Imunisasi HPV sebaiknya dilakukan sedini mungkin agar terlindung dari virus HPV
Imunisasi HPV sebaiknya diberikan sedini mungkin, yaitu sejak usia 9 tahun

Tak banyak orang memahami pentingnya imunisasi HPV. Padahal virus Human Papilloma (HPV) merupakan penyebab infeksi menular seksual paling sering.

Ada banyak tipe virus HPV yang dapat menyebabkan masalah kesehatan, di antaranya kutil kelamin bahkan kanker. Tipe virus HPV resiko tinggi adalah virus HPV tipe 16 dan 18. Kedua tipe ini yang paling sering menyebabkan kanker serviks.

[[artikel-terkait]]

Virus HPV resiko tinggi juga dapat menyebabkan kanker pada tenggorokan, dubur, dan organ kelamin pria dan wanita lainnya.

Terdapat 200.000 kematian terkait kanker serviks di negara sedang berkembang. 46.000 di antaranya terjadi pada wanita usia produktif yaitu usia 15-49 tahun.  Di Indonesia, sekitar 52 juta perempuan yang terancam mengalami kanker serviks.

Keberhasilan dan keamanan imunisasi HPV

Hasil penelitian selama 14 tahun menunjukkan setelah mendapat imunisasi HPV, penerima vaksin terlindungi 100% terhadap virus HPV tipe 16 dan 18 sehingga tidak diperlukan vaksinasi ulang (booster).

Vaksin HPV tidak mengandung bagian hidup dari virus, sehingga tidak beresiko menyebabkan infeksi.  Badan kesehatan internasional, WHO dan CDC menyatakan bahwa imunisasi HPV aman sehingga dianjurkan sebagai vaksinasi rutin.

Bagaimana jadwal pemberian imunisasi HPV?

CDC merekomendasikan vaksinasi rutin HPV pada usia 11 atau 12 tahun. Imunisasi HPV dapat dimulai sedini mungkin, yaitu sejak usia 9 tahun.

Bagi orang yang belum pernah mendapat atau belum menyelesaikan vaksinasi HPV, vaksinasi HPV juga direkomendasikan untuk:

  • Laki-laki usia 13-21 tahun
  • Perempuan usia 13-26 tahun
  • Pada orang yang berisiko tinggi mengalami infeksi menular seksual (kelompok LGBT)
  • Usia 22-26 tahun pada orang yang mengalami kelemahan sistem imun pada penyakit tertentu (misalnya HIV/AIDS, kanker, dan lain-lain) atau orang-orang yang mendapat obat yang efek sampingnya melemahkan sistem imun tubuh.

Bila seseorang mendapat imunisasi HPV pertama kali sebelum berusia 15 tahun, maka ia cukup mendapat dua dosis vaksinasi HPV dengan jarak minimum pemberian vaksin pertama dan kedua adalah 6-12 bulan.

Tiga dosis diberikan untuk orang yang baru mendapat imunisasi HPV saat berusia 15 tahun atau lebih dan pada orang yang mengalami kelemahan imun tubuh (penderita HIV/AIDS, kanker, orang yang mengkonsumsi obat tertentu,dll).

Untuk orang yang mendapat tiga dosis vaksin, dosis kedua harus diberikan dalam 1-2 bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga harus diberikan dalam enam bulan setelah dosis pertama.

Jarak minimum pemberian vaksin dosis pertama dan kedua adalah empat minggu, jarak minimum imunisasi HPV dosis kedua dan ketiga adalah 12 minggu, dan jarak minimum dosis pertama dan ketiga adalah 5 bulan.

Perlu diketahui tidak ada jarak maksimum pemberian vaksin HPV antara dosis yang satu dengan dosis setelahnya. Jadi tidak perlu mengulang bila jarak antara dosis vaksin melewati jarak minimum, Anda langsung dapat meneruskan dosis kedua dan seterusnya.

Mengapa dibedakan dua dosis dan tiga dosis pemberian vaksin HPV? Pada orang yang mendapat vaksin HPV pada usia yang lebih muda, sistem imun mereka akan bereaksi lebih baik terhadap vaksin sehingga cukup diberikan dua dosis saja.  

Hasil penelitian vaksin HPV juga menyebutkan bahwa titer antibodi yang terbentuk setelah vaksinasi HPV lebih tinggi pada orang yang mendapatkan vaksin pada usia yang lebih muda. Fakta ini mendukung pentingnya vaksinasi HPV sejak usia dini.

CDC. https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv.htm
https://www.cdc.gov/hpv/hcp/need-to-know.pdf
Diakses 18 April 2019

WebMD. https://www.webmd.com/sexual-conditions/hpv-genital-warts/hpv-virus-information-about-human-papillomavirus#1
Diakses 18 April 2019

National Cancer Institute. https://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/infectious-agents/hpv-and-cancer?redirect=true
Diakses 18 April 2019

Kementerian Kesehatan RI. http://kanker.kemkes.go.id/guidelines_read.php?id=2&cancer=2
http://www.depkes.go.id/pdf.php?id=16112800001
Diakses 18 April 2019

Indonesian Journal of Cancer. http://www.indonesianjournalofcancer.or.id/e-journal/index.php/ijoc/article/view/123
Diakses 18 April 2019

Immunize. http://www.immunize.org/askexperts/experts_hpv.asp
Diakses 18 April 2019

Shot of Prevention. https://shotofprevention.com/2015/04/29/why-early-hpv-vaccination-is-beneficial/
Diakses 18 April 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed