Pengobatan Alternatif Terapi Stem Cell untuk Multiple Sclerosis

Pemberian obat-obatan pada terapi stem cell akan membuat sel punca keluar dari sumsum tulang ke darah
Terapi stem cell dilakukan dengen pemberian obat-obatan yaang dapat meningkatkan produksi sel punca

Sistem imun merupakan pertahanan tubuh dari berbagai organisme tak kasat mata yang dapat meruntuhkan dan membuat Anda tergeletak tak berdaya. Namun, pertahanan tubuh ini mampu menyerang balik dan dikenal sebagai penyakit autoimun.

Sakit autoimun terjadi saat sel imunitas tubuh yang seharusnya menyerang virus, bakteri, dan organisme asing lainnya dari menginfeksi tubuh malah mendeteksi bagian tubuh sebagai suatu ancaman dan menyerang bagian tubuh tersebut.

Salah satu sakit autoimun yang bisa terjadi adalah multiple sclerosis. Sama seperti sakit autoimun lainnya, multiple sclerosis belum memiliki pengobatan yang dapat 100 persen menghilangkan kondisi ini dari tubuh.

Seberapa efektifkah pengobatan alternatif berupa terapi stem cell untuk penderita multiple sclerosis?

Multiple sclerosis muncul saat sel imunitas tubuh menyerang bagian pelindung atau lapisan mielin yang membungkus saraf dan mengganggu komunikasi antara otak dengan bagian tubuh lainnya.

Penyakit ini menimbulkan berbagai gejala yang dapat menyusahkan penderita dan membuatnya kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Gejala yang dapat dialami mulai dari tulang belakang sakit, sampai penurunan fungsi daya ingat.

Penanganan untuk multiple sclerosis umumnya hanya untuk meringankan dan mencegah kemunculan gejala dari multiple sclerosis. Namun, sampai saat ini belum ada penanganan  yang manjur untuk mengobati multiple sclerosis.

Akan tetapi, peneliti menemukan suatu pengobatan alternatif yang lebih efektif untuk mengatasi kemunculan gejala multiple sclerosis yang dikenal sebagai terapi stem cell

Sebuah riset menemukan bahwa terapi stem cell mampu memperlambat perkembangan dari sakit autoimun multiple sclerosis lebih lama daripada penggunaan penanganan yang biasa digunakan untuk mengatasi gejala dari multiple sclerosis.

Penelitian lain mendapati bahwa tiga tahun setelah pemberian terapi stem cell, sebanyak 70% penderita multiple sclerosis yang ganas tidak mengalami gejala apapun.

Meskipun demikian, terapi stem cell belum diresmikan sebagai pengobatan alternatif untuk multiple sclerosis dan penelitian mengenai terapi stem celll sebagai pengobatan alternatif masih membutuhkan studi lebih lanjut.

Bagaimana cara kerja terapi stem cell sebagai pengobatan alternatif untuk multiple sclerosis?

Pengobatan alternatif terapi stem cell sebenarnya merupakan kumpulan berbagai jenis metode yang digunakan untuk membantu menata ulang atau membuat sel imunitas tubuh yang sehat dan tidak menyerang lapisan pelindung saraf.

Terapi stem cell meliputi menurunkan sistem imun tubuh dan memproduksi stem cell yang baru. Penurunan sistem imun tubuh umumnya menggunakan kemoterapi. Berbeda dengan terapi radiasi, kemoterapi menggunakan berbagai obat yang dapat menurunkan sistem imun tubuh. 

Stem cell merupakan bagian dari tubuh yang berfungsi untuk mengganti sel-sel tubuh yang rusak dan dapat menjadi sel-sel tubuh apa saja yang sedang diperlukan oleh tubuh, seperti menjadi sel darah putih yang merupakan salah sel imunitas tubuh.

Jenis stem cell yang digunakan untuk mengobati multiple sclerosis dikenal dengan nama haematopoietic stem cells dan merupakan stem cell atau sel punca yang ditemukan dalam darah dan sumsum tulang, serta membentuk darah dan sistem imun tubuh.

Terapi stem cell dimulai dengan pemberian obat-obatan yang mampu meningkatkan produksi stem cell dan membuat stem cell keluar dari sumsum tulang ke darah. Stem cell tersebut akan diambil dari darah dan disimpan dengan metode pembekuan untuk digunakan nantinya. 

Kemudian, penderita multiple sclerosis juga akan diberikan kemoterapi untuk melemahkan sistem imun tubuh untuk menghilangkan sel imunitas tubuh yang berpotensi memicu gejala multiple sclerosis. Proses ini membutuhkan waktu kurang lebih 11 hari.

Saat sistem imun tubuh sudah dilemahkan dan obat kemoterapi yang digunakan sudah tidak terdeteksi dalam tubuh, barulah stem cell yang disimpan dikembalikan ke dalam tubuh melalui infus. 

Stem cell akan masuk kembali ke dalam sumsum tulang dan memproduksi darah serta sel imunitas tubuh yang baru dalam jangka waktu 10 sampai 30 hari. 

Sementara stem cell memproduksi sel imunitas tubuh yang baru, dokter akan memberikan antibiotik untuk mengobati infeksi atau penyakit yang muncul karena sistem imun tubuh yang melemah.

Namun, penderita mungkin baru akan benar-benar pulih dalam waktu tiga sampai enam bulan setelah terapi stem cell. Beberapa orang bahkan baru bisa pulih total setelah setahun.

Apa efek samping dari terapi stem cell

Terapi stem cell merupakan terapi yang dapat mengubah sistem imun tubuh secara permanen dan merupakan suatu proses yang panjang dan berisiko tinggi. Terapi stem cell meliputi menurunkan sistem imun tubuh selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Oleh karenanya, penderita yang menjalani pengobatan alternatif berupa terapi stem cell akan rentan untuk mengalami berbagai macam infeksi. Penderita akan lebih mungkin untuk terkena gangguan pencernaan, paru-paru, ataupun ginjal. 

Penderita yang mengikuti terapi stem cell sebagai pengobatan alternatif multiple sclerosis juga harus waspada terhadap infeksi yang memicu sepsis yang dapat membahayakan nyawa.

Bagaimana caranya agar bisa mengikuti terapi stem cell?

Terapi stem cell sebagai pengobatan alternatif multiple sclerosis belum diresmikan dan masih membutuhkan penelitian yang lebih mendalam. Terapi stem cell hanya dapat diberikan untuk penderita multiple sclerosis yang memenuhi syarat tertentu.

Misalnya, apabila penderita mengalami multiple sclerosis yang ganas dan tidak kunjung membaik dengan penanganan yang biasa diberikan. Penderita juga dapat mengajukan diri sebagai sukarelawan di salah satu penelitian mengenai terapi stem cell untuk multiple sclerosis.

Healthline. https://www.healthline.com/health-news/stem-cell-treatment-could-be-life-changing-for-ms-patients
Diakses pada 12 Agustus 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/autoimmune-disorders
Diakses pada 12 Agustus 2019

Jama Network. https://jamanetwork.com/journals/jama/article-abstract/2720728
Diakses pada 12 Agustus 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/multiple-sclerosis/symptoms-causes/syc-20350269
Diakses pada 12 Agustus 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320101.php
Diakses pada 12 Agustus 2019 

Multiple Sclerosis Trust. https://www.mstrust.org.uk/a-z/stem-cell-therapy
Diakses pada 12 Agustus 2019

National Multiple Sclerosis Society. https://www.nationalmssociety.org/Research/Research-News-Progress/Stem-Cells-in-MS
Diakses pada 12 Agustus 2019

National Multiple Sclerosis Society. https://www.nationalmssociety.org/About-the-Society/News/Positive-Results-from-Study-of-Bone-Marrow-Derived
Diakses pada 12 Agustus 2019

UPMC. https://share.upmc.com/2016/07/chemotherapy-and-radiation/
Diakses pada 12 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/multiple-sclerosis/stem-cell-therapies#1
Diakses pada 12 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed