Penilaian Kesehatan: Pengganti Resolusi Demi Tubuh yang Lebih Sehat dan Bugar di Tahun 2019

Penilaian kesehatan adalah cara yang lebih baik untuk meningkatkan kesehatan ketimbang resolusi
Penilaian kesehatan membantu Anda mengevaluasi diri dan meningkatkan kesehatan

Saat akan memulai sebuah tahun yang baru, merancang resolusi sudah menjadi tradisi untuk menentukan fokus akhir dari impian dan antusiasme baru. Sayangnya, jika tidak diiringi dengan membuat capaian dan penilaian terukur, resolusi yang sudah dibuat selalu kandas di tengah tahun.

Daripada harus menetapkan resolusi yang selalu gagal di beberapa tahun belakangan, Anda dapat mencoba pendekatan yang lebih baik untuk melakukan peningkatan dan penilaian kesehatan untuk diri sendiri.

Penilaian Kesehatan Diri sebagai Pengganti Resolusi Kesehatan yang Mustahil

Penilaian dilakukan untuk melihat secara mendalam seperti apa kondisi Anda sekarang, sehingga Anda dapat mengidentifikasi apa saja aspek kesehatan yang harus Anda perhatikan. Apakah itu latihan fisik, pengaturan pola makan, atau memperbaiki gaya hidup secara keseluruhan.

Menurut Flashner-Fineman, analisis lengkap mengenai kesejahteraan dan kebahagiaan seseorang harus mencakup lima kategori, yaitu fisik, intelektual, sosial, finansial, dan spiritual. Untuk setiap kategori, cobalah untuk mengevaluasi dan menilai apa yang perlu Anda lakukan untuk memperbaiki dan meningkatkannya untuk agar lebih baik.

Dengan cara ini, Anda tidak hanya fokus pada apa yang kurang, tetapi juga mengapresiasi kelebihan dan kekuatan diri untuk peningkatan yang lebih optimal. Berikut ini adalah lima kategori penilaian kesehatan diri yang dapat Anda perhatikan.

1. Fisik

Kebanyakan orang yang membuat resolusi kesehatan hanya fokus pada keinginan untuk hidup sehat tanpa ada tujuan dan target terukur yang jelas. Untuk itu, tanyakan pada diri sendiri, bagian fisik apa yang perlu Anda kembangkan dan apa alasan kuat untuk mendorong Anda melakukannya. Misalnya, jika Anda ingin menghabiskan masa pensiun nanti dengan banyak bepergian, tentu akan dibutuhkan fisik dan daya tahan tubuh yang kuat.

Oleh karena itu, Anda dapat membiasakan diri dengan rutinitas yang menjaga daya tahan tubuh dan kekuatan fisik dengan jogging dan jalan sore. Kemudian, cari informasi lebih lanjut seputar pengembangan latihan fisik jika Anda sudah bisa konsisten dan berkomitmen dalam menjalani sebuah aktivitas fisik.

2. Intelektual

Seiring dengan berjalannya transisi kehidupan dari masa kuliah ke dunia kerja kerap membuat sebagian besar orang melupakan pentingnya memberikan sarana pada otak untuk mengembangkan diri.

Meskipun Anda juga belajar banyak hal di tempat kerja, aktivitas yang monoton juga berdampak kurang baik pada otak terkait pelatihan untuk kemampuan daya ingat dan keterampilan memecahkan masalah. Mempelajari sesuatu yang baru adalah cara yang bagus untuk menantang otak Anda kembali berkembang.

Tidak harus dengan mengambil kelas lagi, cukup dengan melakukan permainan yang melatih otak, melukis, atau memainkan alat musik, dan bahkan kelas memasak. Jika Anda memang memiliki ketertarikan pada bidang akademik, cobalah untuk mengambil kelas di kampus-kampus terbuka yang dapat memberikan pengajaran online untuk Anda.

3. Sosial

Seberapa baik Anda menjalani hubungan dengan orang lain, seperti keluarga, teman, dan tetangga? Dan, seberapa sering Anda berinteraksi dengan mereka secara teratur? Tekanan dan stres dapat terjadi karena Anda kekurangan waktu untuk sekedar bersenda gurau dengan kerabat dekat.

Untuk itu, pikirkan bagaimana agar dapat meningkatkan hubungan Anda dengan kerabat menjadi semakin baik serta membuat koneksi baru. Anda dapat mencoba menelepon, menulis pesan, atau pergi makan siang dengan teman dekat setidaknya sekali dalam seminggu.

Jika terasa sulit, Anda juga dapat mencoba bergabung dengan klub atau komunitas yang memiliki pertemuan rutin dan beragam acara sosial.

4. Keuangan

Kondisi keuangan yang buruk kerap memberi dampak serius pada kondisi kesehatan fisik dan mental seseorang. Jika Anda merasa sangat kesulitan dalam mengatur keuangan, cobalah untuk mencari jasa perencana keuangan profesional untuk membantu mengevaluasi situasi keuangan Anda saat ini dan menyusun rencana untuk mempersiapkan masa depan.

Selain itu, Anda juga dapat memerhatikan gaya hidup yang sangat berpengaruh pada kondisi keuangan Anda. Kurangi kebiasaan berbelanja online meskipun sedang ada penawaran harga yang sangat menarik.

Saat akan berbelanja, pertimbangkan apakah barang yang akan Anda beli memiliki daya guna dan nilai yang besar bagi hidup Anda? Dengan kata lain, Anda dapat mengubah gaya hidup menjadi lebih positif dan efektif. Mungkin ada baiknya Anda mulai mencari informasi mengenai gaya hidup efektif dan efisien atau bahkan mempelajari konsep minimalisme dalam hidup.

5. Spiritual

Penelitian telah menemukan bahwa orang dengan tingkat kerohanian dan syukur yang tinggi memiliki kecenderungan untuk hidup lebih bahagia dan sejahtera. Hal ini tentu terjadi karena adanya konsep-konsep ketuhanan yang dapat mengatur cara pandang dan pola pikir seseorang dalam menjalani kehidupan. Selain itu, sebagian besar agama juga menjalani kegiatan rohani berupa meditasi sebagai sarana menenangkan diri dan relaksasi.

Harvard Health Blog. https://www.health.harvard.edu/blog/give-yourself-an-annual-health-self-assessment-2018122815662

Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/living-the-questions/201504/your-ultimate-self-care-assessment-resources

Diakses pada Januari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed