Imunisasi BCG memiliki segala manfaat yang bisa menjauhkan bayi dari penyakit TB
Imunisasi BCG adalah imunisasi dasar yang direkomendasikan oleh pemerintah

Terdapat beberapa jenis imunisasi yang masuk kategori dasar sehingga wajib untuk diberikan kepada anak-anak Indonesia, salah satunya imunisasi BCG (Bacille Calmett-Guerin). Imunisasi BCG diberikan untuk mencegah penyebaran penyakit tuberkulosis alias TB.

Tuberkulosis adalah penyakit serius yang menyerang paru-paru dan terkadang tulang, sendi, hingga ginjal. Pada kasus yang parah, TB juga bisa menyebabkan meningitis, namun kondisi ini bisa dicegah jika anak mendapat vaksin BCG sebelumnya.

Imunisasi BCG diberikan hanya satu kali seumur hidup anak, yakni saat usianya di antara 0-3 bulan. Karena masuk sebagai program pemerintah, pemberian vaksin BCG bisa dilakukan di puskesmas atau posyandu terdekat dan tidak dipungut biaya.

Apa manfaat imunisasi BCG?

Vaksin BCG dibuat dari bakteri Mycrobacterium bovis yang dilemahkan. Memasukkan bakteri yang dilemahkan ini ke dalam tubuh dapat merangsang sistem imun untuk melindungi tubuh dari penyakit tersebut.

Dengan kata lain, imunisasi BCG berfungsi melindungi seseorang dari tuberkulosis tanpa harus menunggu ia terkena penyakit tersebut. Efektivitasi vaksin BCG mencapai 70% hingga 80% untuk mencegah berbagai jenis TB, misalnya TB meningitis.

Meskipun demikian, imunisasi BCG tidak dapat mencegah TB yang disebabkan oleh infeksi primer yang menyerang sistem pernapasan. Di sisi lain, World Health Organisation (WHO) juga menegaskan bahwa penyuntikkan vaksin ini tidak lantas membuat sistem pernapasan Anda mengalami infeksi.

Prosedur penyuntikkan vaksin BCG yang benar

Penyuntikkan vaksin BCG bisa langsung dilakukan ketika bayi masih berada di rumah sakit untuk mendapat perawatan setelah dilahirkan. Namun di Indonesia, bayi yang baru lahir (usia kurang dari 24 jam) biasanya hanya mendapat vaksin hepatitis B (HB-0).

Sementara untuk pemberian imunisasi BCG, pemerintah menjadwalkannya ketika anak berusia 1 bulan alias berbarengan dengan pemberian vaksin Polio 1. Pengaturan jadwal ini dilakukan sebagai bagian dari imunisasi rutin lengkap yang terdiri dari imunisasi dasar plus lanjutan.

Di sisi lain, penting juga untuk diperhatikan tempat penyuntikkan untuk vaksin BCG itu sendiri. Menurut WHO, tempat suntik vaksin BCG yang direkomendasikan adalah daerah lengan atasan (deltoid).

Mengapa muncul bisul setelah imunisasi BCG?

Setelah bayi mendapatkan imunisasi BCG, tempat penyuntikkannya akan menjadi bisul atau luka bernanah. Munculnya bisul yang kemerahan, bengkak, dan kadang terlihat mengandung nanah ini tidak jarang membuat para orangtua khawatir bahwa bayi mereka terkena infeksi.

Agar Anda tidak cepat panik saat menemukan bisul di bekas tempat suntikan vaksin BCG ini, ada baiknya Anda mengetahui fakta-fakta di balik luka (skar) bekas imunisasi BCG ini:

  • Bisul bekas imunisasi BCG adalah sebagai respons normal yang diperlihatkan oleh sistem imun atas penyuntikkan vaksin BCG yang berisi bakteri hidup sehingga bekasnya akan menyerupai infeksi alamiah.
  • Reaksi ini biasannya terjadi dalam kurun 2 sampai 12 minggu setelah imunisasi BCG, namun kejadian paling sering biasanya antara 4 sampai 6 minggu).
  • Jika bisul muncul kurang dari 1 minggu pascaimunisasi, kemungkinan besar bayi telah terpapar kuman tuberkulosis sebelumnya sehingga harus segera dibawa ke dokter untuk pemeriksaan lanjutan.
  • Awalnya, bekas suntikan vaksin BCG akan mengalami kemerahan yang diikuti bisul berisi nanah.
  • Tidak ada tindakan yang perlu dilakukan oleh orangtua terhadap munculnya bisul ini. Bisul akan sembuh sendiri dalam waktu 3 bulan.
  • Bisul yang telah sembuh akan meninggalkan bekas berupa jaringan parut yang datar dan berdiameter 2-6 mm.
  • Jika bisul tidak terbentuk, bukan berati imunisasi BCG dikatakan gagal, bukan juga berarti anak tidak terproteksi dari bakteri tuberkulosis, apalagi mengklaim vaksin palsu. Anda pun tidak perlu meminta anak untuk divaksin ulang.

Bayi hanya perlu dibawa ke dokter bila terjadi komplikasi pada bisul bekas imunisasi BCG tersebut. Komplikasi yang dimaksud, seperti bisul mengalami pembengkakan hebat, mengeluarkan nanah yang banyak, dibarengi dengan anak mengalami demam tinggi.

Biasanya, kondisi ini disebabkan oleh penyuntikan vaksin yang tidak steril, bisa juga terjadi setelah bisul diolesi atau ditaburi dengan bahan-bahan yang tidak steril. Jadi, bukan karena vaksin BCG berbahaya karena faktanya vaksin ini telah lama digunakan di berbagai belahan dunia dan terbukti aman.

Kementerian Kesehatan RI. http://www.depkes.go.id/article/print/18043000011/berikan-anak-imunisasi-rutin-lengkap-ini-rinciannya.html
Diakses pada 5 Agustus 2019

World Health Organisation. https://www.who.int/biologicals/areas/vaccines/bcg/en/
Diakses pada 5 Agustus 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/vaccinations/bcg-tuberculosis-tb-vaccine/
Diakses pada 5 Agustus 2019

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/skar-bcg
Diakses pada 5 Agustus 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed