Imunisasi HPV Usia Dini, Efektif Melindungi Hingga Kemudian Hari

(0)
Imunisasi usia dini sangat penting dalam memberikan perlindungan terhadap sejumlah jenis kanker, termasuk kanker serviks.Imunisasi usia dini penting, antara lain untuk mencegah infeksi menular seksual.
Pemberian imunisasi HPV usia dini bisa meningkatkan pertahanan tubuh terhadap serangan virus human papiloma, yang juga menjadi penyebab utama kanker serviks. Meski infeksi virus HPV telah diketahui sebagai pemicu infeksi menular seksual yang paling umum, belum semua orang menyadari pentingnya imunisasi untuk menangkal virus ini.Infeksi menular seksual tidak hanya mengintai wanita, tapi juga pria. Penyebarannya bisa terjadi melalui kontak kulit pada area genital yang sensitif, maupun bagian yang sedang terluka. Oleh karena itu, imunisasi HPV usia dini sangat penting, untuk mencegah infeksi tersebut.

Siapa saja yang memerlukan imunisasi HPV usia dini?

Pada dasarnya, imunisasi HPV terutama penting diberikan untuk anak dan remaja berusia 9-13 tahun, seperti rekomendasi Kementerian Kesehatan RI. Mengapa harus diberikan sedini itu? Sebab, agar bisa bekerja dengan efektif, vaksin HPV harus diberikan sebelum seseorang menjadi aktif secara seksual.Selain itu, pada usia remaja, tubuh memiliki respons imun paling baik. Dengan kata lain, tubuh menjadi paling kebal di usia remaja. Oleh karena itu, remaja yang mendapatkan imunisasi tersebut, akan memiliki perlindungan tubuh yang optimal terhadap risiko paparan virus HPV di kemudian hari.
Virus HPV berpotensi memicu kanker serviks.
 Vaksinasi HPV juga direkomendasikan untuk kelompok individu berikut ini:
  • Laki-laki usia 13-21 tahun
  • Perempuan usia 13-26 tahun
  • Mereka yang berisiko tinggi mengalami infeksi menular seksual
  • Mereka yang berusia 22-26 tahun dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, akibat penyakit tertentu (misalnya HIV/AIDS, kanker, dan lain-lain), atau mengonsumsi obat tertentu dengan efek samping berupa penurunan kekebalan tubuh

Sejauh mana efektivitas imunisasi HPV?

Setidaknya telah tercatat adanya 200.000 kematian akibat kanker serviks di negara-negara berkembang. Sebanyak 46.000 kasus di antaranya, terjadi pada wanita berusia produktif, yaitu 15-49 tahun. Di Indonesia sendiri, ada 52 juta wanita yang berisiko mengalami kanker serviks.Imunisasi HPV-lah yang terbukti efektif memberikan perlindungan 70% terhadap virus HPV tipe 16 dan tipe 18. Infeksi kedua virus HPV ini berisiko menimbulkan kanker serviks, kanker anus, kanker vagina, maupun kanker orofaring (bagian tenggorokan, termasuk pangkal lidah dan amandel).Selain itu, serum vaksin HPV tidak mengandung bagian hidup dari virus. Dengan demikian, pemberian imunisasi ini, tidak berisiko menyebabkan infeksi. Badan kesehatan dunia World Health Organization (WHO) pun merekomendasikannya sebagai imunisasi rutin.

Imunisasi HPV diberikan dalam beberapa tahap, ini ketentuannya

Imunisasi HPV diberikan dalam beberapa tahap.
 Imunisasi HPV diberikan dalam 2-3 tahap. Jarak minimum pemberian vaksin pada tahap pertama dan kedua adalah 4 minggu. Sementara itu, jarak minimum dari tahap kedua dan ketiga adalah 12 minggu. Yang juga penting untuk diingat sebagai acuan, jarak minimum dosis pertama dan ketiga adalah 5 bulan.Berikut ini ketentuan lebih lanjut mengenai jumlah tahapan dan jarak pemberian imunisasi HPV, demi efektivitas vaksin.
  1. Imunisasi diberikan sebelum usia 15 tahun:

    Apabila imunisasi HPV pertama kali diberikan sebelum usia 15 tahun, maka tahap kedua diberikan setelah 6-12 tahun. Individu yang mendapatkan imunisasi ini sebelum umur 15 tahun, hanya membutuhkan dua kali vaksin.
  2. Imunisasi diberikan pada usia 15 tahun ke atas:

    Jika imunisasi HPV pertama kali diberikan setelah usia 15 tahun, maka akan ada dua tahap berikutnya. Tahap kedua dilakukan dalam jangka 1-2 bulan setelah imunisasi pertama. Sementara itu, tahap ketiga dilakukan 6 bulan sesudah vaksin pertama.
Tidak ada jarak maksimum antara pemberian vaksin HPV tahap pertama, dengan tahap selanjutnya. Jadi, Anda tidak perlu mengulang vaksin, jika telah melewati jangka waktu minimum dari tahap pertama. Anda tinggal meneruskan dengan imunisasi HPV tahap kedua.Biasanya, yang membutuhkan imunisasi HPV dalam 3 tahap adalah kelompok individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Misalnya para penderita HIV/AIDS, kanker, serta orang-orang yang sedang mengonsumsi obat tertentu.

Tetap waspadai efek samping imunisasi HPV ini

Meski dianggap aman, Anda tetap harus mewaspadai efek samping imunisasi HPV berikut ini:
  • Rasa nyeri, kemerahan dan pembengkakan pada kulit yang mengalami suntikan
  • Demam
  • Pusing atau pingsan
  • Mual
  • Sakit kepala dan merasa lelah
  • Nyeri otot dan sendi
Agar tidak pingsan, sebaiknya Anda tetap duduk atau berbaring selama imunisasi dilakukan. Tetaplah berada dalam posisi yang sama hingga 15 menit setelah vaksin diberikan.Efek samping di atas umumnya bersifat ringan dan akan reda dengan cepat. Namun jika terjadi secara berkepanjangan, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter kembali.
penyakit menular seksualinfeksi menular seksualhpv
CDC. https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv.htm
https://www.cdc.gov/hpv/hcp/need-to-know.pdf
Diakses pada 18 April 2019
WebMD. https://www.webmd.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-virus-information-about-human-papillomavirus#1
Diakses pada 18 April 2019
National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/infectious-agents/hpv-and-cancer?redirect=true
Diakses pada 18 April 2019
Kementerian Kesehatan RI. http://kanker.kemkes.go.id/guidelines_read.php?id=2&cancer=2
http://www.depkes.go.id/pdf.php?id=16112800001
Diakses pada 18 April 2019
Indonesian Journal of Cancer. http://www.indonesianjournalofcancer.or.id/e-journal/index.php/ijoc/article/view/123
Diakses pada 18 April 2019
Immunize. http://www.immunize.org/askexperts/experts_hpv.asp
Diakses pada 18 April 2019
Shot of Prevention. https://shotofprevention.com/2015/04/29/why-early-hpv-vaccination-is-beneficial/
Diakses pada 18 April 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait