Beberapa Kondisi Kelainan yang Dapat Menyebabkan Penis Bengkok

Beberapa kondisi penyebab penis bengkok, antara lain peyronie dan penis bengkok kongenital
Penis bengkok dapat disebabkan oleh berbagai kelainan

Penis yang bengkok seringkali mengkhawatirkan karena ditakutkan dapat memengaruhi keperkasaan seorang pria. Dalam keadaan normal, penis pria umumnya bengkok, baik ketika ereksi maupun tidak. Penis terdiri dari tiga struktur yang berbentuk tabung. Fungsinya untuk memompa darah dari dan keluar penis.

Panjang ketiga struktur tersebut berbeda-beda. Penis akan membengkok ke sisi tabung yang paling pendek. Penis bengkok saat tidak ereksi juga dapat dipengaruhi oleh kebiasaan. Penis akan bengkok ke sisi di mana Anda biasa meletakkannya saat memakai celana atau pakaian dalam.

Secara umum, penis bengkok tidak berbahaya, kecuali penis yang bengkok menyebabkan rasa sakit dan kesulitan melakukan penetrasi saat berhubungan seksual. Selain kondisi normal, penis bengkok juga dapat disebabkan oleh beberapa kelainan berikut:

  • Penyakit Peyronie
  • Penis bengkok kongenital atau bawaan sejak lahir
  • Cedera pada penis
  • Penyakit autoimun

Kondisi-kondisi Penyebab Penis Bengkok

Kelainan-kelainan yang disebutkan di atas menyebabkan penis bengkok hanya ketika ereksi. Saat penis tidak mengalami ereksi, sulit untuk mengidentifikasi kelainan-kelanan tersebut. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing kelainan yang menyebabkan penis bengkok.

1. Penyakit Peyronie

Penyakit Peyronie biasanya ditemukan pada pria usia 40 tahun ke atas. Pada penyakit ini, terbentuk plak pada lapisan pembungkus penis. Plak ini bersifat kaku sehingga menghambat penis untuk meregang. Kondisi ini membuat penis menjadi bengkok saat ereksi, dengan arah bengkok sesuai letak plak.

Hingga saat ini, penyebab penyakit Peyronie belum diketahui. Penyakit ini terdiri dari dua fase, yaitu fase akut dan fase stabil. Pada fase akut, penis bisa terasa nyeri saat ereksi. Kemudian diikuti fase stabil, di mana nyeri mungkin menghilang dan penis terlihat bengkok.

2. Penis Bengkok Kongenital

Penis bengkok kongenital disebabkan oleh kelainan pembentukan penis di dalam kandungan. Kondisi ini biasanya ditemukan oleh orangtua pasien. Tetapi jika tidak terdeteksi saat kecil, penis bengkok kongenital ini mungkin baru disadari ketika memasuki fase pubertas.

Pada penis bengkok kongenital, tidak ditemukan plak seperti pada penyakit Peyronie. Biasanya penis akan membengkok ke bawah atau ke samping, tergantung bagian penis mana yang lebih pendek daripada bagian lain. Kelainan ini juga tidak progresif seperti pada penyakit Peyronie.

3. Cedera pada Penis

Penis bengkok juga dapat disebabkan oleh cedera. Kadang cedera bisa disertai dengan sensasi seolah-olah penis terlepas, diikuti ketidakmampuan untuk ereksi dan lebam pada penis. Cedera lambat laun akan sembuh, tapi dapat menyisakan jaringan parut yang menyebabkan penis menjadi bengkok. Pada kejadian kecelakaan, benturan yang keras dapat membuat penis patah dan tampak bengkok.

4. Penyakit Autoimun

Dalam keadaan normal, sistem pertahanan tubuh mengenali benda yang dianggap asing, kemudian menyerangnya untuk melindungi tubuh dari kuman yang berbahaya. Pada penyakit autoimun, sistem pertahanan tubuh menganggap sel-sel tubuh yang sehat sebagai benda asing sehingga sel-sel tersebut akan diserang, yang kemudian menyebabkan peradangan.

Jika jaringan yang diserang oleh sel-sel imun adalah penis, peradangan pada penis dapat terjadi sehingga bisa menyebabkan pembentukan jaringan parut. Salah satu akibat dari pembentukan jaringan parut ini adalah penis menjadi kaku, tidak dapat meregang, dan menjadi bengkok.

Pemeriksaan Penis Bengkok

Jika penis Anda tampak bengko dan Anda ragu-ragu apakah kondisi ini normal atau tidak, segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan memeriksa penis Anda, apakah ada jaringan parut atau tidak. Derajat bengkoknya penis juga akan diperiksa. Selain itu, pemeriksaan foto rontgen juga mungkin diperlukan.

Healthline. Https://Www.Healthline.Com/Health/Mens-Health/Flaccid-Penis#Left-Or-Right-Hang
Diakses pada Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/bent-penis/basics/definition/sym-20050628
Diakses pada Mei 2019

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15952-congenital-penile-curvature
Diakses pada Mei 2019

NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/mens-health/is-it-normal-to-have-a-curved-penis/
Diakses pada Mei 2019

Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/curvature-of-the-penis-peyronies-disease-a-to-z
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed