logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Pria

Penis Bengkok Normal atau Tidak? Ini Penjelasannya

open-summary

Penis bengkok adalah hal yang normal. Namun jika disertai rasa sakit dan kesulitan penetrasi saat berhubungan seksual, ini merupakan kondisi yang berbahaya.


close-summary

15 Mei 2019

| dr. Adelina Haryono

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Penis bengkok dapat disebabkan karena cedera, penyakit peyronie, hingga penyakit autoimun

Penis bengkok dapat disebabkan oleh sejumlah masalah, salah satunya penyakit Peyronie

Table of Content

  • Penis bengkok akibat penyakit peyronie
  • Penyebab penis bengkok lainnya
  • Penis bengkok, normal atau tidak?
  • Ciri-ciri penis bengkok yang harus diwaspadai
  • Catatan dari SehatQ

Penis bengkok sering kali membuat pria khawatir karena ditakutkan dapat memengaruhi performa seksualnya. Faktanya, penis beberapa pria memang akan membengkok, terutama ketika sedang ereksi.

Advertisement

Lantas, apakah bentuk penis yang melengkung tersebut merupakan hal yang normal, atau justru tidak?

Penis bengkok akibat penyakit peyronie

penis bengkok bisa normal atau tidak
Penis terlalu bengkok umumnya disebabkan oleh penyakit Peyronie

Secara umum, penis yang melengkung merupakan kondisi normal dan tidak berbahaya. Akan tetapi, pembengkokan penis bisa saja menyebabkan rasa sakit dan membuat Anda kesulitan penetrasi saat melakukan hubungan seksual.

Jika itu yang terjadi, kemungkinan Anda mengalami penyakit Peyronie.

Penyakit Peyronie (Peyronie's disease) adalah kondisi ketika pada lapisan pembungkus penis terdapat jaringan parut (plak). Plak ini bersifat kaku sehingga menghambat penis untuk meregang.

Peyronie diseases menyebabkan penis menjadi melengkung saat ereksi, dengan arah bengkok sesuai letak plak.

Hingga saat ini, penyebab penyakit Peyronie belum diketahui. Akan tetapi, para ahli menduga hal ini ada kaitannya dengan cedera berulang yang dialami penis, entah itu akibat hubungan seks, olahraga, atau kecelakaan.

Penyakit ini terdiri dari dua fase, yaitu fase akut dan fase stabil. Pada fase akut, penis bisa terasa nyeri saat ereksi. Kemudian diikuti fase stabil, yaitu saat nyeri mungkin menghilang dan penis terlihat melengkung.

Selain penis bengkok, penderita Peyronie biasanya akan merasakan gejala lainnya seperti:

  • Disfungsi ereksi (impotensi)
  • Penis menyusut (atrofi penis)
  • Penis terasa sakit saat tidak ereksi

Penyakit penis yang satu ini dapat menyerang pria di usia berapa pun. Namun, pria usia 40 tahun menjadi kelompok yang paling rentan. Pada kasus ringan, kondisi ini tidak memerlukan pengobatan apa pun karena dapat sembuh dengan sendirinya. 

Akan tetapi, Anda membutuhkan penanganan medis apabila pembengkokan penis tak kunjung sembuh dan justru semakin memburuk. Penanganan medis meliputi pemberian obat untuk membantu menghancurkan jaringan parut hingga tindakan operasi.

Baca Juga

  • Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita dan Pria agar Tetap Subur
  • Ketahui Cara Membersihkan Smegma di Penis agar Tidak Menumpuk
  • Ciri-ciri Kutu Kelamin Menyerang Aera Keintiman Anda

Penyebab penis bengkok lainnya

Selain penyakit Peyronie, bentuk penis yang terlalu melengkung juga diakibatkan oleh kondisi medis lain, seperti: 

1. Kelainan penis kongenital

Kelainan penis kongenital adalah kelainan pembentukan penis saat di dalam kandungan yang menyebabkan bentuknya bengkok. Kondisi ini biasanya ditemukan oleh orang tua pasien. Namun, bisa jadi kondisi ini baru disadari saat memasuki fase pubertas.

Pada penis melengkung akibat kelainan kongenital, tidak ditemukan plak seperti pada penyakit Peyronie. Biasanya penis akan membengkok ke bawah atau ke samping, tergantung bagian penis mana yang lebih pendek daripada bagian lain. 

2. Cedera pada penis

Penyebab penis melengkung lainnya adalah cedera. Kadang cedera bisa disertai dengan sensasi seolah-olah penis terlepas, diikuti ketidakmampuan untuk ereksi dan muncul lebam pada penis.

Cedera lambat laun akan sembuh, tapi dapat menyisakan jaringan parut yang menyebabkan penis membengkok. Pada kejadian kecelakaan, benturan yang keras dapat membuat penis patah dan tampak melengkung.

3. Penyakit autoimun

Penyakit autoimun membuat sistem imun tubuh seseorang keliru mengenali sel sehat sebagai ancaman bagi tubuh. Dalam kasus penis membengkok akibat autoimun, sistem pertahanan tubuh malah menyerang penis.

Akibatnya, penis dapat meradang hingga menyebabkan pembentukan jaringan parut. Salah satu akibat dari pembentukan jaringan parut ini adalah penis menjadi kaku, tidak dapat meregang, dan menjadi bengkok.

Ketiga kondisi di atas umumnya menyebabkan penis melengkung saat ereksi. Apabila penis tidak sedang ereksi, akan sulit mengidentifikasi kelainan-kelainan tersebut.

Penis bengkok, normal atau tidak?

Pada batang penis terdapat jaringan yang akan teraliri darah dan membesar saat mendapat rangsangan seksual. Inilah yang membuat penis mengalami ereksi dan terlihat tegak atau sedikit bengkok.

Akan tetapi, beberapa pria memiliki anatomi penis yang tidak memungkinkan jaringan di dalamnya tersebut untuk membesar atau mengembang secara merata. Alhasil, penis tidak bisa tegak lurus saat "bangun" dan justru melengkung.

Selain itu, penis bengkok juga bisa disebabkan oleh penggunaan pakaian dalam. Biasanya, penis akan melengkung ke sisi di mana Anda biasa meletakkannya saat memakai celana dalam.

Jadi, ada kemungkinan penis Anda yang melengkung hanya disebabkan oleh faktor-faktor di atas sehingga tidak perlu dikhawatirkan. 

Penis bengkok dikatakan tidak normal jika terlalu melengkung dan disertai rasa sakit.

Ciri-ciri penis bengkok yang harus diwaspadai

penis bengkok karena penyakit Peyronie
Segera periksa ke dokter apabila penis bengkok disertai rasa nyeri

Anda tidak perlu khawatir apabila mendapati si 'Mr.P' bengkok. Namun, Anda perlu waspada apabila pembengkokan penis sangat signifikan karena ini bisa jadi ciri-ciri penyakit Peyronie.

Dilansir dari National Health Service (NHS), selain penis yang terlalu melengkung, gejala lainnya dari penyakit ini meliputi:

  • Area yang menebal atau benjolan keras (plak) di batang penis
  • Nyeri pada penis, biasanya saat ereksi
  • Penis tampak cacat, seperti jam pasir
  • Berkurangnya panjang atau ketebalan penis

Beberapa pria dengan kondisi ini merasakan sakit di penis mereka, sementara yang lain tidak. Jika Anda benar-benar merasakan sakit, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Pada kasus yang parah, penis yang melengkung bisa berdampak negatif secara seksual. Pasalnya, kondisi ini membuat hubungan seks menjadi sulit, menyakitkan atau bahkan tidak mungkin. Penyakit Peyronie juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Catatan dari SehatQ

Jika Anda mengalami penis bengkok dan masih ragu apakah kondisi ini normal atau tidak, segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan memeriksa penis Anda, apakah ada jaringan parut atau tidak. Derajat bengkoknya penis juga akan diperiksa.

Selain itu, pemeriksaan foto rontgen juga mungkin diperlukan. Jika memang pembengkokan penis terlalu signifikan, dokter bisa saja segera melakukan tindakan medis untuk meluruskan penis Anda.

Gunakan fitur chat dokter di aplikasi SehatQ untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kondisi ini, termasuk langkah-langkah penanganan dan pencegahannya. Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play.

Advertisement

peyroniekesehatan organ intimpenyakit kelaminkelamin laki-laki

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved