Penis Bengkok Normal atau Tidak? Ini Penjelasannya


Penis bengkok adalah hal yang normal. Namun jika disertai rasa sakit dan kesulitan penetrasi saat berhubungan seksual, ini merupakan kondisi yang berbahaya.

0,0
Penis bengkok dapat disebabkan karena cedera, penyakit peyronie, hingga penyakit autoimunPenis bengkok dapat disebabkan oleh sejumlah masalah, salah satunya penyakit Peyronie
Penis bengkok sering kali membuat pria khawatir karena ditakutkan dapat memengaruhi performa seksualnya. Faktanya, penis beberapa pria memang akan membengkok, terutama ketika sedang ereksi.Lantas, apakah bentuk penis yang melengkung tersebut merupakan hal yang normal, atau justru tidak?

Penis bengkok akibat penyakit peyronie

penis bengkok bisa normal atau tidak
Penis terlalu bengkok umumnya disebabkan oleh penyakit Peyronie
Secara umum, penis yang melengkung merupakan kondisi normal dan tidak berbahaya. Akan tetapi, pembengkokan penis bisa saja menyebabkan rasa sakit dan membuat Anda kesulitan penetrasi saat melakukan hubungan seksual.Jika itu yang terjadi, kemungkinan Anda mengalami penyakit Peyronie.Penyakit Peyronie (Peyronie's disease) adalah kondisi ketika pada lapisan pembungkus penis terdapat jaringan parut (plak). Plak ini bersifat kaku sehingga menghambat penis untuk meregang.Peyronie diseases menyebabkan penis menjadi melengkung saat ereksi, dengan arah bengkok sesuai letak plak.Hingga saat ini, penyebab penyakit Peyronie belum diketahui. Akan tetapi, para ahli menduga hal ini ada kaitannya dengan cedera berulang yang dialami penis, entah itu akibat hubungan seks, olahraga, atau kecelakaan.Penyakit ini terdiri dari dua fase, yaitu fase akut dan fase stabil. Pada fase akut, penis bisa terasa nyeri saat ereksi. Kemudian diikuti fase stabil, yaitu saat nyeri mungkin menghilang dan penis terlihat melengkung.Selain penis bengkok, penderita Peyronie biasanya akan merasakan gejala lainnya seperti:
  • Disfungsi ereksi (impotensi)
  • Penis menyusut (atrofi penis)
  • Penis terasa sakit saat tidak ereksi
Penyakit penis yang satu ini dapat menyerang pria di usia berapa pun. Namun, pria usia 40 tahun menjadi kelompok yang paling rentan. Pada kasus ringan, kondisi ini tidak memerlukan pengobatan apa pun karena dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, Anda membutuhkan penanganan medis apabila pembengkokan penis tak kunjung sembuh dan justru semakin memburuk. Penanganan medis meliputi pemberian obat untuk membantu menghancurkan jaringan parut hingga tindakan operasi.

Penyebab penis bengkok lainnya

Selain penyakit Peyronie, bentuk penis yang terlalu melengkung juga diakibatkan oleh kondisi medis lain, seperti: 

1. Kelainan penis kongenital

Kelainan penis kongenital adalah kelainan pembentukan penis saat di dalam kandungan yang menyebabkan bentuknya bengkok. Kondisi ini biasanya ditemukan oleh orang tua pasien. Namun, bisa jadi kondisi ini baru disadari saat memasuki fase pubertas.Pada penis melengkung akibat kelainan kongenital, tidak ditemukan plak seperti pada penyakit Peyronie. Biasanya penis akan membengkok ke bawah atau ke samping, tergantung bagian penis mana yang lebih pendek daripada bagian lain. 

2. Cedera pada penis

Penyebab penis melengkung lainnya adalah cedera. Kadang cedera bisa disertai dengan sensasi seolah-olah penis terlepas, diikuti ketidakmampuan untuk ereksi dan muncul lebam pada penis.Cedera lambat laun akan sembuh, tapi dapat menyisakan jaringan parut yang menyebabkan penis membengkok. Pada kejadian kecelakaan, benturan yang keras dapat membuat penis patah dan tampak melengkung.

3. Penyakit autoimun

Penyakit autoimun membuat sistem imun tubuh seseorang keliru mengenali sel sehat sebagai ancaman bagi tubuh. Dalam kasus penis membengkok akibat autoimun, sistem pertahanan tubuh malah menyerang penis.Akibatnya, penis dapat meradang hingga menyebabkan pembentukan jaringan parut. Salah satu akibat dari pembentukan jaringan parut ini adalah penis menjadi kaku, tidak dapat meregang, dan menjadi bengkok.Ketiga kondisi di atas umumnya menyebabkan penis melengkung saat ereksi. Apabila penis tidak sedang ereksi, akan sulit mengidentifikasi kelainan-kelainan tersebut.

Penis bengkok, normal atau tidak?

Pada batang penis terdapat jaringan yang akan teraliri darah dan membesar saat mendapat rangsangan seksual. Inilah yang membuat penis mengalami ereksi dan terlihat tegak atau sedikit bengkok.Akan tetapi, beberapa pria memiliki anatomi penis yang tidak memungkinkan jaringan di dalamnya tersebut untuk membesar atau mengembang secara merata. Alhasil, penis tidak bisa tegak lurus saat "bangun" dan justru melengkung.Selain itu, penis bengkok juga bisa disebabkan oleh penggunaan pakaian dalam. Biasanya, penis akan melengkung ke sisi di mana Anda biasa meletakkannya saat memakai celana dalam.Jadi, ada kemungkinan penis Anda yang melengkung hanya disebabkan oleh faktor-faktor di atas sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Penis bengkok dikatakan tidak normal jika terlalu melengkung dan disertai rasa sakit.

Ciri-ciri penis bengkok yang harus diwaspadai

penis bengkok karena penyakit Peyronie
Segera periksa ke dokter apabila penis bengkok disertai rasa nyeri
Anda tidak perlu khawatir apabila mendapati si 'Mr.P' bengkok. Namun, Anda perlu waspada apabila pembengkokan penis sangat signifikan karena ini bisa jadi ciri-ciri penyakit Peyronie.Dilansir dari National Health Service (NHS), selain penis yang terlalu melengkung, gejala lainnya dari penyakit ini meliputi:
  • Area yang menebal atau benjolan keras (plak) di batang penis
  • Nyeri pada penis, biasanya saat ereksi
  • Penis tampak cacat, seperti jam pasir
  • Berkurangnya panjang atau ketebalan penis
Beberapa pria dengan kondisi ini merasakan sakit di penis mereka, sementara yang lain tidak. Jika Anda benar-benar merasakan sakit, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.Pada kasus yang parah, penis yang melengkung bisa berdampak negatif secara seksual. Pasalnya, kondisi ini membuat hubungan seks menjadi sulit, menyakitkan atau bahkan tidak mungkin. Penyakit Peyronie juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Catatan dari SehatQ

Jika Anda mengalami penis bengkok dan masih ragu apakah kondisi ini normal atau tidak, segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan memeriksa penis Anda, apakah ada jaringan parut atau tidak. Derajat bengkoknya penis juga akan diperiksa.Selain itu, pemeriksaan foto rontgen juga mungkin diperlukan. Jika memang pembengkokan penis terlalu signifikan, dokter bisa saja segera melakukan tindakan medis untuk meluruskan penis Anda.Gunakan fitur chat dokter di aplikasi SehatQ untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kondisi ini, termasuk langkah-langkah penanganan dan pencegahannya. Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play.
peyroniekesehatan organ intimpenyakit kelaminkelamin laki-laki
Healthline. Https://Www.Healthline.Com/Health/Mens-Health/Flaccid-Penis#Left-Or-Right-Hang
Diakses pada Mei 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/symptoms/bent-penis/basics/definition/sym-20050628
Diakses pada Mei 2019
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15952-congenital-penile-curvature
Diakses pada Mei 2019
NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/mens-health/is-it-normal-to-have-a-curved-penis/
Diakses pada Mei 2019
Harvard Health Publishing. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/curvature-of-the-penis-peyronies-disease-a-to-z
Diakses pada Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait