Memahami Struktur dan Fungsi Bronkus dalam Tubuh Manusia

(0)
16 Dec 2019|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Fungsi bronkus dalam tubuh manusiaBronkus adalah percabangan dari batang paru-paru yang terbentuk dari otot lunak
Ketika Anda bernapas lewat hidung atau mulut, udara mengalir lewat kerongkongan menuju tabung udara (trakea) menuju percabangan, yakni bronkus kanan dan bronkus kiri. Nah, apa sebetulnya yang dimaksud dengan bronkus dan apa fungsi bronkus ini dalam tubuh manusia?Bronkus (dalam bentuk jamak disebut bronki) adalah batang paru-paru yang terbentuk dari otot lunak dengan dinding tulang lunak yang membuat posisi mereka stabil. Dilihat dari mikroskop, komponen penyusun bronkus sangat mirip dengan trakea.Fungsi bronkus yang utama adalah sebagai jalan udara ketika Anda bernapas, tapi organ ini juga memiliki fungsi penting sebagai penjaga imunitas paru-paru. Ketika bronkus terkena infeksi, berbagai penyakit akan bersarang pada tubuh Anda, mulai dari bronkitis hingga bronkospasme.

Mengenal struktur bronkus

Bronkus adalah cabang batang tenggorokan yang terletak setelah tenggorokan (trachea) sebelum paru-paru. Bronkus merupakan saluran yang memastikan udara masuk dengan baik dari trakea ke alveolus. Selain sebagai jalur masuk dan keluarnya udara, fungsi bronkus adalah untuk mencegah infeksi.Bagian bronki dimulai ketika trakea membelah jadi dua sehingga membentuk bronkus kanan dan bronkus kiri (utama). Kedua bronkus ini masing-masing membentuk cabang lagi yang lebih kecil, dan kemudian tulang rawan tidak lagi terlihat pada bronkiolus hingga tabung ini berujung di alveoli, yakni tempat oksigen dan karbondioksida bertukar tempat.Bronkus kanan dan kiri sendiri memiliki berbagai perbedaan yang mencolok. Bronkus kanan lebih pendek dari bronkus kiri dan posisinya lebih vertikal. Sebaliknya, bronkus kiri berukuran lebih kecil dan lebih panjang dibanding bronkus kanan.

Apa saja fungsi bronkus?

Adapun beberapa fungsi bronkus adalah:

1. Memastikan udara dari mulut atau hidung tiba di alveoli dengan bersih

Bronkus bertanggung jawab untuk mengatur berapa banyak udara yang boleh masuk ke paru-paru, memastikan bahwa oksigen sampai ke paru-paru, dan memastikan bahwa karbondioksida berhasil dikeluarkan kembali melalui mulut atau hidung.

2. Membantu mengeluarkan debu dan partikel asing yang berisiko membahayakan paru-paru

Fungsi bronkus lainnya adalah menghalau dan menyapu keluarnya debu, iritasi, dan mukosa atau dahak yang berlebihan. Untuk itu, terdapat kelenjar pada bronkus yang berperan mengeluarkan lendir dan memainkan peran penting dalam sistem imun manusia.Lendir ini dapat menjerat dan menonaktifkan mikroorganisme yang berpotensi membahayakan paru-paru maupun saluran pernapasan pada umumnya. Selain itu, pada dinding bronkus juga terdapat bulu-bulu halus (silia) yang mampu menyaring mikroba dan debu keluar dari saluran pernapasan Anda.

3. Menghasilkan dahak untuk mencegah peradangan pada bronkus

Dinding bronkus yang menhasilkan dahak memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan saluran pernapasan. Dahak yang dihasilkan dinding bronkus ini dapat mencegah debu dan partikel berbahaya lainnya yang menyebabkan peradangan atau iritasi.Dahak mencegah debu agar tidak masuk ke dalam paru-paru. Apabila terjadi iritasi maka akan menyebabkan bronkus menghasilkan lebih banyak dahak sehingga tubuh akan berusaha mengeluarkannya dengan cara batuk.

Penyakit yang bisa mengganggu fungsi bronkus

Ketika ada mikroorganisme yang tidak mampu dinetralisir oleh bronkus, maka Anda akan kesulitan bernapas. Masalah kesehatan yang biasanya mengganggu fungsi bronkus ini bisa berbentuk akut atau kronis.

1. Bronkitis

Salah satu penyakit yang dapat mengganggu fungsi bronkus adalah bronkitis. Kondisi ini terjadi ketika bronkus bengkak dan meradang sehingga Anda mengalami batuk berdahak yang mengganggu. Bronkitis akut adalah masalah pernapasan yang sering terjadi pada manusia dan biasanya sembuh sendiri dalam beberapa minggu.Meski demikian, bronkitis juga bisa masuk kategori kronis jika tidak kunjung sembuh dalam hitungan bulan atau sembuh-kambuh dalam waktu cepat. Bronkitis kronis biasanya ditandai dengan demam, batuk berdahak, sesak napas, bapas berbunyi ngik-ngik, radang tenggorokan, hingga pilek yang tak kunjung sembuh.

2. Bronkiektasis

Penyakit yang bisa mengganggu fungsi bronkus berikutnya adalah bronkiektasis. Bronkiektasis adalah gangguan fungsi bronkus disebabkan oleh dinding bronkus membesar dan terluka.Gejala bronkiektasis yang paling khas adalah Anda sering mengalami sesak napas yang tiba-tiba atau disebut eksaserbasi, yang tidak jarang diikuti oleh sesak napas, rasa lelah, serta demam atau keringat dingin.Gejala paling awam dari penyakit paru-paru ini adalah batuk dengan dahak berwarna kuning atau hijau setiap hari, serta napas yang berbunyi seperti siulan. Ketika kerusakan fungsi bronkus sudah sangat parah, Anda juga bisa mengalami muntah lendir yang disertai darah atau disebut hemoptisis.

3. Bronkospasme

Bronkospasme adalah gangguan pernapasan yang terjadi ketika fungsi bronkus mengecil saat Anda beraktivitas, termasuk berolahraga yang memicu reaksi asma.Gejala bronkospasme adalah kesulitan bernapas, batuk, sakit dan rasa sesak di dada, serta bunyi siulan saat Anda bernapas. Gejala ini biasanya muncul 5-20 menit setelah Anda melakukan olahraga berat.

4. Bronkiolitis

Bronkiolitis adalah gangguan fungsi bronkus yang terjadi ketika ada pembengkakan saluran udara kecil yang menjadi cabang dari bronkus alias bronkiolus. Gangguan fungsi bronkus ini paling sering terjadi pada anak-anak dengan gejala yang mirip flu biasa.Meski demikian, penderita bronkiolitis akan mengalami batuk, menggigil, dan kadang kala sesak napas selama beberapa hari hingga bulan.Kebanyakan anak akan membaik dengan sendirinya dan kondisi ini jarang membuat mereka harus menginap di rumah sakit.

5. Bronkopulmonari displasia

Gangguan fungsi bronkus kronis ini juga sering menyerang anak-anak, terutama bayi yang lahir prematur.Mayoritas bayi baru lahir yang terkena bronkopulmonari displasia (BPD) ini lahir 10 minggu lebih awal, memiliki berat lahir kurang dari 1 kg, dan kondisi paru-paru belum matang sehingga harus mendapat asupan oksigen lewat selang atau masker oksigen.Meski demikian, bayi dengan BPD bisa bertahan hidup dengan perawatan intensif. Setelah dinyatakan sembuh, orangtua dapat mencegah BPD kambuh atau berkembang menjadi komplikasi dengan memastikan anak menjalani pola makan sehat dan bernutrisi, serta tidak merokok di sekitar anak.Untuk menjaga fungsi bronkus, Anda perlu menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, hingga menghindari rokok dan berbagai substansi lain yang dapat merusak paru-paru Anda. Dengan ini, fungsi bronkus pada tubuh Anda dapat bekerja optimal. 
bronkiolitisbronkitisbronkiektasis
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/bronchi/img-20007643
Diakses pada 14 Desember 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bronchiolitis/symptoms-causes/syc-20351565?p=1
Diakses pada 14 Desember 2019
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/what-is-the-bronchus-structure-function-and-conditions-2249066
Diakses pada 14 Desember 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/bronchialdisorders.html
Diakses pada 14 Desember 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/imagepages/19533.htm
Diakses pada 14 Desember 2019
WebMD. https://www.webmd.com/lung/understanding-bronchitis-basics
Diakses pada 14 Desember 2019
American Lung Association. https://www.lung.org/lung-health-and-diseases/lung-disease-lookup/bronchiectasis/
Diakses pada 14 Desember 2019
American Academy of Family Phisicians. https://familydoctor.org/condition/exercise-induced-bronchospasm/?adfree=true
Diakses pada 14 Desember 2019
NHLBI. https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/bronchopulmonary-dysplasia
Diakses pada 14 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait