Pengobatan Glaukoma Ternyata Berisiko Mengakibatkan Mata Kering pada Lansia

Deteksi glaukoma sejak dini dan kenali gejala galaukoma yang sering terjadi seperti mata kering
Glaukoma, yang berkaitan dengan mata kering pada lansia, dapat dideteksi sejak dini dengan pemeriksaan mata secara rutin.

Pertambahan usia membuat lansia rentan terserang berbagai penyakit, termasuk gangguan pada organ mata. Sekian dari gangguan mata, yang umum dialami kaum lansia adalah penyakit glaukoma dan mata kering.

Sesuai namanya, mata kering memang merujuk pada keadaan mata kering, karena kurangnya air mata untuk melumasi bola mata. Beberapa kasus gangguan ini juga dapat terjadi, jika meningkatnya penguapan air mata.

Keadaan ini menimbulkan rasa tidak nyaman, berupa perasaan perih, terbakar ataupun gatal. Gejala lain yang juga muncul yakni mata yang kemerahan, iritasi, sensitif pada cahaya, ataupun mata berair sebagai reaksi dari iritasi.

[[artikel-terkait]]

Pengobatan glaukoma bisa membuat mata kering?

Penyakit glaukoma dan mata kering dapat menyerang orang lanjut usia secara bersamaan. Beragam kajian telah menunjukkan, sebanyak 40-50% penderita yang menjalani pengobatan glaukoma, juga berkemungkinan mengalami sindrom mata kering.

Munculnya kondisi mata kering ini, boleh jadi dipicu oleh pemberian obat tetes mata, yang menjadi bagian dari prosedur pemulihan glaukoma.

Tidak hanya itu. Sebuah penelitian yang dilakukan di Taiwan, melaporkan bahwa, obat-obatan untuk penderita glaukoma berpotensi memicu terjadinya kondisi mata kering. Hal ini semakin besar risikonya, apabila penderita mendapatkan lebih dari satu jenis obat.

Mengapa mata kering kerap menyerang kelompok lansia?

Mata kering sebenarnya bisa menyerang siapa saja. Namun, kondisi ini acapkali menyerang kelompok lansia, karena berkurangnya produksi air mata.

Selain itu, kelopak mata pada lansia juga lebih sulit dalam menyebarkan air mata secara merata, setiap kali berkedip. Faktor ini lah yang dapat memicu mata menjadi kering.

Mencegah glaukoma tahap lanjut, perkecil risiko mata kering

Glaukoma disebabkan oleh beberapa faktor risiko, seperti penuaan, tekanan bola mata yang tinggi, faktor keturunan, atau mengalami cedera pada mata. Langkah-langkah berikut ini dapat membantu Anda, untuk menghindari faktor risiko glaukoma.

  • Menjalani tes mata komprehensif

Menjalani pemeriksaan mata sejak dini, dapat membantu Anda mendeteksi glaukoma lebih awal. Para ahli merekomendasikan, lakukan pengecekan mata satu hingga tiga tahun sekali, bagi Anda yang berusia 55 – 64 tahun. Jika Anda berusia lebih dari 65 tahun, lakukan tes mata sekali dalam setahun.

  • Mengetahui riwayat glaukoma di keluarga

Glaukoma dapat menjadi penyakit keturunan. Sehingga, pastikan Anda mengetahui riwayat glaukoma dalam keluarga. Apabila terdapat anggota kelurga yang memiliki kondisi ini, lakukan pengecekan mata lebih sering.

  • Mengurangi konsumsi kopi

Konsumsi kafeina yang berlebihan, dapat memperbesar tekanan bola mata. Tekanan bola mata yang tinggi merupakan faktor risiko terjadinya glaukoma. Dengan konsumsi kopi sekadarnya, Anda tidak hanya terhindar dari glaukoma, tapi juga memperkecil risiko penyakit jantung.

  • Berolahraga secara teratur

Rutin melakukan aktivitas fisik, dapat mengurangi tekanan bola mata, sehingga mengurangi risiko glaukoma. Berolahraga lima hari dalam seminggu, dengan porsi 30 menit per harinya, membantu Anda terhindar dari risiko gangguan mata ini.

  • Menggunakan pelindung mata

Kecelakaan atau trauma pada mata, dapat mengakibatkan glaukoma. Gunakan pelindung mata saat beraktivitas tertentu, misalnya, saat menggunakan peralatan listrik. Menggunakan kacamata dan topi saat berada di luar ruangan, dapat pula menjadi pertimbangan Anda, untuk terhindar dari paparan sinar matahari berlebih.

Memperkecil faktor risiko glaukoma maupun mata kering, lebih baik daripada mengobati. Sehingga Anda sangat disarankan menerapkan langkah di atas, agar terhindar dari risiko glaukoma. Dengan terhindar dari glaukoma, atau memperlambat perkembangannya, Anda juga dapat mengurangi potensi terjadinya kondisi mata kering.

Jika Anda mengaplikasikan obat tetes mata untuk menangani glaukoma, perhatikan tanda-tanda yang muncul. Jika mata Anda menjadi kemerahan, konsultasikan dengan dokter, untuk mendapatkan cara penanganan lain.

Bright Focus. https://www.brightfocus.org/glaucoma/prevention-and-risk-factors
Diakses pada 27 Juni 2019

International Glaucoma Association. https://www.glaucoma-association.com/media/wysiwyg/Leaflet_PDF_Files/Dry_Eye_Download.pdf
Diakses pada 27 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/glaucoma/symptoms-causes/syc-20372839
Diakses pada 27 Juni 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320077.php
Diakses pada 27 Juni 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26192153
Diakses pada 27 Juni 2019

Banner Telemed