Hati-hati, Penis Belum Disunat Bisa Sebabkan Balanitis? Ini Alasannya

Balanitis adalah penyakit seksual yang disebabkan karena infeksi bakteri dan jamur
Penyebab balanitis bukan hanya karena penis belum disunat, tetapi bisa jadi karena infeksi bakteri dan jamur

Kita tahu bahwa salah satu tujuan sunat adalah untuk menjaga kebersihan organ reproduksi pria. Jika penis belum disunat, bukan tidak mungkin bisa terjadi balanitis. Meski bisa diobati dengan mudah, balanitis membuat penderitanya merasa tidak nyaman.

Familiarkah Anda dengan istilah balanitis?

[[artikel-terkait]]

Ini adalah kondisi yang familiar dialami 1 dari tiap 25 pria dengan penis belum disunat, dan 1 dari 30 pria yang telah disunat. Risiko tertinggi biasanya terjadi pada anak laki-laki di bawah 4 tahun atau pria dengan penis belum disunat.

Beda penyebab, beda penanganan

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan balanitis. Meskipun termasuk dalam salah satu faktor risiko, kita tidak bisa menyebut penis belum disunat sebagai satu-satunya penyebab balanitis.

Beberapa penyebab balanitis selain penis belum disunat, di antaranya:

  • Reaksi alergi tubuh
  • Infeksi jamur
  • Infeksi bakteri

Selain beberapa penyebab di atas, ada juga pria yang mengalami balanitis secara berulang. Jika hal ini terjadi, biasanya dokter akan menyarankan tindakan sunat atau sirkumsisi sebagai solusi jangka panjang.

Apa gejalanya?

Untuk mengetahui apakah balanitis yang dialami terjadi karena penis belum disunat atau hal lain, maka penting untuk tahu beberapa gejala balanitis berikut:

  • Bau tidak sedap
  • Kulit tertarik dan memerah di kepala penis
  • Radang, gatal, dan iritasi
  • Penumpukan cairan putih penis (smegma)
  • Rasa nyeri saat buang air kecil

Balanitis Zoon, akibat penis belum disunat

Secara umum, ada 3 tipe balanitis. Pertama, circinate balanitis yang terjadi karena reaksi penyakit artritis yang terjadi di bagian kepala penis. Bentuk lukanya melingkar dan berwarna kemerahan.

Kedua, micaceous balanitis yang ditandai dengan kulit bersisik di kepala penis.

Sementara yang ketiga, adalah zoon’s balanitis yang paling umum terjadi pada pria dewasa dengan penis belum disunat. Ciri-cirinya adalah peradangan di kepala dan kulup penis.

Pada penis belum disunat, cairan seperti keringat, sabun, urine, dan substansi lainnya bisa mengendap di bawah kulup. Jika dibiarkan, hal ini dapat menyebabkan iritasi dan menjadi lahan subur berkembang biaknya kuman.

Dapatkah balanitis disembuhkan?

Kabar baiknya, balanitis sangat bisa disembuhkan. Lagi-lagi, langkah pengobatannya perlu disesuaikan dengan penyebabnya.

Ketika memeriksakan ke dokter, akan diambil sampel di ujung penis. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada bakteri tertentu yang menyebabkan infeksi.

Barulah kemudian dokter akan mengambil tindakan seperti tes alergi, cek diabetes, atau merujuk ke ahli urologi apabila ada dugaan terjadi akibat infeksi menular seksual.

Pengobatan yang umum untuk balanitis adalah krim antijamur, antibiotik, atau krim steroid ringan.

Penanganan yang direkomendasikan

Terlepas dari apa penyebab balanitis, hal-hal di bawah ini bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit:

  • Hindari penggunaan sabun saat terjadi radang
  • Sebagai pengganti sabun, gunakan krim pelembap untuk membersihkan penis
  • Gunakan air hangat untuk membersihkan penis
  • Pastikan mengeringkan penis dengan lembut

Jika Anda belum pernah bersinggungan dengan urusan balanitis ini, maka yang harus dilakukan adalah menjaga kebersihan penis semaksimal mungkin.

Beberapa langkah yang perlu dilakukan:

  • Untuk penis belum disunat, setiap hari cuci ujung penis sembari menarik kulit teratasnya sedikit
  • Sebelum mengenakan celana dalam, pastikan penis benar-benar kering
  • Jika gejala balanitis terjadi usai berhubungan seksual dengan menggunakan kondom, coba hindari kondom dengan bahan tersebut
  • Cuci tangan setiap sebelum dan setelah menyentuh penis

Lakukan hal ini rutin sehari-hari sama halnya seperti Anda menggosok gigi atau mencuci muka. Niscaya, balanitis tidak akan menjadi momok yang menghantui Anda.

Sumber:

WebMD. https://www.webmd.com/men/penis-disorder-balanitis#1
Diakses pada 23 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/184715.php
Diakses pada 23 Mei 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/balanitis/
Diakses pada 23 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed