Penting! Ini Perbedaan Sinus Takikardia Normal dan Berbahaya


Sinus takikardia dikatakan normal bila Anda selesai olahraga atau merasa stres. Kondisi ini menjadi tidak normal jika jantung berdebar saat Anda tengah merasa rileks atau tidak melakukan aktivitas fisik berat.

(0)
16 Jul 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Sinus takikardia dapat dianggap normal dan berbahayaSinus takikardia adalah detak jantung yang cepat dan tidak beraturan
Merasakan jantung berdebar-debar di saat-saat tertentu seperti selepas berolahraga adalah hal lumrah yang dialami oleh semua orang. Namun ketika detak jantung kencang itu tetap terjadi saat Anda beristirahat, bisa jadi Anda tengah mengalami sinus takikardia yang tidak normal.Sinus takikardia pada dasarnya adalah kondisi detak jantung yang tidak beraturan dan lebih cepat dari normal, yakni di atas 100 detak per menit pada orang dewasa. Kondisi ini disebabkan oleh adanya aktivitas noda sinoatrial, yakni kumpulan sel di jantung bagian kanan atas yang bertugas menghasilkan sinyal listrik alami.Sinus takikardia bisa dikatakan normal, namun bisa juga mengindikasikan penyakit tertentu yang harus dicari penyebabnya dengan segera agar bisa lekas diredakan. Kapan sinus takikardia dikatakan normal atau tidak normal? Serta, apa yang harus Anda lakukan terkait kondisi ini?

Kapan sinus takikardia dikatakan normal?

Tidak semua sinus takikardia dikatakan sebagai penyakit. Dalam kondisi-kondisi tertentu, aktivitas noda sinoatrial memang akan mengalami lonjakan aktivitas elektrik, misalnya ketika Anda:
  • Usai berolahraga dengan intensitas tinggi
  • Kaget
  • Merasa cemas atau stres
  • Demam
  • Mengonsumsi kokain atau obat-obatan tertentu
  • Mengonsumsi stimulan, seperti kafein atau nikotin.

Kapan sinus takikardia dikatakan tidak normal?

Sinus takikardia dikatakan tidak normal bila kenaikan detak jantung Anda terjadi saat Anda tengah dalam keadaan rileks atau beristirahat. Bahkan, detak jantung Anda bisa mencapai 150 denyut per menit hanya dengan melakukan gerakan-gerakan sederhana.Kondisi abnormal ini bisa juga dibarengi dengan gejala lain, seperti:
  • Napas tersengal-sengal
  • Nyeri di bagian dada
  • Pusing atau sakit kepala
  • Kesulitan berolahraga
  • Pingsan
  • Muncul rasa cemas berlebihan.
Tidak jarang, dokter tidak bisa menyimpulkan penyebab sinus takikardia abnormal yang Anda alami. Kemungkinan lainnya adalah adanya infeksi virus pada tubuh. Jika demikian, sinus takikardia Anda biasanya sembuh dalam hitungan bulan maupun tahun.Dalam kebanyakan kasus, sinus takikardia abnormal juga bisa disebabkan oleh:
  • Demam
  • Rasa takut
  • Anemia
  • Tekanan darah rendah
  • Hipotiroidisme
  • Rasa nyeri di sekujur tubuh.
Sinus takikardia abnormal mungkin tidak mengakibatkan masalah kesehatan jangka panjang. Akan tetapi, Anda tetap disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter karena ketidaknormalan ini mungkin mengindikasikan masalah kesehatan yang lebih serius.

Perawatan sinus takikardia

Pengobatan sinus takikardia dilakukan untuk menghilangkan atau meredakan penyakit yang melatarbelakangi terjadinya detak jantung tidak beraturan ini.Dokter terlebih dahulu akan menurunkan frekuensi detak jantung Anda demi mencegah kekambuhan dan mengurangi kemungkinan terjadinya komplikasi.Cara untuk mengurangi frekuensi detak jantung adalah:

1. Manuver vagal

Manuver ini adalah serangkaian tindakan yang Anda lakukan ketika detak jantung tengah cepat, yaitu batuk, berbaring, dan mengompres wajah dengan es. Langkah ini bertujuan memengaruhi saraf vagus yang dapat mengontrol detak jantung.

2. Obat-obatan

Ketika manuver vagal tidak mampu meredakan sinus takikardia, Anda mungkin harus disuntik obat antiaritmia di rumah sakit. Obat ini juga tersedia dalam bentuk pil, namun hanya boleh diminum dengan resep dokter.

3. Kardioversi

Prosedur ini dilakukan dengan mengirim sinyal listrik tegangan rendah melalui defibrilator eksternal otomatis atau sejenis plester yang ditempel di dada Anda. Langkah ini biasanya dilakukan untuk kasus darurat atau ketika manuver vagal dan obat-obatan tidak bisa lagi meredakan sinus takikardia Anda.

Mencegah sinus takikardia berulang

Setelah detak jantung Anda kembali normal, dokter tetap akan merekomendasikan Anda untuk melakukan berbagai langkah mencegah berulangnya sinus takikardia. Langkah preventif tersebut di antaranya:

1. Ablasi kateter

Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan semacam selang kecil ke jantung dari selangkangan, lengan, atau leher. Sesampainya di jantung, selang ini menggunakan suhu dingin ekstrem atau frekuensi radio untuk menghancurkan ‘kabel listrik’ agar jantung tidak berdetak terlalu cepat.

2. Obat-obatan

Obat yang dimaksud adalah antiaritmia atau bisa juga obat untuk jantung, seperti calcium channel blocker dan beta blocker. Dokter bisa juga memberi kombinasi dari kedua jenis obat tersebut.

3. Alat khusus

Alat bernama pacemaker ditanam di bawah lapisan kulit dan berfungsi mengirim sinyal listrik untuk menormalkan detak jantung saat mendeteksi adanya detak abnormal. Namun jika sinus takikardia Anda bersifat mengancam nyawa, dokter akan menanam alat bernama implantable cardioverter-definrillator (ICD) di dada Anda.

4. Operasi

Ini merupakan langkah pamungkas jika sinus takikardia Anda tidak bisa disembuhkan dengan cara-cara di atas atau jika Anda memiliki penyakit jantung.Selain itu, Anda juga sebaiknya mulai menjalani pola hidup sehat, seperti menghindari konsumsi obat-obatan terlarang, makan makanan bergizi, dan menjaga berat badan ideal. Jangan lupa juga untuk berolahraga teratur dan menghindari stres.
takikardia
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK553128/
Diakses pada 2 Juli 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327091
Diakses pada 2 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/sinus-tachycardia
Diakses pada 2 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait