Penis Terasa Panas? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya


Penis terasa panas bisa mengganggu fungsi seksual Anda. Selain penyakit menular seksual, ada sejumlah kondisi lain yang dapat menyebabkannya, seperti gonore, infeksi saluran kemih, hingga uretritis.

0,0
19 Nov 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penis terasa panas dapat disebabkan berbagai macam penyakit menular seksual.Penyakit menular seksual seperti gonore dapat sebabkan penis terasa panas.
Kondisi penis terasa panas tentunya bisa menyebabkan Anda merasa tidak nyaman dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Anda mungkin juga khawatir mengenai kondisi yang terjadi.Tak hanya karena penyakit mnular seksual, terdapat beragam penyebab penis terasa panas. Apa sajakah itu? Simak informasi selengkapnya beserta cara mengatasinya berikut ini. 

Penyebab penis terasa panas

Kepala penis terasa panas biasanya terjadi saat buang air kecil dan diikuti dengan gejala lain, seperti penis bengkak dan kulit penis gatal. Berikut beberapa hal yang menyebabkan penis terasa panas. 

1. Gonore

Gonore adalah penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan penis terasa panas. Menurut studi, gonore paling sering dirasakan oleh remaja/dewasa muda dalam rentang usia 15-24 tahun.Penis terasa panas akibat gonore umumnya muncul saat sedang buang air kecil. Selain itu, gonore juga bisa menyebabkan penis membengkak dan mengeluarkan cairan.Dokter dapat memberikan obat-obatan antibiotik berupa suntikan ceftriaxone dan azithromycin oral untuk menyembuhkan gonore.

2. Infeksi saluran kemih

Salah satu gejala umum infeksi saluran kemih adalah sensasi terbakar saat buang air kecil. Ditambah lagi, penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini dapat membuat penderitanya sering kebelet kencing.Sebelum memberikan obat antibiotik, dokter harus mencari tahu dulu jenis bakteri yang menyebabkannya. Lamanya pengobatan akan tergantung dari tingkat keparahan infeksinya. Mengonsumsi air putih lebih teratur juga dapat melancarkan proses pengobatan penyakit ini.

3. Uretritis

Uretritis adalah peradangan pada uretra, yakni saluran yang membawa urine dari kandung kemih keluar tubuh. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri.Selain sensasi panas, uretritis juga bisa menyebabkan kemerahan di sekitar uretra, keluarnya cairan kuning dari uretra, darah pada air kencing dan sperma, hingga gatal-gatal.Dokter bisa memberikan obat antibiotik doxycycline oral selama 7 hari beserta ceftriaxone injeksi atau cefixime oral. Selain itu, obat azithromycin dosis tunggal juga bisa diresepkan.

4. Infeksi jamur

Penis terasa panas dapat disebabkan infeksi jamur
Infeksi jamur dapat sebabkan penis terasa panas
Tidak hanya vagina, ternyata infeksi jamur juga bisa menyerang penis. Infeksi jamur penis bisa terjadi akibat hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi jamur.Infeksi jamur dapat menyebabkan penis terasa panas, gatal, ruam kulit, hingga keluarnya cairan berwarna putih. Berbagai obat antijamur dapat menyembuhkannya, seperti clotrimazole, imidazole, dan miconazole.Jika infeksi jamurnya sudah serius, dokter dapat memberikan kombinasi fluconazole dengan krim hidrokortison.

5. Prostatitis

Saat kelenjar prostat meradang dan membengkak, kondisi ini disebut sebagai prostatitis. Biasanya, prostatitis disebabkan oleh bakteri dalam urine yang bocor sampai ke prostat.Prostatitis dapat menyebabkan rasa nyeri dan sensasi panas saat kencing, sulit buang air kecil, sering kebelet kencing, urine yang keruh dan berdarah, hingga sakit saat ejakulasi.Kemungkinan besar dokter akan meresepkan obat antibiotik. Dalam beberapa kasus, dokter juga bisa memberikan obat penghambat alfa untuk mengatasi rasa tidak nyaman saat kencing.

6. Klamidia

Klamidia adalah penyakit menular seksual yang dapat dirasakan pria maupun wanita. Kondisi medis ini dapat ditularkan lewat hubungan seksual yang tidak aman.Saat buang air kecil, penderita klamidia dapat merasakan sensasi terbakar pada penisnya. Tidak hanya itu, penyakit ini dapat menyebabkan penis membengkak dan mengeluarkan cairan.Dokter akan memberikan obat-obatan antibiotik. Selama menjalani proses penyembuhan, pasien klamidia disarankan untuk tidak berhubungan intim dulu.

7. Batu ginjal

Batu ginjal pun dapat menjadi penyebab penis terasa panas
Batu ginjal pun bisa mengakibatkan penis terasa panas
Batu ginjal adalah hasil dari produk limbah dalam urine yang mengkristal. Di saat kristal ini menumpuk, tubuh akan mengalami kesulitan untuk mengeluarkannya lewat aliran urine.Biasanya, kristal ini akan mengendap di ginjal atau pindah ke uretra dan menyebabkan rasa sakit. Jika ukurannya kecil, batu ginjal akan keluar sendirinya lewat urine. Namun, jika ukurannya besar, dibutuhkan prosedur pembedahan untuk mengeluarkannya.

8. Kanker penis

Dalam kasus yang sangat langka, kanker penis dapat menyebabkan penis terasa panas. Kanker penis juga dapat mengakibatkan perubahan warna, rasa nyeri, hingga penebalan kulit pada penis.Kanker penis umumnya diatasi dengan prosedur operasi. Terkadang, terapi radiasi juga dilakukan. Jika sel kankernya sudah menyebar, dokter dapat menganjurkan kemoterapi untuk mengobati penyakit ini.

Catatan dari SehatQ

Penis terasa panas adalah kondisi medis yang harus segera ditangani. Sebab, rasa tidak nyaman yang ditimbulkannya dapat mengganggu aktivitas dan fungsi seksual pria.Cobalah bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!
penyakit priakesehatan priareproduksi priakelamin laki-laki
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/penis-burning
Diakses pada 5 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/hot-penis#urethritis
Diakses pada 5 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait