Hati-hati, Penis Belum Sunat Bisa Sebabkan Balanitis


Belum sunat dapat menyebabkan beragam masalah kesehatan pada penis. Salah satunya adalah balanitis zoon, penyakit seksual pada penis yang mungkin menyerang.

(0)
19 Jun 2019|Azelia Trifiana
Belum sunat dapat menyebabkan balanitis zoon terjadiPenyebab balanitis bukan hanya karena penis belum disunat, tetapi bisa jadi karena infeksi bakteri dan jamur
Kita tahu bahwa salah satu tujuan sunat adalah untuk menjaga kebersihan organ reproduksi pria. Jika penis belum disunat, bukan tidak mungkin bisa terjadi balanitis. Meski bisa diobati dengan mudah, balanitis membuat penderitanya merasa tidak nyaman.Familiarkah Anda dengan istilah balanitis?[[artikel-terkait]]Ini adalah kondisi yang familiar dialami 1 dari tiap 25 pria dengan penis belum disunat, dan 1 dari 30 pria yang telah disunat. Risiko tertinggi biasanya terjadi pada anak laki-laki di bawah 4 tahun atau pria dengan penis belum disunat.

Risiko kesehatan yang mungkin dihadapi pria jika tidak sunat

Jika tidak disunat, penis akan membutuhkan perawatan yang lebih ekstra dan harus selalu dibersihkan dengan benar. Sebab, penis yang tidak disunat lebih rentan dari serangan bakteri. Apabila tidak memperhatikan kebersihannya, beberapa risiko kesehatan berikut mungkin terjadi.

1. Balanitis Zoon

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan balanitis. Meskipun termasuk dalam salah satu faktor risiko, kita tidak bisa menyebut penis belum disunat sebagai satu-satunya penyebab balanitis.Beberapa penyebab balanitis selain penis belum disunat, di antaranya:
  • Reaksi alergi tubuh
  • Infeksi jamur
  • Infeksi bakteri
Selain beberapa penyebab di atas, ada juga pria yang mengalami balanitis secara berulang. Jika hal ini terjadi, biasanya dokter akan menyarankan tindakan sunat atau sirkumsisi sebagai solusi jangka panjang.Untuk mengetahui penyebab radang, penting untuk Anda memahami ciri-ciri balanitis berikut:
  • Bau tidak sedap
  • Kulit tertarik dan memerah di kepala penis
  • Radang, gatal, dan iritasi
  • Penumpukan cairan putih penis (smegma)
  • Rasa nyeri saat buang air kecil

2. Penyakit menular seksual

Jika tidak disunat, Anda lebih berisiko terkena gonore dan peradangan pada bagian uretra dibanding yang disunat. Penyakit lainnya yang dapat turut mengintai adalah sifilis, human papillomavirus, dan herpes simplex. Bahkan, laki-laki yang tidak disunat memiliki risiko HIV 2-8 kali lebih besar dibanding yang disunat.

3. Kanker penis

Lelaki yang tidak disunat dapat berisiko terkena kanker penis yang dapat menyebabkan kematian sebesar 25 persen. Menurut beberapa penelitian, laki-laki yang disunat sejak baru lahir tidak ada yang menderita kanker penis.Tidak hanya itu, kanker prostat juga berisiko menyerang laki-laki yang tidak disunat dengan kemungkinan sekitar 50-100 persen lebih besar dari yang disunat.

4. Infeksi saluran kencing

Infeksi saluran kencing pada laki-laki yang sudah disunat ditemukan lebih rendah dibanding yang belum atau tidak disunat. Pada sebuah penelitian diungkapkan bahwa infeksi saluran kencing banyak terjadi pada bayi laki-laki dan sekitar 95 persen yang mengalaminya belum disunat.

Balanitis Zoon, akibat penis belum sunat

Secara umum, ada 3 tipe balanitis. Pertama, circinate balanitis yang terjadi karena reaksi penyakit artritis yang terjadi di bagian kepala penis. Bentuk lukanya melingkar dan berwarna kemerahan.Kedua, micaceous balanitis yang ditandai dengan kulit bersisik di kepala penis. Sementara yang ketiga, adalah zoon’s balanitis yang paling umum terjadi pada pria dewasa dengan penis belum disunat. Ciri-cirinya adalah peradangan di kepala dan kulup penis.Pada penis belum disunat, cairan seperti keringat, sabun, urine, dan substansi lainnya bisa mengendap di bawah kulup. Jika dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan iritasi dan menjadi lahan subur berkembang biaknya kuman.

Dapatkah balanitis disembuhkan?

Kabar baiknya, balanitis sangat bisa disembuhkan. Lagi-lagi, langkah pengobatannya perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Ketika memeriksakan ke dokter, akan diambil sampel di ujung penis. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada bakteri tertentu yang menyebabkan infeksi. Barulah kemudian dokter akan mengambil tindakan seperti tes alergi, cek diabetes, atau merujuk ke ahli urologi apabila ada dugaan terjadi akibat infeksi menular seksual.Pengobatan yang umum untuk balanitis adalah krim antijamur, antibiotik, atau krim steroid ringan.

Penanganan yang direkomendasikan

Terlepas dari apa penyebab balanitis, hal-hal di bawah ini bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit:
  • Hindari penggunaan sabun saat terjadi radang
  • Sebagai pengganti sabun, gunakan krim pelembap untuk membersihkan penis
  • Gunakan air hangat untuk membersihkan penis
  • Pastikan mengeringkan penis dengan lembut
Jika Anda belum pernah bersinggungan dengan urusan balanitis ini, maka yang harus dilakukan adalah menjaga kebersihan penis semaksimal mungkin.Beberapa langkah yang perlu dilakukan:
  • Untuk penis belum disunat, setiap hari cuci ujung penis sembari menarik kulit teratasnya sedikit
  • Sebelum mengenakan celana dalam, pastikan penis benar-benar kering
  • Jika gejala balanitis terjadi usai berhubungan seksual dengan menggunakan kondom, coba hindari kondom dengan bahan tersebut
  • Cuci tangan setiap sebelum dan setelah menyentuh penis
Lakukan hal ini rutin sehari-hari sama halnya seperti Anda menggosok gigi atau mencuci muka. Niscaya, balanitis tidak akan menjadi momok yang menghantui Anda.
penyakit kelaminkelamin laki-lakibalanitis
Sumber:WebMD. https://www.webmd.com/men/penis-disorder-balanitis#1
Diakses pada 23 Mei 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/184715.php
Diakses pada 23 Mei 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/balanitis/
Diakses pada 23 Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait