga kenyang

Dalam minggu pertama, bayi baru lahir dapat menyusu sekitar 8 kali sehari dengan jarak tidak lebih dari 4 jam untuk setiap sesi. Biarkan bayi menyusu hingga kenyang atau sampai mulutnya terlepas dari puting dengan sendirinya.

Jika bayi tertidur, jangan pilih untuk menunda pemberian ASI hingga ia bangun. Pijatlah tubuh Si Kecil dengan lembut untuk membangunkannya.

3. Susui dengan dua payudara

Setelah menyusui selama beberapa lama, latih bayi untuk menyusu hingga salah satu payudara kosong, sebelum berganti ke payudara lain.

Biasanya, bayi membutuhkan 15-20 menit untuk mengosongkan salah satu payudara ibunya. Namun tentu saja, tidak ada patokan waktu yang pasti.

Menyusu dari dua payudara penting bagi bayi. Sebab pada setiap sesi menyusu, ada dua tipe ASI. Pertama, susu dengan konsistensi encer, yang bisa mengenyangkan bayi. Kedua, susu dengan tekstur creamy yang kaya akan lemak.

Si Kecil membutuhkan keduanya. Oleh karena itu, jika bayi hanya menyusu dari salah satu payudara kemudian tertidur, susuilah dari payudara lain di sesi menyusu berikutnya.

Saat menyusui, jangan lupa untuk membantu bayi bersendawa sebelum berganti ke payudara lain.

4. Hindari penggunaan dot hingga usia bayi 4 minggu

Bayi bisa mengalami bingung puting apabila menggunakan dot terlalu cepat, sehingga akhirnya lupa cara menyusu langsung dari payudara ibu. Anda bisa mengantisipasinya dengan menggunakan cup feeder terlebih dahulu.

5. Gunakan pompa ASI

Apabila bayi cenderung menyusu dari salah satu payudara saja, Anda bisa menggunakan breast pump atau pompa ASI untuk mengosongkan payudara lainnya. Langkah ini bisa mengurangi nyeri pada payudara, sekaligus ‘mengamankan’ persediaan ASI untuk bayi.

Konsumsi ASI booster alami untuk memperlancar proses menyusui

Daun katuk untuk booster alami ASI
Daun katuk untuk booster ASI alami

Menyusui bayi sejak inisiasi menyusui dini penting dilakukan.

Namun, tidak semua ibu bisa memproduksi ASI dalam jumlah yang cukup. Kurangnya produksi ASI kerap membuat para ibu baru khawatir bahkan stres, karena takut tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi sang buah hati.

Namun, tidak perlu khawatir karena ada cara yang bisa dilakukan untuk menambah produksi air susu dan membantu penyembuhan luka setelah bersalin, di antaranya adalah:

1. Ikan gabus

Ibu yang baru melahirkan dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang dapat menunjang pemulihan pascamelahirkan, salah satunya ikan gabus.

Ikan gabus kaya akan albumin yang akan mempercepat penyembuhan sel-sel yang rusak akibat proses persalinan dan akan mempercepat terjadinya pemulihan luka pascamelahirkan.

2. Daun katuk

Daun katuk sudah sejak lama dipercaya bisa menjadi makanan penambah ASI alami. Secara ilmiah, hal ini juga sudah terbukti akurat.

Daun katuk bisa membantu menggenjot produksi ASI dengan kandungan alkaloid dan sterol yang ada di dalamnya. Selain itu, daun ini juga bisa menambah kadar hormon prolaktin di tubuh, yang berperan dalam menambah jumlah ASI.

3. Daun torbangun

Selain daun katuk, makanan lain yang juga bisa dimanfaatkan sebagai laktogogum alias makanan penambah ASI adalah daun torbangun atau yang biasa juga dikenal sebagai daun bangun-bangun.

Selain bisa menambah produksi ASI, daun ini juga baik untuk ibu menyusui karena memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap, seperti karbohidrat, protein dan lemak.

Kedua daun tersebut, bisa dikonsumsi dalam bentuk segar maupun suplemen alami. Anda juga bisa memilih suplemen ASI booster yang mengandung keduanya sekaligus.

Pentingnya dukungan ayah untuk ibu menyusui

Proses menyusui, sejak IMD maupun seterusnya, bukanlah proses yang mudah dijalani bagi seorang ibu. Maka dari itu, sebagai pasangan, ayah juga perlu menemani dan mendukung di setiap prosesnya.

Ibu yang menyusui di lingkungan yang mendukung, biasanya mampu menyusui lebih lama. Sementara itu seperti yang kita tahu, manfaat ASI untuk kesehatan bayi sangatlah beragam.

Untuk mendukung proses menyusui, ayah bisa mulai dengan langkah-langkah sederhana, seperti:

  • Menemani ibu saat harus bangun tengah malam untuk menyusui.
  • Membagi tugas mengurus bayi. Misalnya, saat ibu sedang bersiap menyusui, ayah bisa mengganti popok Si Kecil dan membuatnya sendawa setelah proses menyusu selesai.
  • Menyiapkan snack dan air di samping ibu yang sedang menyusui.
  • Membantu menyiapkan tempat yang nyaman untuk menyusui, seperti menyusun bantal atau membersihkan kamar yang biasa digunakan untuk menyusui.

Penting juga bagi orangtuauntuk mempelajari proses menyusui sejak bayi belum lahir. Jadi, saat ia hadir di dunia orangtua sudah siap menyambutnya dan bisa memberikannya pengalaman menyusu yang nyaman.

Selain itu, kedua orangtua juga bisa  mengikuti kelas persiapan menyusui. Kelas ini tak hanya bisa dihadiri oleh calon ibu, tapi juga calon ayah siaga yang ingin mendukung proses menyusui pasangannya.

Inisiasi menyusui dini adalah proses yang tidak dapat dilakukan ibu seorang diri. Pendampingan dari lingkungan terdekat serta tenaga medis dari dokter maupun bidan yang membantu proses kelahiran juga sangat penting, agar proses IMD dapat berjalan dengan baik.

Ingin mengetahui lebih banyak mengenai proses dan manfaat IMD? Tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

produksi asimenyusuiasi eksklusifmanfaat asiadv asimorbayi & menyusui

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved