logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Fase Oral Bayi yang Tak Boleh Diganggu Orang Tua, Mengapa?

open-summary

Fase oral bayi dimulai saat ia menginjak usia 4 bulan dan akan berakhir sendiri di usia 12-18 bulan. Intervensi dalam proses alamiah ini justru berakibat buruk pada fisik dan mental bayi.


close-summary

4.09

(11)

15 Apr 2020

| Asni Harismi

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Fase oral bayi membuat Si Kecil sering memasukkan tangannya ke mulut

Fase oral bayi ditandai dengan bayi sering memasukkan tangan atau barang ke mulut

Table of Content

  • Kapan fase oral bayi dimulai?
  • Apa saja yang terjadi dalam fase oral bayi?
  • Apa yang mungkin terjadi jika orang tua mengganggu fase oral bayi?
  • Apa yang bisa dilakukan oleh orang tua selama fase oral bayi?
  • Bagaimana jika memberikan teether untuk fase oral bayi?
  • Catatan dari SehatQ

Fase oral bayi adalah bagian dari tahapan perkembangan kepribadian anak di tahun pertama kehidupannya. Pada fase ini, bayi belajar mengenali lingkungan lewat mulutnya sekaligus untuk memenuhi rasa penasaran dan kepuasan pribadinya.

Advertisement

Kapan fase oral bayi dimulai?

no caption
Fase oral bayi ditandai dengan memasukkan jari ke mulut

Fase oral bayi dimulai sejak bayi berusia 3 bulan hingga 4 bulan. Ia mulai memasukkan benda-benda di sekitarnya maupun jari ke mulut.

Sayangnya, orang tua kerap menerjemahkannya sebagai tanda bayi kelaparan. Padahal, hal itu hanya menandakan bahwa ia tengah berada pada fase oral bayi.

Perlu diingat, Anda tidak bisa mencegahnya. Orang tua tidak perlu khawatir karena fase ini sangat normal terjadi. Biasanya, fase oral berkurang dengan sendirinya saat ia menginjak usia 1 tahun.

Apa saja yang terjadi dalam fase oral bayi?

no caption
Pada fase oral bayi, Si Kecil sering mencicipi mainannya

Ketika bayi memasuki fase oral, ia akan semakin intensif dalam melakukan banyak hal dengan mulutnya, termasuk kegiatan yang mengisap dan merasakan dengan lidah. Anda akan melihat si Kecil melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Menyusu lebih lama.
  • Menggigit puting payudara.
  • “Mencicipi” mainan bayi.

Ketika berada di fase ini, bayi yang isap jempol bukanlah hal yang aneh. Orang tua pun tidak perlu khawatir.

Pasalnya, dengan fase oral pada bayi ini, Si Kecil merasa mendapatkan kepuasan sekaligus kenyamanan melalui berbagai stimulasi oral yang dilakukannya.

Apa yang mungkin terjadi jika orang tua mengganggu fase oral bayi?

no caption
Saat fase oral pada bayi, tunda pemberian MPASI agar tidak obesitas

Nahasnya, banyak orang tua yang kemudian mengartikan fase oral pada bayi ini sebagai tanda bahaya bagi bayi. Salah satu yang sering terjadi adalah orang tua akan memberikan makanan pendamping air susu ibu (MPASI) secara dini, yakni sebelum usia 6 bulan.

Pemberian MPASI dini dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan pada bayi, seperti:

Tak hanya dari segi kesehatan fisik, mengganggu fase oral pada bayi dapat mengakibatkan munculnya masalah psikologis yang disebut fiksasi oral.

Teori ini pertama kali dikemukakan oleh psikoanalis asal Austria, Sigmund Freud. Ia menyatakan, fase oral pada bayi merupakan fase awal perkembangan psikoseksual manusia yang tidak boleh diganggu, apalagi dihentikan secara paksa.

Baca Juga

  • Granuloma Umbilikalis, Daging Kecil yang Kerap Muncul Setelah Pusar Bayi Puput
  • Kapan Bayi Bisa Melihat? Ketahui Tahap Penglihatan Bayi Baru Lahir Sampai 2 Tahun
  • Wajarkah Jika Bayi Sering Kentut? Simak Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ketika fiksasi oral terjadi, maka bayi akan tumbuh dewasa dengan berbagai masalah sosial, seperti:

Freud dan para pengikut teori ini berpendapat, ketika bayi tidak menyelesaikan fase oralnya, maka ia akan terjebak (fiksasi) pada tahapan tersebut.

Oleh karena itu, bayi akan mengulangi fase oral ini ketika dewasa dengan cara melakukan hal-hal yang dianggap dapat memenuhi kepuasannya, seperti memasukkan benda-benda tertentu dengan mulutnya.

Apa yang bisa dilakukan oleh orang tua selama fase oral bayi?

no caption
Potong kuku agar fase oral bayi berjalan lancar

Meski orang tua tidak dianjurkan mengganggu fase oral pada bayi, sebaiknya Anda tetap mengawasi bayi. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjamin Si Kecil tidak mengalami masalah-masalah kesehatan selama berada pada fase ini, misalnya:

  • Pastikan tidak ada benda berbahaya di sekitar bayi, misalnya benda-benda berukuran kecil, tajam, atau mengandung bahan-bahan kimia berbahaya.
  • Jaga kebersihan tangan bayi dengan mencuci tangan serta memotong kukunya.
  • Beri benda atau teether dengan ukuran yang tidak terlalu kecil agar tidak tertelan sehingga bayi tersedak.
  • Bersihkan benda-benda yang digigit agar selalu higienis.
  • Mengambil mainan dari mulut anak jika berbahaya atau kotor. Namun, ganti dengan objek yang lebih bersih, seperti teether, soft book, maupun mainan lain yang tidak berbahaya.

Bagaimana jika memberikan teether untuk fase oral bayi?

no caption
Teether dengan paraben saat fase oral bayi berbahaya bagi endokrin

Perlu diingat, saat memilih teether untuk bayi, perhatikan bahannya. Sebab, riset yang terbit pada jurnal BMC Chemistry, teether yang berisi gel mengandung paraben.

Sebenarnya, paraben memiliki efek antimikroba. Namun, jika tertelan akibat suhu maupun gigitan bayi, paraben justru berbahaya bagi kelenjar endokrin.

Untuk itu, penelitian ini menganjurkan, berikan teether yang terbuat dari plastik padat atau teether yang berisi air.

Catatan dari SehatQ

Fase oral bayi tidak menandakan jika bayi sedang kelaparan. Justru, ini merupakan tahapan perkembangan kepribadiannya. Dalam hal ini, fase oral membuat bayi aktif menggunakan mulutnya.

Anda tidak perlu mencegah bayi menggigit jempol ataupun barang-barang di sekitarnya. Hal yang terpenting adalah Anda harus mengawasi Si Kecil agar ia senantiasa aman.

Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai fase oral bayi, konsultasikan dengan dokter anak melalui chat dokter anak di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.

Jika Anda ingin melengkapi keperluan untuk ibu dan anak, kunjungi Toko SehatQ untuk mendapatkan penawaran menarik.

Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

perkembangan bayibayi baru lahirmainan anak

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved