Penjelasan Lengkap Larangan Mudik Lebaran 2021


Larangan mudik lebaran tahun 2021 diberlakukan mulai tanggal 6 – 17 Mei 2021, sedangkan pengetatan perjalanan dimulai 22 April – 5 Mei dan 18 – 24 Mei. Keduanya memiliki syarat perjalanan yang berbeda.

(0)
26 Apr 2021|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Larangan mudik lebaran 2021 tanggal 6 - 17 mei, pengetatan perjalanan 22 april - 5 mei dan 18 - 24 meiLarangan mudik lebaran diberlakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19
Guna mencegah penyebaran Covid-19 di bulan puasa dan masa Lebaran, pemerintah memberlakukan larangan mudik dan pengetatan perjalanan yang harus dipatuhi oleh semua lapisan masyarakat. Aturan mudik untuk tahun 2021 ini sudah sah dikeluarkan dan mulai berlaku. Namun, masih banyak masyarakat yang bingung tentang aturan tersebut.Awalnya, pemerintah hanya mengeluarkan larangan mudik untuk 6 – 17 mei 2021. Lalu beberapa waktu kemudian, keluar peraturan tentang pengetatan perjalanan yang diberlakukan sejak H-14 dan H+7 larangan mudik atau pada tanggal 22 April – 5 Mei dan 18 – 24 Mei 2021. Berikut perbedaan keduanya.Pada masa larangan mudik, masyarakat dilarang sama sekali untuk keluar kota kecuali untuk urusan tertentu yang syaratnya tertuang dalam aturan resmi pemerintah. Sementara pada masa pengetatan perjalanan, masyarakat masih diizinkan untuk berpergian ke luar kota, namun dengan syarat dokumen yang diperketat di semua lini.

Larangan mudik tahun 2021 dan aturannya

Larangan mudik berlaku tanggal 6 – 17 Mei 2021. Selama masa larangan mudik ini, masyarakat dilarang bepergian ke luar kota menggunakan moda transportasi apa pun termasuk darat (mobil, motor, bus, travel, kereta api, dan lain-lain), laut, serta udara.Berikut ini aturan-aturan yang berlaku selama larangan mudik yang tertuang dalam Surat Edaran Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.

• Pengecualian larangan mudik

Pengecualian larangan mudik berlaku untuk keperluan esensial dan hal mendesak untuk kepentingan non mudik, seperti:
  • Kendaraan pelayanan distribusi logistik
  • Bekerja atau perjalanan dinas
  • Kunjungan keluarga sakit
  • Kunjungan duka anggota keluarga meninggal
  • Ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga
  • Kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang

• Syarat dokumen yang diperlukan

Bagi orang yang perlu melakukan perjalanan ke luar kota dan masuk ke dalam kriteria pengecualian larangan mudik, ada syarat dokumen yang harus dilengkapi sebelum perjalanan berupa print out surat izin perjalanan tertulis atau Surat Izin Keluar/Masuk dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Untuk pegawai pemerintah

Wajib melampirkan print out surat izin tertulis dari pejabat setingkat Eselon II yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik pejabat serta identitas diri calon pelaku perjalanan.Pekerja yang dimaksud adalah aparatur sipil negara (ASN), badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), prajurit TNI dan Polri.
  • Untuk pegawai swasta

Melampirkan print out surat izin tertulis dari pimpinan perusahaan yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik pejabat serta identitas diri calon pelaku perjalanan.
  • Untuk pekerja sektor informal dan masyarakat umum non pekerja

Melampirkan print out surat izin tertulis dari kepala desa atau lurah yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik pejabat serta identitas diri calon pelaku perjalanan.SIKM yang dimaksud di atas hanya bisa berlaku untuk satu orang dan satu kali perjalanan pergi lalu pulang lintas kota, kabupaten, provinsi, dan negara.Pelaku perjalanan juga harus memiliki surat keterangan negatif Covid-19 dengan tes RT-PCR, rapid test antigen, atau tes GeNose. Akan dilakukan pengecekan di setiap pintu masuk wilayah, rest area, perbatasan kota besar, dan area lain yang dirasa perlu.

• Delapan kawasan diperbolehkan untuk mudik lokal

Selama masa peniadaan mudik, pemerintah masih mengizinkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik lokal alias pergi ke daerah lain yang masih termasuk sebagai satu aglomerasi yang sama.Aglomerasi adalah satu kesatuan wilayah yang terdiri dari beberapa pusat kota atau kabupaten yang saling terhubung baik melalui darat maupun melalui laut. Bagi masyarakat yang berada di dalam satu aglomerasi, maka kunjungan mudik masih boleh dilakukan.Total ada delapan aglomerasi yang diperbolehkan melakukan mudik lokal. Satu di pulau Sumatera, enam di pulau Jawa, dan satu di pulau Sulawesi dengan rincian sebagai berikut.
  • Sumatera

Medan, Binjai, Deli Serdang, Karo
  • Jawa

- Jabodetabek: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi- Bandung Raya: Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung Barat.- Kedungsepur: Kendal, Demak, Ungaran, Semarang, Purwodadi- Yogyakarta Raya: Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulo Progo, Gunung Kidul.- Solo Raya: Kota Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Sragen.- Gerbang Kertosusila: Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan.
  • Sulawesi

Mamminasata: Makassar, Sungguminasa, Takalar, Maros.

Pengetatan perjalanan musim Lebaran 2021 dan aturan yang harus diikuti

Pada masa pengetatan perjalanan yang berlangsung tanggal 22 April – 5 Mei dan 18 – 24 Mei 2021, masyarakat masih boleh bepergian tanpa SIKM, namun tetap ada pengetatan aturan terkait hasil tes Covid-19.Pengetatan yang dilakukan antara lain pemendekan masa berlaku surat keterangan negatif Covid-19, pengecekan surat hasil pemeriksaan negatif di setiap pintu masuk wilayah lewat bandar udara, stasiun kereta api, dan pelabuhan.Pengecekan acak dilakukan untuk kendaraan yang masuk ke wilayah lain oleh Satgas Penanganan Covid-19 setempat.Syarat yang perlu diperhatikan selama masa pengetatan perjalanan adalah:
  • Pelaku perjalanan yang menggunakan kendaraan umum baik laut, udara, maupun darat harus memiliki surat keterangan negatif Covid-19 melalui pemeriksaan RT-PCR ataupun rapid test antigen yang sampelnya diambil tidak lebih dari 1x24 jam sebelum keberangkatan atau pemeriksaan GeNose C19 di bandar udara, pelabuhan, dan stasiun kereta sesaat sebelum keberangkatan.
  • Pelaku perjalanan yang menggunakan kendaraan pribadi tetap diimbau untuk memiliki surat keterangan negatif Covid-19 melalui pemeriksaan RT-PCR maupun rapid test antigen yang sampelnya diambil tidak lebih dari 1x24 jam sebelum keberangkatan karena akan ada pemeriksaan acak di titik perbatasan wilayah.
  • Imbauan pengisian e-HAC alias Health Alert Card bagi pelaku perjalanan dengan moda transportasi darat baik umum maupun pribadi.
  • Kewajiban mengisi e-HAC bagi pelaku perjalanan dengan moda transportasi laut dan udara.
  • Untuk anak yang berusia di bawah 5 tahun tidak diwajibkan memiliki surat hasil tes negatif Covid-19 sebagai syarat perjalanan.
  • Untuk calon pelaku perjalanan yang memiliki hasil tes negatif Covid-19 namun menunjukkan gejala, maka perjalanan tidak boleh dilanjutkan dan diwajibkan untuk menjalani pemeriksaan RT-PCR dan melakukan isolasi mandiri selama menunggu hasil pemeriksaan keluar.
Aturan Larangan Mudik 2021 Pandemi Covid-19
Infografis Aturan Larangan Mudik 2021
Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar pemeriksaan Covid-19 maupun risiko penularannya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
coronavirus
Satgas Penanganan Covid-19. https://covid19.go.id/p/berita/pengetatan-pelaku-perjalanan-pada-h-14-dan-h7-peniadaan-mudik-lebaran-untuk-mencegah-potensi-penularan
Diakses pada 26 April 2021
Satgas Penanganan Covid-19. https://covid19.go.id/p/masyarakat-umum/8-kawasan-yang-diperbolehkan-mudik-lokal
Diakses pada 26 April 2021
Satgas Penanganan Covid-19. https://covid19.go.id/p/regulasi/se-kepala-satuan-tugas-nomor-13-tahun-2021
Diakses pada 26 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait