Pentingnya Imunisasi BCG untuk Bayi Berusia 0-3 Bulan


Imunisasi BCG adalah imunisasi dasar yang direkomendasikan oleh pemerintah. Pemberian vaksin ini bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit tuberkulosis alias TB pada bayi.

(0)
06 Aug 2019|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Imunisasi BCG memiliki segala manfaat yang bisa menjauhkan bayi dari penyakit TBImunisasi BCG adalah imunisasi dasar yang direkomendasikan oleh pemerintah
Terdapat beberapa jenis imunisasi yang masuk kategori dasar sehingga wajib untuk diberikan kepada anak-anak Indonesia, salah satunya imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin). Imunisasi ini diberikan untuk mencegah penyebaran penyakit tuberkulosis alias TB.Tuberkulosis adalah penyakit serius yang menyerang paru-paru dan terkadang tulang, sendi, hingga ginjal. Pada kasus yang parah, TB juga bisa menyebabkan meningitis, namun kondisi ini bisa dicegah jika anak mendapat vaksin BCG sebelumnya.Jadwal imunisasi BCG diberikan hanya satu kali seumur hidup anak, yakni saat bayi baru lahir hingga bayi berusia 3 bulan. Karena masuk sebagai program pemerintah, pemberian vaksin BCG bisa dilakukan di puskesmas atau posyandu terdekat dan tidak dipungut biaya.

Manfaat imunisasi BCG pada bayi

Vaksin BCG adalah imunisasi dasar yang berupa vaksin dari bakteri Mycrobacterium bovis yang dilemahkan. Memasukkan bakteri yang dilemahkan ini ke dalam tubuh dapat merangsang sistem imun untuk melindungi tubuh dari penyakit tersebut.Dengan kata lain, imunisasi BCG berfungsi melindungi seseorang dari tuberkulosis tanpa harus menunggu ia terkena penyakit tersebut. Efektivitasi vaksin ini mencapai 70% hingga 80% untuk mencegah berbagai jenis TB, misalnya TB meningitis.Meskipun demikian, BCG tidak dapat mencegah TB yang disebabkan oleh infeksi primer yang menyerang sistem pernapasan. Di sisi lain, World Health Organisation (WHO) juga menegaskan bahwa penyuntikkan vaksin ini tidak lantas membuat sistem pernapasan Anda mengalami infeksi.

Prosedur penyuntikkan imunisasi BCG pada bayi yang benar

Penyuntikkan vaksin BCG bisa langsung dilakukan ketika bayi masih berada di rumah sakit untuk mendapat perawatan setelah dilahirkan dan hanya bisa dilakukan oleh dokter atau petugas medis. Namun di Indonesia, bayi yang baru lahir (usia kurang dari 24 jam) biasanya hanya mendapat vaksin hepatitis B (HB-0).Adapun cara penyuntikan imunisasi BCG pada bayi meliputi:
  • Vaksin disuntikkan pada lengan atas sebelah kanan dengan satu dosis berisi 0,05 ml
  • Dokter akan membersihkan area penyuntikan dengan cairan antiseptik. Langkah ini bertujuan menghindari infeksi.
  • Dokter lalu menyuntikkan vaksin ke bagian kulit yang telah dibersihkan tadi.
  • Setelah selesai, dokter akan kembali membersihkan area suntikan dan menutupnya dengan plester.
Sesudah menerima vaksin, pasien umumnya bisa kembali beraktivitas seperti biasa.Sementara untuk memberikan imunisasi ini, pemerintah menjadwalkannya ketika anak berusia 1 bulan alias berbarengan dengan pemberian vaksin Polio 1. Pengaturan jadwal BCG dilakukan sebagai bagian dari imunisasi rutin lengkap yang terdiri dari imunisasi dasar plus lanjutan.Di sisi lain, penting juga untuk diperhatikan tempat suntik BCG pada bayi itu sendiri. Menurut WHO, tempat suntik vaksin BCG yang direkomendasikan adalah daerah lengan atasan (deltoid).

Efek imunisasi BCG dapat berupa bisul

Vaksin BCG aman dan jarang menimbulkan efek samping, namun tetap berisiko. Efek samping yang paling umum ditemui setelah bayi mendapatkan imunisasi adalah tempat penyuntikkannya akan menjadi bisul atau luka bernanah.Munculnya bisul BCG atau luka melepuh di area suntukan yang kemerahan, bengkak, dan kadang terlihat mengandung nanah ini tidak jarang membuat para orangtua khawatir bahwa bayi mereka terkena infeksi.Agar Anda tidak cepat panik saat menemukan bisul di bekas tempat suntikan, ada baiknya Anda mengetahui fakta-fakta di balik luka (skar) bekas luka imunisasi sebagai berikut:
  • Bisul bekas BCG adalah sebagai respons normal yang diperlihatkan oleh sistem imun atas penyuntikkan vaksin BCG yang berisi bakteri hidup sehingga bekasnya akan menyerupai infeksi alamiah.
  • Reaksi ini biasannya terjadi dalam kurun 2 sampai 12 minggu setelah BCG, namun kejadian paling sering biasanya antara 4 sampai 6 minggu).
  • Jika bisul muncul kurang dari 1 minggu pascaimunisasi, kemungkinan besar bayi telah terpapar kuman tuberkulosis sebelumnya sehingga harus segera dibawa ke dokter untuk pemeriksaan lanjutan.
  • Awalnya, bekas suntikan vaksin akan mengalami kemerahan yang diikuti bisul berisi nanah.
  • Tidak ada tindakan yang perlu dilakukan oleh orangtua terhadap munculnya bisul ini. Bisul akan sembuh sendiri dalam waktu 3 bulan.
  • Bisul yang telah sembuh akan meninggalkan bekas berupa jaringan parut yang datar dan berdiameter 2-6 mm.
  • Jika bisul tidak terbentuk, bukan berati imunisasi dikatakan gagal, bukan juga berarti anak tidak terproteksi dari bakteri tuberkulosis, apalagi mengklaim vaksin palsu. Anda pun tidak perlu meminta anak untuk divaksin ulang.
Bayi hanya perlu dibawa ke dokter bila terjadi komplikasi pada bisul bekas imunisasi BCG tersebut. Komplikasi yang dimaksud, seperti bisul mengalami pembengkakan hebat, mengeluarkan nanah yang banyak, dibarengi dengan anak mengalami demam tinggi.Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh penyuntikan vaksin yang tidak steril, bisa juga terjadi setelah bisul diolesi atau ditaburi dengan bahan-bahan yang tidak steril. Jadi, bukan karena vaksin berbahaya, karena faktanya vaksin ini telah lama digunakan di berbagai belahan dunia dan terbukti aman.Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter terkait pemberian vaksin lanjutan yang diperlukan si Kecil. Pemberian imunisasi lengkap akan menjaga daya tahan tubuh bayi dan mencegahnya dari risiko terkena penyakit mematikan. 
vaksin bayi dan anakimunisasi anak
Kementerian Kesehatan RI. http://www.depkes.go.id/article/print/18043000011/berikan-anak-imunisasi-rutin-lengkap-ini-rinciannya.html
Diakses pada 5 Agustus 2019
World Health Organisation. https://www.who.int/biologicals/areas/vaccines/bcg/en/
Diakses pada 5 Agustus 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/vaccinations/bcg-tuberculosis-tb-vaccine/
Diakses pada 5 Agustus 2019
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/skar-bcg
Diakses pada 5 Agustus 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait