Daftar Penyakit yang Bisa Sembuh dengan Pengobatan Tusuk Jarum

(0)
17 Sep 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pengobatan tusuk jarum relatif tidak menyakitkan bagi tubuh.Pengobatan tusuk jarum dipercaya mampu meringankan sakit punggung.
Pengobatan tusuk jarum alias akupuntur seringkali dianggap sebagai alternatif pengobatan yang aman ,sehingga bisa dijadikan alasan untuk tidak pergi ke dokter. Padahal, di balik berbagai manfaatnya bagi kesehatan, teknik ini juga memiliki risiko yang harus Anda ketahui.Akupuntur adalah teknik yang digunakan praktisi kesehatan untuk menstimulasi titik-titik tertentu pada tubuh, dengan menusukkan jarum yang sangat tipis. Ini adalah salah satu metode pengobatan dari Tiongkok yang diklaim bisa menyembuhkan segala jenis penyakit.Teknik pengobatan tusuk jarum ini sebetulnya aman bagi Anda jika dilakukan oleh ahli dan menggunakan jarum yang steril. Sebaliknya, menjalani akupunktur di klinik atau praktisi yang belum berpengalaman, berisiko memperparah kondisi Anda, bahkan menimbulkan masalah kesehatan yang baru.

Pengobatan tusuk jarum bisa jadi pilihan untuk atasi penyakit ini

Pengobatan tusuk jarum dipercaya sembuhkan sakit punggung.
Pengobatan tusuk jarum alias akupuntur diklaim bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Namun, sejauh ini penelitian baru mengamini keampuhan akupunktur dalam menyembuhkan penyakit tertentu, sebagai berikut ini.

1. Sakit punggung

American Pain Society sudah merekomendasikan akupunktur sebagai pengobatan tanpa obat yang efektif untuk menyembuhkan sakit punggung bagian bawah sejak 2007. Langkah ini terbukti lebih cepat menghilangkan nyeri dibanding perawatan mandiri, seperti menempelkan koyo, balsem, atau mengonsumsi obat.

2. Leher kaku atau nyeri

Sebuah penelitian menyimpulkan bahwa akupunktur sangat membantu dalam meringankan leher kaku hingga nyeri. Namun, riset ini hanya dilakukan pada kelompok kecil sehingga butuh penelitian lebih lanjut untuk memvalidasi khasiat ini.

3. Nyeri lutut (osteoarthritis)

Sebuah riset menunjukkan bahwa akupunktur terbukti dapat membantu mempercepat kesembuhan pada pasien ostoarthritis, jika dilakukan selama 8-12 minggu. Meski demikian, menjalani terapi laser membuat pasien sembuh lebih cepat dibanding pengobatan tusuk jarum.

4. Sakit kepala

Pada 2012, sebuah penelitian berkesimpulan bahwa frekuensi maupun keparahan sakit kepala (termasuk karena tekanan darah maupun migrain), bisa dikurangi dengan melakukan akupuntur secara rutin.Saat ini, penelitian juga mulai menemukan khasiat akupunktur untuk meringankan gangguan kesehatan lain, seperti:
  • Sakit gigi
  • Sakit saat kontraksi melahirkan
  • Mual dan muntah setelah menjalani kemoterapi maupun operasi pengangkatan sel kanker lainnya
  • Kram menstruasi
  • Penyakit pernapasan, termasuk rhinitis alergi
Ada anggapan pula bahwa pengobatan tusuk jarum ini bisa membantu mempercepat kesembuhan pasien kanker dan pengidap sklerosis multipel. Hanya saja, klaim ini belum pernah terbukti secara medis.Akupuntur kini sudah mulai direkomendasikan sebagai perawatan sampingan, terutama untuk mempercepat pemulihan kondisi pascasakit. Kendati demikian, Anda tetap tidak disarankan untuk menjadikan metode pengobatan tusuk jarum ini sebagai pengganti pengobatan konvensional oleh dokter.

Seperti apa prosedur pengobatan tusuk jarum?

Berkonsultasi dengan praktisi akupuntur profesional mirip dengan datang ke dokter. Pertama-tama, Anda akan ditanya mengenai keluhan dan gejala yang dirasakan, kemudian terapis akan memeriksa kondisi fisik, seperti bagian yang bengkak, warna lidah, dan meraba nadi.Setelah itu, terapis akan menentukan metode pengobatan tusuk jarum yang cocok untuk kondisi Anda. Beberapa prosedur standar dalam perawatan akupunktur adalah sebagai beirkut ini.

1. Penusukan jarum

Dalam posisi berbaring, terapis akan menusukkan jarum ke beberapa titik tubuh. Untuk setiap perawatan, terapis bisa menusukkan 5-20 jarum yang sangat tipis sehingga Anda mungkin hanya akan merasa tidak nyaman, tapi tidak merasa sakit sama sekali. Jarum juga bisa ditusukkan jauh dari titik sakit Anda, tapi itu adalah hal yang normal.

2. Manipulasi

Setelah ditusukkan ke tubuh Anda, terapis bisa memutar, menggeser, memanaskan, atau mengaliri jarum dengan listrik tegangan rendah sebagai bagian dari perawatan Anda.

3. Pencabutan jarum

Setelah 10-20 menit didiamkan, jarum akan dicabut. Biasanya, proses ini tidak menimbulkan rasa sakit.Anda mungkin harus melakukan akupunktur 1-2 kali seminggu selama jangka waktu tertentu (tergantung keluhan) sebelum merasakan hasilnya. Namun jika kondisi Anda tidak membaik dalam beberapa bulan setelah perawatan rutin, pengobatan tusuk jarum ini mungkin memang tidak cocok untuk Anda.

Anda bisa jalani pengobatan tusuk jarum di sini

Di Indonesia, praktik akupunktur sendiri sudah diatur lewat Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 38 Tahun 2018. Berdasarkan Permenkes, pengobatan ini dapat dilakukan di rumah sakit, klinik, Puskesmas, hingga tempat praktik mandiri oleh terapis yang memiliki Surat Izin Praktik Akupunktur Terapis (SIPAT).SIPAT diperlukan untuk menjamin terapis akupunktur memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan, sehingga meminimalisir kesalahan saat terapi tusuk jarum berlangsung. Jadi, pastikan Anda memilih klinik dan terapis yang tepat untuk akupunktur.
sakit punggungnyeri sendinyeri ototsakit kepalanyerisakit leher
NIH. https://www.nccih.nih.gov/health/acupuncture-in-depth
Diakses pada 7 September 2020
Kementerian Kesehatan RI. http://bppsdmk.kemkes.go.id/web/filesa/peraturan/100.pdf
Diakses pada 7 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/acupuncture/about/pac-20392763
Diakses pada 7 September 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/acupuncture-how-does-it-work-scientifically
Diakses pada 7 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait