Mengenal Penilaian Status Gizi dan Cara Mengukurnya


Penilaian status gizi dapat mendeteksi kurang gizi maupun kelebihan gizi. Penilaian ini bisa dilakukan dengan beberapa cara. Beberapa di antaranya melalui pemeriksaan riwayat medis, serta pemeriksaan laboratorium.

(0)
05 Feb 2021|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penilaian status gizi dapat dilakukan dengan survei konsumsi makananSurvei konsumsi makanan bisa digunakan dalam penilaian status gizi
Anda mungkin sering mendengar istilah ‘kurang gizi’ ketika menjumpai orang yang badannya terlihat kurus. Padahal, penilaian status gizi seseorang tidak bisa diputuskan semata berdasarkan kondisi fisiknya, melainkan harus diukur menggunakan standar yang tepat.Status gizi sendiri adalah status kesehatan yang mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan dan asupan nutrisi yang masuk ke tubuhnya. Seseorang dikatakan memiliki gizi seimbang jika memenuhi kriteria tertentu setelah menjalani penilaian status gizi.Sebaliknya, ketika penilaian status gizi menunjukkan Anda mengalami gizi kurang maupun gizi lebih, dokter atau tenaga medis akan menyarankan pola hidup sehat untuk memperbaiki status gizi Anda. Dengan berada pada gizi seimbang, risiko terhadap penyakit tertentu juga akan berkurang.

Bagaimana cara melakukan penilaian status gizi?

Hasil tes darah bisa digunakan dalam penilaian status gizi
Secara garis besar, terdapat 2 cara melakukan penilaian status gizi, yakni secara langsung maupun tidak langsung.

1. Penilaian status gizi secara langsung

Penilaian status gizi secara langsung ini juga terbagi lagi menjadi beberapa cara, yaitu sebagai berikut ini.
  • Antropometri

    Penilaian status gizi dengan antropometri dilakukan melalui pengukuran dimensi dan komposisi tubuh seseorang sesuai dengan umurnya. Metode antropometri sudah lama dikenal sebagai indikator sederhana untuk penilaian status gizi perorangan maupun masyarakat dan biasanya dipakai untuk mengukur status gizi yang berhubungan dengan asupan energi serta protein.
    Dengan antropometri, Anda akan menjalani pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, dan lingkar perut. Menurut Kementerian Kesehatan, orang dewasa juga bisa menjadikan lingkar perut, lingkar pinggang, hingga indeks massa tubuh untuk menentukan status gizinya.
  • Pemeriksaan klinis

    Ini merupakan cara penilaian status gizi berdasarkan perubahan yang berhubungan dengan kekurangan maupun kelebihan asupan zat gizi. Pemeriksaan klinis ini biasanya dilakukan dari mulai pemeriksaan bagian mata, hingga kaki. Meliputi konjungtiva mata, mukosa mulut, pemeriksaan dada, abdomen, hingga deteksi bengkak pada bagian kaki.
    Dokter juga akan mempelajari riwayat medis pasien serta melakukan pemeriksaan fisik lainnya. Beri tahu dokter jika merasakan gejala tertentu yang Anda duga berhubungan dengan status gizi Anda.
  • Pemeriksan laboratorium

    Pemeriksaan biokimia dikenal juga dengan istilah cek lab. Pemeriksaan ini bisa berupa pemeriksaan darah, kadar albumin, pemeriksaan urine, pemeriksaan tinja pemeriksaan vitamiin dan mineral yang berkaitan dengan kondisi pasien.

2. Penilaian status gizi secara tidak langsung

Penilaian status gizi secara tidak langsung dilakukan dengan mempertimbangkan hal-hal berikut ini:
  • Survei konsumsi makanan

    Penilaian status gizi ini dilakukan dengan melihat jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi oleh individu maupun keluarga. Data yang didapat dapat berupa data kuantitatif (jumlah dan jenis pangan yang dikonsumsi) maupun kualitatif (frekuensi maupun kebiasaan dalam makan).
  • Data statistik yang berkaitan dengan nutrisi

    Data yang dimaksud misalnya angka kematian menurut umur tertentu, angka penyebab kesakitan dan kematian, statistik pelayanan kesehatan, hingga angka penyakit infeksi yang berkaitan dengan kekurangan gizi.
  • Faktor ekologi

    Penilaian status gizi dengan faktor ekologi dipilih karena masalah gizi dapat muncul akibat interaksi beberapa faktor ekologi, seperti faktor biologis, fisik, dan lingkungan budaya. Metode ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kejadian gizi salah (malnutrisi) di suatu masyarakat, agar selanjutnya bisa segera ditangani.

Apa saja yang memengaruhi status gizi?

Porsi makan dapat memengaruhi hasil penilaian status gizi
Menurut Kementerian Kesehatan RI, hasil penilaian status gizi akan sangat bergantung pada berbagai faktor, seperti:

1. Faktor primer

Faktor ini mencakup kuantitas maupun kualitas gizi yang masuk ke tubuh, misalnya porsi makan, kebiasaan makan yang salah, pengetahuan tentang kandungan gizi pada pangan tertentu, hingga faktor sosial-ekonomi.

2. Faktor sekunder

Faktor ini berhubungan dengan adanya penyakit dari tubuh Contoh masalah yang mengganggu faktor sekunder ini ialah gangguan pencernaan, penyerapan, metabolisme, hingga ekskresi.Jika merasa mengalami masalah dengan status gizi, jalani penilaian status gizi di puskesmas atau rumah sakit. Tenaga medis akan memberi rekomendasi pola hidup sehat sesuai kebutuhan Anda.
gizi anakgizi burukzat gizi
Repository Poltekkes Denpasar. http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/831/3/BAB%20II%20%281%29.pdf
Diakses pada 26 Januari 2020
Universitas Indonesia. http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/122525-S%205254-Faktor-faktor-Tinjauan%20literatur.pdf
Diakses pada 26 Januari 2020
Kementerian Kesehatan RI. http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/11/PENILAIAN-STATUS-GIZI-FINAL-SC.pdf
Diakses pada 26 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait