Penting! Beberapa Hal Ini Perlu Diperhatikan Ibu saat Hamil Tua

Kehamilan menyebabkan berbagai perubahan pada tubuh ibu yang dipengaruhi oleh pertumbuhan janin dan hormon
Banyak perubahan yang terjadi pada tubuh saat hamil tua

Ketika hamil tua atau memasuki trimester ketiga, ibu hamil mungkin akan merasa bahagia karena sebentar lagi akan bertemu dengan bayinya. Perasaan bahagia tersebut biasanya juga bercampur dengan kecemasan dalam mempersiapkan kelahiran dan menghadapi berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh.

Untuk menjaga keselamatan ibu hamil dan janin saat hamil tua, ada berbagai pantangan dan aturan yang harus dipatuhi, misalnya tentang hubungan seks ataupun posisi tidur. Beberapa hal ini perlu diperhatikan dan dipertimbangkan untuk mencegah komplikasi kehamilan terjadi.

Apa yang terjadi saat hamil tua?

Ketika memasuki hamil tua, terjadi banyak perubahan pada tubuh ibu. Perubahan ini mungkin dapat membuat ibu hamil merasa tidak nyaman. Namun, jangan khawatir karena perubahan ini umum terjadi. Beberapa perubahan yang terjadi saat hamil tua, di antaranya:

  • Sakit punggung. Hormon kehamilan mengendurkan jaringan ikat yang menahan tulang. Hal ini dapat menyebabkan punggung terasa sakit dan tidak nyaman. Namun, jika sakit punggung juga disertai gejala lain, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter.

  • Kontraksi Braxton Hicks. Anda mungkin akan mulai merasakan kontraksi ringan biasanya terjadi pada sore atau malam hari. Kontraksi akan menjadi lebih sering dan lebih kuat ketika waktu untuk melahirkan semakin dekat.

  • Mudah lelah dan sesak napas. Anda dapat merasa mudah lelah sehingga terkadang menyebabkan sesak napas ketika melakukan suatu aktivitas.

  • Heartburn. Hormon kehamilan dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan hingga timbul sensasi terbakar di dada.

  • Lebih sering buang air kecil. Ketika janin bergerak lebih dalam ke panggul, ibu hamil akan merasakan tekanan pada kandung kemih sehingga menjadi lebih sering buang air kecil. Apalagi jika ibu sedang tertawa, batuk, atau bersin.

Untuk memastikan perubahan yang terjadi saat hamil tua bukanlah sesuatu yang membahayakan, sebaiknya Anda berkonsultasi pada dokter. Selain adanya perubahan, terdapat beberapa hal yang harus Anda hindari saat hamil tua.

Apa yang harus dihindari saat hamil tua?

Kesehatan dan keselamatan ibu hamil serta janin yang sedang berkembang tentu menjadi perhatian utama selama kehamilan. Berikut beberapa hal yang harus dihindari ketika hamil tua agar janin dan ibu tetap sehat:

  • Minum alkohol. Ketika ibu hamil minum alkohol, zat ini akan melewati plasenta dan dapat memengaruhi janin. Minum alkohol secara berlebihan ketika hamil, apalagi saat hamil tua, bisa menyebabkan masalah kesehatan, seperti kelainan fisik, cacat intelektual, kejang, pertumbuhan yang buruk, keterlambatan perkembangan, dan lainnya.

  • Mengonsumsi daging dan ikan mentah. Daging dan ikan mentah tidak baik dikonsumsi oleh ibu hamil karena berpotensi mengandung salmonella dan toksoplasmosis yang menyebabkan cacat lahir.

  • Mengonsumsi kafein berlebihan. Seperti halnya alkohol, kafein juga dapat melewati plasenta dan memengaruhi janin. Mengonsumsi kafein berlebih dapat membahayakan janin dan meningkatkan risiko keguguran serta berat lahir rendah. Sebaiknya, ibu hamil tidak mengonsumsi lebih dari 1,5 cangkir kafein per hari.

  • Ibu hamil yang merokok, terutama sedang hamil tua, memiliki risiko masalah dengan plasenta, melahirkan bayi dengan berat badan rendah, prematur, cacat lahir, atau mengalami gangguan dalam belajar kelak.

  • Berendam di air panas dan sauna. Berendam di air panas dan sauna berbahaya untuk ibu hamil karena dapat meningkatkan suhu tubuh yang dapat menyebabkan masalah pada bayi, seperti meningkatkan risiko cacat lahir.

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu. Ibu hamil harus menghindari konsumsi obat-obatan tertentu karena dapat membahayakan janin. Dokter mungkin akan menyarankan untuk menghindari ibuprofen atau obat anti-inflamasi nonsteroid lainnya.
  • Berbaring telentang. Ibu hamil tidak boleh berbaring telentang karena rahim yang tumbuh dapat menekan pembuluh darah utama hingga menyebabkan tekanan dan nyeri pada panggul. Selain itu, berbaring telentang juga mampu menurunkan denyut jantung dan tekanan darah yang membuat ibu hamil merasa pusing dan sesak.

  • Bepergian jauh. Ibu hamil yang sedang hamil tua, sebaiknya tidak bepergian jauh karena bisa saja terjadi persalinan yang tak terduga. Selain itu, dapat pula menimbulkan masalah lain, seperti komplikasi kehamilan, terpapar virus, atau meningkatkan pembentukan darah beku jika duduk terlalu lama.

  • Tidak melakukan aktivitas yang berat. Ketika sedang hamil tua, akan lebih baik jika ibu hamil tidak melakukan aktivitas yang berat karena dapat membahayakan diri sendri dan janin.

Berbagai pantangan tersebut harus dipatuhi oleh ibu hamil. Hal itu bertujuan agar ibu hamil dan janin dapat terus sehat hingga janin berhasil dilahirkan.

Bolehkah berhubungan seks saat hamil tua?

Pada hamil tua, perut yang besar dapat membuat hubungan seks menjadi lebih sulit. Selain itu, hasrat untuk melakukan hubungan seks juga mungkin berkurang. Namun, melakukan hubungan seks saat hamil tua sah-sah saja.

Janin yang sedang berkembang dalam kandungan dilindungi oleh cairan ketuban di dalam rahim dan otot-otot kuat rahim. Oleh sebab itu, berhubungan seks tidak akan memengaruhi janin, asalkan tidak terdapat masalah dalam kehamilan dan tidak dilarang oleh dokter.

Dokter akan menyarankan ibu hamil untuk tidak melakukan hubungan seks jika:

  • Mengalami pendarahan di vagina
  • Cairan ketuban Anda telah pecah
  • Serviks mulai terbuka sebelum waktunya
  • Sebagian atau seluruh plasenta menutupi pembukaan serviks
  • Memiliki riwayat persalinan prematur

Berbicara mengenai posisi berhubungan seks yang baik saat hamil tua, tentu pilihlah posisi yang tidak menimbulkan tekanan pada perut. Berikut posisi berhubungan seks yang nyaman ketika hamil tua:

  • Penetrasi dari belakang. Pada posisi ini, ibu hamil akan menungging dan pasangannya akan melakukan penetrasi dari belakang dengan posisi setengah berdiri.
  • Wanita di atas. Pada posisi ini, ibu hamil akan duduk di atas pasangannya yang tidur terlentang untuk melakukan penetrasi.
  • Posisi spooning. Pada posisi ini, ibu hamil bersama pasangan akan tidur dengan posisi miring. Suami akan memeluk ibu dari belakang untuk melakukan penetrasi.
  • Penetrasi dari samping ke samping. Pada posisi ini, ibu hamil dan suami akan tidur menyamping dan berhadapan. Ketika kaki ibu berada di atas pinggulnya, maka suami akan melakukan penetrasi dari depan.

Bagaimana posisi tidur yang baik saat hamil tua?

Pada umumnya, wanita yang hamil tua tidak dianjurkan untuk tidur telentang. Ketika tidur telentang, rahim yang berat dapat mengurangi aliran darah ke rahim dan janin. Selain itu, tidur telentang saat hamil tua bisa menyebabkan sakit punggung, masalah pernapasan, masalah pencernaan, tekanan darah rendah, wasir, serta mengurangi sirkulasi jantung dan janin.

Sementara itu, penelitian menunjukkan bahwa posisi tidur terbaik selama kehamilan adalah miring ke kiri. Tidur miring ke kiri dapat membantu ibu hamil bernapas lebih baik, mengurangi tekanan pada rahim, serta akan membantu memompa lebih banyak nutrisi dan darah ke plasenta dan janin .

Perubahan posisi yang tidak disadari ketika tidur mungkin terjadi. Namun, ketika ibu hamil sadar telah berubah posisi, sebaiknya segera kembali ke posisi tidur miring ke kiri. Posisi tersebut akan membuat ibu hamil merasa nyaman dan lebih nyenyak saat tidur.

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/sleep-positions#takeaway
Diakses pada 19 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/dos-and-donts#no-hot-tub-or-sauna
Diakses pada 19 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/third-trimester-concerns-tips#sleeping-positions
Diakses pada 19 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/pregnant-sex#sex-positions
Diakses pada 19 Agustus 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/pregnancy/art-20046767
Diakses pada 19 Agustus 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/sex-during-pregnancy/art-20045318
Diakses pada 19 Agustus 2019

Medical news Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322873.php
Diakses pada 19 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/baby/features/sex-during-pregnancy-is-it-safe#1
Diakses pada 19 Agustus 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed