Ini Pentingnya Fungsi Testis serta Bagian-bagiannya untuk Tubuh

Fungsi testis yang paling utama adalah untuk memproduksi sperma dan testosteron
Testis terletak di belakang penis dan diselubungi kulit berbentuk kantung yang disebut skrotum

Testis adalah dua organ berbentuk oval pada alat reproduksi pria yang terdapat di belakang penis. Organ yang berbentuk bulat lonjong ini dan diselubungi oleh kulit yang disebut skrotum. Sehingga, berbeda dengan yang selama ini dikira, testis tidak dapat terlihat secara langsung.

Fungsi testis bagi reproduksi pria sangatlah penting. Untuk menjaga agar fungsi tersebut tetap berjalan dengan baik, temperatur di testis harus sekitar dua derajat centrigrade lebih rendah dari suhu tubuh.

Mengenal bagian-bagian testis secara lengkap

Testis tersusun dari bagian-bagian yang cukup rumit dan masing-masingnya memiliki peran penting dalam mendukung proses reproduksi pria. Sehingga, fungsi testis pun sebenarnya tidak hanya satu, namun terbagi sesuai dengan masing-masing bagiannya, seperti berikut ini. 

1. Tubulus seminiferus

Tubulus seminiferus adalah jaringan berbentuk seperti pembuluh-pembuluh kecil yang terkumpul, dan merupakan bagian terbanyak di testis. Sel dan jaringan yang ada di tubulus ini berperan dalam proses pembentukan sperma.

Tubulus terletak sejajar dengan lapisan jaringan yang disebut epitelium. Lapisan ini mengandung sel yang bertanggung jawab terhadap pembentukan sperma dan produksi hormon.

2. Rete testis

Setelah selesai diproduksi di tubulus seminiferus, sperma akan dipindahkan menuju epididimis. Namun sebelum itu, sperma harus melewati rete testis terlebih dahulu. Di rete testis, sperma akan dicampurkan dengan cairan yang diproduksi oleh sel sertoli.

Sebelum sampai di epididimis, sperma tidak dapat bergerak. Rete testis berperan dalam menjalankan salah satu fugsi testis, yaitu membantu sperma bergerak dengan mikrovili yang dimilikinya. Mikrovili adalah jaringan yang berbentuk seperit rambut-rambut tipis.

3. Duktus eferen

Duktus eferen adalah saluran serupa pipa, yang menghubungkan rete testis dengan epididimis. Di epididimis, sperma akan disimpan hingga matang dan siap dikeluarkan ketika ejakulasi.

Saat sperma bergerak melewati duktus eferen, sebagian besar cairannya akan diserap dan membantu menggerakkan sperma. Sehingga saat sampai ke epididimis, sperma sudah lebih terkonsenterasi dan lebih kental.

4. Tunica

Testis dikelilingi oleh lapisan lapisan jaringan yang disebut tunica. Tunica terdiri dari tiga lapis, yaitu:

• Tunica vasculosa

Tunica vasculosa adalah lapisan pembuluh darah tipis yang melindungi bagian dalam testikel.

• Tunica albuginea

Tunica albuginea adalah lapisan pelindung yang tebal yang terbuat dari serat-serat padat untuk melindungi testis.

• Tunica vaginalis

Tunica vaginalis adalah lapisan jaringan terluar dari testis. Lapisan ini, juga dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu lapisan visceral, cavum vaginal, dan lapisan parietal.

Fungsi testis untuk pria

Secara umum, fungsi testis yang utama adalah untuk memproduksi sperma dan hormon androgen. Androgen adalah hormon yang mengatur pertumbuhan alat reproduksi pria, serta menimbulkan ciri khas fisik pria atau ciri maskulinitas seperti jenggot dan suara yang rendah. Hormon androgen juga berpengaruh pada fungsi seksual.

Testoseron adalah jenis hormon androgen yang paling umum. Hormon ini berperan dalam pertumbuhan genital pria dan juga produksi hormon.

Pada pria yang sehat, testikel dapat memproduksi sekitar 6 mg testoteron setiap harinya. Selain itu, testis juga memproduksi sekitar 200.000 sperma per menit. Saat seorang pria memasuki usia 30 tahun, produksi testosteron mulai menurun.

Gangguan fungsi testis yang perlu diwaspadai

Seperti halnya organ tubuh yang lain, testis juga dapat mengalami berbagai kelainan. Berikut ini gangguan fungsi testis yang perlu Anda waspadai.

1. Trauma akibat benturan

Karena testis hanya ditutupi oleh kulit dan tidak dilindungi otot maupun tulang, maka organ ini rentan cedera. Testis menjadi bagian yang mudah terbentur, terutama ketika olahraga.

Saat testis mengalami benturan atau trauma, akan muncul nyeri hingga pembengkakan dan lebam. Pada kasus parah, jaringan testis dapat rusak atau ruptur,sehingga menyebabkan adanya perdarahan yang merembes ke skrotum.

2. Torsi testikluar

Agar dapat berada di posisi yang benar, testis juga tersambung ke seutas jaringan spermatik serupa tali. Terkadang, tali ini dapat kusut, sehingga aliran darah dari dan menuju testis terganggu atau terputus.

Saat hal ini terjadi, maka akan timbul nyeri, pembengkakan, dan lebam di testis. Torsi testikular merupakan kondisi kegawatdaruratan medis. Sehingga, jika mengalami gejala seperti di atas, segeralah periksa kondisi Anda ke dokter.

3. Kanker testis

Kanker testis dapat terjadi ketika sel-sel abnormal di testis membelah dan tumbuh tidak terkendali yang terjadi pada pria dewasa maupun usia remaja.

Gejala yang dapat dirasakan antara lain pembesaran di salah satu testis, testis terasa berat atau serasa ditarik ke bawah, sakit di perut bawah atau area pangkal paha, dan nyeri di testis dan skrotum.

4. Hipogonadisme

Hipogonadisme adalah kondisi yang terjadi saat produksi hormon testosteron di testis terganggu. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai gangguan pada pria, seperti disfungsi ereksi, infertilitas, hingga pembesaran payudara pria.

Oleh karena itu, penting bagi pria untuk selalu menjaga kesehatan alat reproduksi Anda, termasuk testis. Jalani pemeriksaan berkala ke dokter, sebagai langkah pencegahan. Selain itu, jaga selalu kebersihan organ reproduksi agar Anda terhindar dari infeksi maupun gangguan fungsi testis lainnya.

Live Science. https://www.livescience.com/58838-testicle-facts.html
Diakses pada 30 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/human-body-maps/testis
Diakses pada 30 Agustus 2019

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/9126-testicular-disorders
Diakses pada 30 Agustus 2019

Your Hormones. https://www.yourhormones.info/glands/testes/
Diakses pada 30 Agustus 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed