Pentingnya Fase Oral Bayi yang Tak Boleh Diganggu Orangtua

Fase oral bayi ditandai dengan bayi sering memasukkan tangan atau barang ke mulut
Bayi sering memasukkan tangannya ke mulut saat fase oral

Ketika bayi berusia 4 bulan mulai memasukkan benda-benda yang ada di sekitarnya ke mulut, orangtua kerap menerjemahkannya sebagai tanda bayi kelaparan. Padahal, hal itu hanya menandakan bahwa ia tengah berada pada fase oral bayi.

Fase oral bayi adalah bagian dari tahapan perkembangan kepribadian anak di tahun pertama kehidupannya. Pada fase ini, bayi belajar mengenali lingkungan lewat mulutnya sekaligus untuk memenuhi rasa penasaran dan kepuasan pribadinya.

Fase oral bayi dimulai saat si Kecil berusia 3-4 bulan dan tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk mencegahnya. Meski demikian, orangtua tidak perlu khawatir karena fase ini sangat normal terjadi pada anak dan biasanya menghilang dengan sendirinya saat ia menginjak usia 1 tahun.

Apa saja yang terjadi dalam fase oral bayi?

Ketika bayi memasuki fase oral, ia akan semakin intensif dalam melakukan banyak hal dengan mulutnya, termasuk kegiatan yang mengharuskannya mengisap dan merasakan. Anda akan melihat si Kecil melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Menyusu lebih lama
  • Menggigit puting payudara
  • ‘Mencicipi’ mainannya sendiri.

Bayi isap jempol di fase ini juga bukan hal yang aneh sehingga orangtua tidak perlu khawatir secara berlebihan. Pasalnya dengan fase oral bayi ini, si kecil merasa mendapatkan kepuasan sekaligus kenyamanan melalui berbagai stimulasi oral yang dilakukannya.

Apa yang mungkin terjadi jika orangtua mengganggu fase oral bayi?

Nahasnya, banyak orangtua yang kemudian mengartikan fase oral bayi ini sebagai tanda bahaya bagi bayi. Salah satu yang sering terjadi adalah orangtua akan memberikan makanan pendamping air susu ibu (MPASI) secara dini, yakni sebelum usia 6 bulan.

Pemberian MPASI dini dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan pada bayi, seperti:

  • Masuknya makanan ke saluran napas bayi (aspirasi)
  • Meningkatkan risiko obesitas pada bayi
  • Menyebabkan tidak mencukupinya kalori atau nutrisi pada bayi yang seharusnya masih mendapatkan asupan utama dari ASI atau susu formula saja.

Tak hanya dari segi kesehatan fisik, mengganggu fase oral bayi dapat mengakibatkan munculnya masalah psikologis yang disebut fiksasi oral. Teori ini pertama kali dikemukakan oleh psikoanalis asal Austria, Sigmund Freud, yang menyatakan bahwa fase oral bayi merupakan fase awal perkembangan psikoseksual manusia yang tidak boleh diganggu, apalagi dihentikan secara paksa.

Ketika fiksasi oral terjadi, maka bayi akan tumbuh menjadi orang dewasa dengan berbagai masalah sosial, seperti:

  • Suka merokok
  • Minum minuman keras
  • Makan berlebihan
  • Suka mengunyah permen karet
  • Suka menggigiti kuku.

Freud dan para pengikut teori ini berpendapat ketika bayi tidak menyelesaikan fase oralnya, maka ia akan terjebak (fiksasi) pada tahapan tersebut. Oleh karena itu, si bayi akan mengulangi fase oral ini ketika dewasa dengan cara melakukan hal-hal yang dianggap dapat memenuhi kepuasannya lewat memasukkan benda-benda tertentu dengan mulutnya.

Apa yang bisa dilakukan oleh orangtua selama fase oral bayi?

Meski orangtua tidak dianjurkan untuk menginterupsi fase oral bayi, Anda tetap dianjurkan untuk selalu ada. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjamin si Kecil tidak mengalami masalah-masalah kesehatan selama berada pada fase ini, misalnya:

  • Pastikan tidak ada benda berbahaya di sekitar bayi, misalnya benda-benda berukuran kecil, tajam, atau mengandung bahan-bahan kimia berbahaya.
  • Anda tetap boleh mengambil mainan dari mulut anak jika ia memasukkan mainan yang berbahaya atau kotor. Namun, ganti dengan objek yang lebih bersih, seperti teether, soft book, maupun mainan lain yang tidak berbahaya.

Fase oral bayi biasanya akan berlalu ketika anak berusia 12-18 bulan atau saat ia sudah mulai bisa berjalan dan berbicara. Namun jika Anda merasa khawatir akan kebiasaan si Kecil yang satu ini, konsultasikan solusinya dengan dokter anak Anda.

Parents. https://www.parents.com/baby/development/behavioral/8-weird-stages-of-babys-development/
Diakses pada 31 Maret 2020

Simply Psychology. https://www.simplypsychology.org/psychosexual.html
Diakses pada 31 Maret 2020

AAP. https://www.aap.org/en-us/about-the-aap/aap-press-room/aap-press-room-media-center/Pages/Thumbsucking.aspx
Diakses pada 31 Maret 2020

Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/freuds-stages-of-psychosexual-development-2795962
Diakses pada 31 Maret 2020

Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/what-is-a-fixation-2795188
Diakses pada 31 Maret 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/expert-answers/starting-solids/faq-20057889
Diakses pada 31 Maret 2020

Artikel Terkait