Ini Pentingnya Fungsi Testis serta Bagian-bagiannya untuk Tubuh


Fungsi testis bagi reproduksi pria sangatlah penting. Untuk menjaga agar fungsi tersebut tetap berjalan dengan baik, temperatur di testis harus sekitar dua derajat centrigrade lebih rendah dari suhu tubuh.

(0)
30 Aug 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Fungsi testis untuk memproduksi spermaTestis terletak di belakang penis dan diselubungi kulit berbentuk kantung yang disebut skrotum
Testis adalah dua organ berbentuk oval pada sistem reproduksi pria yang terdapat di belakang penis. Organ yang berbentuk bulat lonjong ini dan diselubungi oleh kulit yang disebut skrotum. Sehingga, berbeda dengan yang selama ini dikira, testikel tidak dapat terlihat secara langsung.Fungsi testis bagi reproduksi pria sangatlah penting. Untuk menjaga agar fungsi tersebut tetap berjalan dengan baik, temperatur di testis harus sekitar dua derajat centrigrade lebih rendah dari suhu tubuh.

Mengenal anatomi testis secara lengkap

Testis atau 'buah zakar' tersusun dari bagian-bagian yang cukup rumit dan masing-masingnya memiliki peran penting dalam mendukung proses reproduksi pria. Sehingga, fungsi organ ini sebenarnya tidak hanya satu, namun terbagi sesuai dengan masing-masing bagiannya.Berikut bagian-bagian dalam anatomi testis yang perlu Anda ketahui. 

1. Tubulus seminiferus

Fungsi buah zakar yang paling dikenal adalah sebagai tempat produksi sperma. Namun sebenarnya di dalam testikel, fungsi ini dijalankan oleh tubulus seminiferus.Tubulus seminiferus adalah jaringan berbentuk seperti pembuluh-pembuluh kecil yang terkumpul, dan merupakan bagian terbanyak di testis.Sel dan jaringan yang ada di tubulus ini berperan dalam proses pembentukan sperma yang nantinya akan membuahi sel telur.Tubulus terletak sejajar dengan bagian buah zakar yang berperan dalam produksi sperma dan hormon testosteron yang disebut epitelium. Lapisan ini merupakan bagian dari anatomi testikel yang berperan dalam produksi sperma dan hormon testosteron disebut mengandung sel yang bertanggung jawab terhadap pembentukan sperma dan produksi hormon.

2. Rete testis

Fungsi testikel tidak berhenti hanya sampai produksi sperma saja. Sebab, setelah selesai diproduksi di tubulus seminiferus, sperma akan dipindahkan menuju epididimis.Namun sebelum itu, sperma harus melewati rete testis terlebih dahulu. Di rete testikel, sperma akan dicampurkan dengan cairan yang diproduksi oleh sel sertoli.Sebelum sampai di epididimis, sperma tidak dapat bergerak. Rete testis berperan dalam menjalankan salah satu fungsi buah zakar, yaitu membantu sperma bergerak dengan mikrovili yang dimilikinya.Mikrovili adalah jaringan yang berbentuk seperti rambut-rambut tipis.

3. Duktus eferen

Duktus eferen adalah saluran serupa pipa, yang menghubungkan rete testikel dengan epididimis. Di epididimis, sperma akan disimpan hingga matang dan siap dikeluarkan ketika ejakulasi.Saat sperma bergerak melewati duktus eferen, sebagian besar cairannya akan diserap dan membantu menggerakkan sperma. Sehingga saat sampai ke epididimis, sperma sudah lebih terkonsenterasi dan lebih kental.

4. Tunica

Buah zakar pria dikelilingi oleh lapisan lapisan jaringan yang disebut tunica. Tunica terdiri dari tiga lapis, yaitu:

• Tunica vasculosa

Tunica vasculosa adalah lapisan pembuluh darah tipis yang melindungi bagian dalam testikel.

• Tunica albuginea

Tunica albuginea adalah lapisan pelindung yang tebal yang terbuat dari serat-serat padat untuk melindungi testikel.

• Tunica vaginalis

Tunica vaginalis adalah lapisan jaringan terluar dari buah zakar. Lapisan ini, juga dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu lapisan visceral, cavum vaginal, dan lapisan parietal.

Fungsi testis untuk pria

Buah zakar pria memiliki dua fungsi utama, yakni memproduksi sperma dan hormon seks pria.

1. Memproduksi sperma

Sperma adalah elemen penting dalam reproduksi pria. Sperma bertugas untuk membuahi sel telur wanita hingga terjadi kehamilan.Testikel menjadi 'pabrik' dari sperma. Setiap menitnya, organ reproduksi pria ini mampu memproduksi sekitar 200.000 sperma per menit.

2. Memproduksi hormon

Buah zakar juga berfungsi untuk memproduksi hormon, tepatnya hormon Androgen, Hormon ini mengatur pertumbuhan alat reproduksi pria, serta menimbulkan ciri khas fisik pria atau ciri maskulinitas seperti jenggot dan suara yang rendah.Hormon androgen juga berpengaruh pada fungsi seksual. Sehingga, jika fungsi testis mengalami gangguan, reproduksi serta fungsi seksual pun dapat terganggu. Testoseron adalah jenis hormon androgen yang paling umum. Hormon ini berperan dalam pertumbuhan genital pria dan juga produksi hormon.Pada pria yang sehat, testikel dapat memproduksi sekitar 6 mg testoteron setiap harinya.Saat seorang pria memasuki usia 30 tahun, produksi testosteron mulai menurun.

Gangguan fungsi testis yang perlu diwaspadai

Seperti halnya organ tubuh yang lain, testikel juga dapat mengalami berbagai kelainan. Berikut ini gangguan fungsi buah zakar yang perlu Anda waspadai, sebagaimana dilansir dari Cleveland Clinic:

1. Trauma akibat benturan

Karena buah zakar hanya ditutupi oleh kulit skrotum dan tidak dilindungi otot maupun tulang, maka organ ini rentan cedera terutama ketika olahraga dan membuat fungsi organ tersebut terganggu. Fungsi testis bisa terganggu karena saat mengalami trauma, akan muncul nyeri hingga pembengkakan dan lebam pada organ tersebut.Pada kasus yang parah, jaringan testikel dapat rusak atau ruptur,sehingga menyebabkan adanya perdarahan. Celakanya, perdarahan ini akan merembes ke skrotum.

2. Torsi testikluar

Agar dapat berada di posisi yang benar, buah zakar juga tersambung ke seutas jaringan spermatik serupa tali. Terkadang, tali ini dapat kusut, sehingga fungsi organ ini menjadi terganggu.Kusutnya bagian ini akan mengakibatkan aliran darah dari dan menuju testikel terganggu atau terputus.Saat hal ini terjadi, maka akan timbul nyeri, pembengkakan, dan lebam di alat reproduksi tersebut. Torsi testikular merupakan kondisi kegawatdaruratan medis. Sehingga, jika mengalami gejala seperti di atas, segeralah periksakan diri Anda ke dokter.

3. Kanker testis

Kanker testikel adalah salah satu gangguan fungsi testikel yang paling parah. Kondisi ini dapat terjadi ketika sel-sel abnormal di organ tersebut membelah dan tumbuh tidak terkendali. Ini bisa terjadi pada pria dewasa maupun usia remaja.Gejala yang dapat dirasakan antara lain pembesaran di salah satu testikel, testis terasa berat atau serasa ditarik ke bawah, sakit di perut bawah atau area pangkal paha, dan nyeri di buah zakar maupun skrotum.

4. Hipogonadisme

Hipogonadisme adalah kondisi yang terjadi saat produksi hormon testosteron terganggu. Tidak hanya mengganggu fungsi testikel, kondisi ini juga dapat menimbulkan gangguan fungsi seksual pada pria.Beberapa kondsi yang bisa muncul karena hipogonadisme antara lain adalah disfungsi ereksi, infertilitas, hingga pembesaran payudara pria.

Catatan dari SehatQ

Mengingat fungsinya yang sangat penting, sudah seharusnya Anda para pria untuk selalu menjaga kesehatan alat reproduksi Anda, termasuk testis dan skrotum yang membungkusnya. Jalani pemeriksaan berkala ke dokter, sebagai langkah pencegahan.Selain itu, jaga selalu kebersihan organ reproduksi agar Anda terhindar dari infeksi maupun gangguan fungsi testikel yang lainnya.Apabila Anda masih bingung bagaimana cara menjaga kesehatan alat reproduksi, jangan ragu juga untuk berkonsultasi dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang juga, gratis!
nyeri testisorgasme palsu priaejakulasi diniskrotum gatal
Live Science. https://www.livescience.com/58838-testicle-facts.html
Diakses pada 30 Agustus 2019
Healthline. https://www.healthline.com/human-body-maps/testis
Diakses pada 30 Agustus 2019
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9126-testicular-disorders
Diakses pada 30 Agustus 2019
Your Hormones. https://www.yourhormones.info/glands/testes/
Diakses pada 30 Agustus 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait